Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 32


__ADS_3

Jimmy menemani Nessa untuk berjalan - jalan. Tangan Jimmy tak pernah lepas dari pinggang ramping Nessa. Pria itu begitu posesif sekali. Keduanya akan makan di restoran hotel.


Disudut lainnya, Bagas sedang menunggu kedatangan Tuan Darma, mebicarakan kerjasama antara mereka. Menurut Bagas hotel dan Restoran milik Tuan Darma ini sangatlah besar dan ramai.


Nessa sangat risih sekali, tangan pria yang bernama Jimmy itu tak pernah lepas dari pinggangnya. "Bi...bisa lepaskan tangan kamu?" bisik Nessa gugup.


"Kenapa? Kau tidak suka?" tanya pria itu datar tak ada ekspresi.


Nessa menelan ludahnya kasar, tatapan Jimmy sangat la menyeramkan, walaupun wajah pria itu tampan.


Akhirnya Nessa hanya diam saja, dan membiarkan pria itu memeluk pinggangnya.


Nessa menghela nafasnya pelan, mau sampai kapan seperti ini. Dia ingin bebas. Nessa menatap sekeliling resto, sangat ramai sekali. Namun, pandangannya terhenti di sudut resto, dia dapat jelas melihat sosok yang ia sangat rindukan, seorang yang diharapkan dapat menolongnya.


Deg! "Bagas..." gumam pelan Nessa.


Nessa sangat senang ada Bagas di sini. Ya Tuhan bantu aku, untuk keluar dari pria ini.


Nessa harus cari cara untuk bisa bertemu dengan Bagas.


"Tuan Jimmy, boleh...saya ke toilet?" mungkin cara seperti ini akan berhasil.


"Ayo, aku temani." Jimmy ingin berdiri dari duduknya, namun ditahan oleh Nessa.


"Aku bisa sendiri." Ucapnya.


Jimmy diam sejenak, "Baiklah. Tapi...jangan coba - coba kau melarikan diri?" bisik Jimmy ditelinga Nessa.

__ADS_1


Nessa menelan salivanya kasar, Hah...dia sangat gugup, pria yang ada di depannya ini seolah - olah tahu, dirinya akan lari.


Nessa hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai jawaban. Sebelum Nessa ingin berdiri, Nessa melirik kearah Bagas, ternyata Bagas juga ingin ke toilet.


Nessa tersenyum tipis. Dengan segera Nessa bangkit dan berjalan menuju toilet. Jimmy tak sedikitpun curiga. Dia membiarkan Nessa ke Toilet sendiri.


Nessa berjalan cepat menuju tiolet, dia ingin segera sampai, karena Bagas sudah disana.


Nessa, menenunggu di luar, menunggu Bagas keluar.


^^^*Tap...^^^


Tap...


Tap*...


Bugh...


Nessa dengan spontan memeluk tubuh Bagas, "Bagas...." ucapnya lirih.


"Nessa? Kau disini?" Bagas begitu terkejut, ternyata Nessa disini.


"Bagas...bawa aku dari sini Bagas, aku mohon, bawa aku pergi." Nessa memohon.


"Maksud kamu apa? Kau kenapa Nessa?" Bagas bingung.


Nessa melepaskan pelukannya, dan menatap Bagas. "Bawa aku pergi dari sini Bagas, aku...akan menjelaskan semuanya." Nessa mengatupkan kedua tangannya memohon.

__ADS_1


Bagas bingung, namun Bagas dapat melihat wajah Nessa yang ketakutan.


Bagas ingin membawa Nessa pergi, tapi ditahan oleh Nessa. "Jangan daris sana. Kita jalan belakang saja." Ucap Nessa.


Bagas setuju, keduanya berjalan dari pintu belakang, tak lama keduanya sampai di luar resto dan bergegas cepat menuju parkiran hotel.


Bagas melupakan janjinya kepada Tuan Darma. Saat ini Bagas ingin membawa Nessa pergi dari tempat itu.


Keduanya sudah berada di dalam mobil, "Cepat Bagas." Dengan cepat Bagas menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya keluar area hotel.


***


Di dalam Resto...


Jimmy masih setia menunggu Nessa, pria itu mulai tak sabar. Jimmy menyusul Nessa ke toilet, mencarinya, namun nihil tak menemukannya. Jimmy sangat geram, ternyata wanita itu menipunya.


Jimmy bertanya kepada cleaning service resto. Bertanya, apakah melihat seorang, Jimmy mengatakan ciri - ciri Nessa.


Sang cleaning servise menjawab, dia tadi melihat seorang wanita dengan ciri yang dikatakan Jimmy tadi, wanita itu keluar dari pintu belakang, bersama seorang pria.


Jimmy mengepalkan kedua tangannya, ternyata Nessa ingin bermain - main dengannya. Berani sekali dia lari darinya.


Jimmy bergegas keluar dari tempat itu tanpa berkata terima kasih kepada cleaning servise itu. Jimmy menelpon anak buahnya, untuk mencari keberadaan Nessa. Untuk saat ini Jimmy akan kembali ke kamar hotel miliknya.


Bagas membawa Nessa ke suatu tempat yang jauh dari kota Brastagi, dia akan membawa Nessa ke sebuah Villa milik dokter Ryan. Sepertinya sementara tempatnya aman untuk Nessa.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2