Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 24


__ADS_3

  Ayo ramaikan part ini....berikan vote kalian, like, hadiah, dan komen...


Sungguh malang nasib Nessa, kini wanita itu dikurung oleh Dimas, mantan kekasih Nessa. Dimas berencana akan menjual Nessa dengan seorang Pengusaha kaya raya. Pria yang menginginkan Nessa seorang Cassanova sejati, masih single dan juga sangat tampan. Pria itu membeli Nessa dengan harga semalam 50 juta.


Dimas sungguh sangat senang sekali, 50 juta dalam semalam ternyata pria itu ingin menyewa Nessa seminggu, itu berarti diakan mendapat banyak duit.


Nessa menangisi nasibnya didalam kamar Villa, ingin rasanya lari dari tempat itu, tapi apalah daya, Nessa sudah sangat tidak sanggup. Yang dilakukan Nessa hanya menangis saja. Ingin menelpon Bagas meminta tolong, ponsel Nessa diambil oleh Dimas.


"Bagas tolong aku...aku takut," doa Nessa dalam hatinya. Ia sangat memohon Bagas nya datang. Itu sangat tidak mungkin, siapa dia dimata Bagas. Bukan siapa - siapa.


****


Di Kota Medan. Tepatnya di rumah nya Tika.


Pasangan yang sebentar lagi akan menuju halal ini lagi bersantai di halaman belakang rumah Tika. Tika menyandarkan kepalanya di dada Bidang Bagas, pria itu berkali - kali mengecup pucuk kepala sang kekasih hati.


"Sayang...besok kita cari cincin pernikahan kita ya?" ajak Bagas


"Cincin Kak? Bukannya udah ya, waktu kita lamaran kemarin." Seru Tika mendongakan kepalanya menatap wajah tampan Bagas.

__ADS_1


"Itu beda Yank, Kakak mau memberikan mahar kepada kamu." Ujar Bagas.


'Apa perlu kak? Itu saja cukup kok. Yang penting cinta dan kasih sayang kakak sudah cukup untuk aku." Tika memandang wajah Bagas dengan serius.


"Kalu cinta dan kasih sayang, tak usah kau minta, itu pasti akan kakak berikan semuanya." Ucap Bagas tulus


Tika memeluk erat tubuh Bagas, sungguh sangat bahagia sekali Tika akan memiliki suami yang sangat tulus mencintainya. "Aku mencintai kakak." Ucapnya.


"Aku juga mencintai kamu sayang" sahut Bagas.


Bagas merenggangkan pelukannya dari Tika, ditangkupnya kedua pipi Tika, menatap wajah yang cantik. Dengan perlahan Bagas mendekatkan wajahnya ke wajah Tika, tujuan utamanya adalah bibir mungil sang calon istri. Bagas sudah tak tahan untuk mencium dan **********, dengan perlahan Bagas mendekatkan bibirnya dengan bibir Tika.


Bibir keduanya telah menyatu, dengan perlahan Bagas menciumanya, lama kelamaan menjadi ******* yang dalam. Tangan Bagas tak tinggal diam, dengan lancangnya tangan Bagas meraba dada Tika yang masih tertutup itu.


Cukup lama keduanya saling *******, sampai keduanya kehabisan nafas. "hah...sangat manis sekali sayang..." seru Bagas.


Pipi Tika merona merah. Sejak bersama Bagas, Tika sangat kecanduan berciuman. Apalagi ciuman yang diberikan Bagas, sungguh sangat memabukan.


Karena hari sodah sore, Bagas kembali kerumahnya, besok mereka akan pergi membeli seperangkat perhiasan untuk mahar pernikahan mereka nanti.

__ADS_1


*****


Kembali ke Villa....


Pintu kamar Nessa dibuka.


Ceklek...


Dimas membawa nampan berisi makanan dan minuman dan juga vitamin , Dia harus memberikan Nessa makanan yang sangat cukup untuk stamina Nessa esok hari.


"Hei...******?!" teriak Dimas memanggil.


"Kau makan ini. Habiskan, aku tak ingin badan mu yang seksi itu akan kurus. Setelah itu bersihkan tubuhmu dan istirahatlah." Ucap Dimas kasar dan dingin.


Nessa menurut, dia berjalan menuju Dimas dan mengambil nampan itu. Sejujurnya perutnya sangat lapar sekali. Tanpa menjawab lagi, Nessa dengan segera memakan makanan yang diberikan oleh Dimas.


Dimas tersenyum licik, "Wanita bodoh. Aku akan membalas semua perbuatan mu kepadaku." Gumam Dimas.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2