
Nessa mencium seluruh wajah Jihan yang imut. Wanita cantik itu sangat menyukai Jihan, entah kenapa sebabnya. Jika bertemu dengan Jihan, rasa suntuk Nessa langsung hilang. Ingin rasanya Nessa meminjam Jihan barang sehari saja, tapi. apa dikasih mas Randy ya?
Randy tersenyum tipis, melihat pemandangan dihadapannya ini membuat hatinya menghangat. Rasa yang dulu untuk Nessa tak pernah pudar, masih sama.
Mata kedua insan itu bertemu. Randy memandang Nessa dengan tatapan penuh cinta. Nessa dipandang seperti itu membuat jantungnya berdegup kencang. Seperti seseorang yang jatuh cinta.
"Tante..." panggil Jihan. Pandangan kedua insan itu terlepas dikarenakan panggilan Jihan.
"Eh. Iya sayang ..., kenapa?" tanya Nessa lembut.
Jihan cemberut. Tante cantiknya sedari tadi hanya memandang sang papi.
"Tante...dari tadi mandangi papi mulu?" ucap Jihan cemberut.
Kedua insan itu salah tingkah. Namun, Randy tersenyum tipis.
"Maafkan tante sayang, Yuk...masuk." ajak Nessa.
__ADS_1
Randy dan Jihan masuk kedalam rumah Nessa.
Sementara itu, seorang pria berdiri terdiam terpaku di sebrang sana. Pria itu menatap nanar kearah rumah Nessa. Wanita yang selama ini dicarinya, ternyata ada didepan mata, wanita itu bersama adik dan keponakannya. Jadi, yang dimaksud dengan 'Tante Cantik' adalah wanita yang dicarinya.
Hatinya begitu sesak, ternyata wanita itu adalah wanita yang dicintai oleh sang adik. Haruskah Dia merelakan wanita itu. Namun, rasa cintanya sangat besar sekali. Sejak pertama bertemu dengan wanita itu dan merasakan nikmat tubuh wanita itu, Jimmy sudah mulai jatuh cinta.
Jimmy sudah menemukan Nessa. Sekarang wanita itu sudah berada didekatnya. Namun, membuatnya sakit, Ternyata wanita yang dicarinya sedang bersama adik dan keponakannya.
Apa dia tega menghancurkan kebahagian sang keponakan. Jihan sangat menyayangi wanitanya. Tak ingin mengganggu kebahagian mereka. Jimmy sebaiknya pergi saja dari sana. Membiarkan mereka bersama.
Jimmy melajukan mobilnya, meninggalkan tempat itu. Mengirim chat ke Randy, Tak bisa ikut bergabung karena ada suatu pekerjaan.
Jimmy membawa mobilnya ke Kota Medan. Dan Jimmy singgaj di club langganannya di Medan. Pikirannya sangat kacau hatinya sakit. Mungkin dengan sedikit minum akan mengurangi rasa sakitnya.
Memarkirkan mobilnya di club, dan segera turun dari mobil untuk masuk kedalam club. Duduk di tempat biasanya, Jimmy memesan banyak minuman sepertia biasa yang diminumnya ketika di club.
Menegak satu gelas minuman. Matanya berkaca - kaca, apakah sesakit ini mencintai seseorang. "Kenapa harus Randy..." seru Jimmy sudah mabuk.
__ADS_1
Entah sudah berapa gelas yang diteguk oleh Jimmy, pria itu sudah sangat mabuk. Matanya mengeluarkan air mata. Jimmy menangis dalam diamnya. Menahan sakit dihatinya. Wanita yang selama ini dicarinya, ternyata wanita yang juga dicintai sang adik.
"Aarrgh...." teriak Jimmy diantara dentuman musik club yang sangat kencang.
Dengan sekuat tenaganya Jimmy bangkit dari duduknya. Dia tak akan pulang kerumah sang adik malam ini. Dia akan menginap dihotel saja.
Dengan sempoyongan Jimmy berjalan menuju mobilnya. Tak mungkin menyetir dalam keadaan mabuk, Jimmy menelpon ank buahnya dan menyuruh anak buah untuk membawanya ke sebuah hotel di Kota Medan.
Dengan di papah oleh anak buahnya, Jimmy dibawa ke sebuah hotel bintang lima di Medan. Memesan sebuah kamar paling mahal.
Kini Jimmy berbaring didalam kama hotel yang dipesannya. Menenangkan pikirannya.
***
Ditempat lain,
Bagas, sudah mendapatkan sebuah ide, pria itu akan mengajak sang istri ke Bali juga. Disana mereka bisa sambil berbulan madu. Dengan senyum terkembang di wajah tampannya. Bagas akan pulang kerumah dan mengatakan kepada sang istri. Sebelum itu, Bagas juga sudah meminta izin oleh Dokter Rafi, agar mengikut sertakan sang istri ke Bali. Dokter Rafi pun setuju. Rafi sangat paham sekali, Bagas dan Tika masih bisa dikatakan pengantin Baru, jadi tak bisa terpisahkan. Ya...hitung - hitung bulan madu.
__ADS_1
Dengan hati senang, Bagas melajukan mobilnya. Di Bali, disana dia akan bekerja sambil berbulan madu.