
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Seperti keinginan Jihan, malam ini gadis kecil itu bersama dengan papinya akan menginap dirumah Nessa.
Jihan sudah memakai piayama tidurnya, mereka bertiga lagi duduk santai diruang televisi. Menonton kartun kesukaan Jihan. Seperti keluarga yang bahagia. Jihan yang duduk di antara papi dan Nessa.
Keadaan seperti inilah yang Jihan mau, keluarga yang lengkap. Jihan merindukan sosok seorang ibu. Gadis kecil itu tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
Semenjak ketemu dengan Nessa, Jihan sangat senang. Berharap kalau Nessa menjadi mami nya.
*****
Di Medan.
Jimmy masih merasa frustasi, Nessa, wanitanya adalah wanita yang di cintai oleh Randy sang adik. Apa Jimmy sanggup untuk merebut Nessa dari Randy.
Hanya Randy keluarganya. Sepertinya Jimmy harus mengalah, melepas Nessa. Untuk saat ini, Jimmy akan menetap di Medan. Menjauh dari mereka.
Jimmy sekarang tinggal di aparteman nya di Medan. Pria itu belum memberi kabar kepada Randy. Biarkan saja pikirnya.
****
Kembali pagi menyapa.
Bagas dan Tika, pasangan suami istri itu semakin romantis saja. Terbukti, pagi ini keduanya lagi masak bersama untuk sarapan pagi. Mereka saling melengkapi. Bagas tanpa Tika terasa hampa, begitu sebaliknya, Tika tanpa Bagas juga hampa.
"Yank...setelah ini, terus diapai?" tanya Bagas. Pria itu sedari tadi memotong - motong wortel dan kentang.
__ADS_1
"Di cuci bersih mas." Jawab Tika.
Bagas mengangguk dan langsung mencuci bersih wortel dan kentang itu.
"Sudah Yank..." ucapnya lagi.
"Mas, isi air di panci kecil itu, dan didihkan airnya, setelah itu masukan wortel terlebih dahulu, biarkan wortelnya sebentar dan setelah itu masukan kentangnya." Seru sang istri.
Bagas melakukan perintah sang istri. Istrinya itu memang the best dalam memasak.
Setelah empat puluh lima menit, semua masakan untuk sarapan pagi telah selesai dan siap untuk disantap.
Pagi ini, mereka sarapan cukup lengkap, ada ikan goreng, tempe, ada sambal dan juga sayur. Menu sehat menurut mereka.
Bagas begitu lahap makan masakan sang istri.
"Jangan dong Mas. Mas juga harus rajin olahraga juga." seru Tika.
"Kamu, malu...punya suami gendut?" tanya Bagas menggoda.
"Gak juga sih, masak Badan aku kecil, mungil, suami aku gendut. Kan gak lucu mas."
Bagas terkekeh lucu. "Iya...mas juga gak mau gendut kok. Nanti, kamu lari lagi ninggalin mas."
Pagi yang indah untuk keduanya. Tika sangat bahagia, semoga saja pernikahannya selalu bahagia selamanya.
__ADS_1
***
Di Binjai.
Sama seperti Bagas dan Tika. Dirumah Nessa, juga lagi sibuk di dapur. Mereka berdua juga lagi masak bersama. Tidak seperti pasangan Tika dan Bagas yang romantis sambil memasak.
Randy dan Nessa, mereka sangat canggung ketika berdua seperti ini. Pria yang bernama Randy itu setiap kali berdekatan dengan Nessa, jantungnya selalu berdebar kencang. Seperti orang yang baru jatuh cinta.
Namun, Randy bersikap tenang. Tak ingin kelihatan gugup.
"Nes..." bisik Randy lirih.
Nessa menoleh. "Ada apa Mas?" seru Nessa pelan dan lembut.
"A...aku, sudah selesai, tumis capcay nya sudah masak." Randy memang pintar memasak. Tugasnya sedari tadi memasak sayur.
"Pindahkan ke piring itu mas?" tunjuk Nessa ke arah piring.
Randy melihatnya. Pria itu pun mengambilnya. Dan meletakan sayur yang telah matang.
Semua masakan telah selesai. Keduanya menunggu princes Jihan saja. Gadis kecil itu masih tidur.
"Aku, banguni Jihan dulu ya Ness." Seru Randy.
"Iya mas."
__ADS_1
Randy berjalan menuju kamar Nessa, dimana anak gadisnya masih tidur.