
Tika sudah berada di ruangan Dokter kandungan di Rumah Sakit Bali. Setelah selesai makan tadi, Tika pamit sebentar kepada sang suami, dia ingin membeli cemilan di kantin rumah Sakit.
Tika mengatakan keluhan - keluhannya. Mulai dari pusing, mual dan sebagainya. Sang Dokter pun menyuruh Tika berbaring diatas brangkar.
"Selamat Nona, anda akan menjadi seorang ibu." Seru Sang Dokter Ramah.
Mata Tika berkaca - kaca. Sungguh sangat bahagia sekali, buah cintanya dengan suami akan hadir sebentar lagi.
Tika akan memberikan kejutan untuk sang suami.
***
Setelah memeriksakan kedokter kandungan. Tika pergi ke minimarket terdekat dari rumah sakit. Wanita itu ingin membeli susu dan beberapa cemilan untuk dirinya.
Lagi asyik memilih susu, Tika tak sengaja menyenggol lengan seorang wanita. "Duh, maaf ya mbak." Seru Tika.
"Eh...gak apa Mbak." wanita itu menoleh.
"Tika?" sapanya.
Tika melebarkan matanya, "Nessa." Bathin nya.
Tika menelan salivanya kasar. Nessa ada disini. Ada rasa ketakutan, jangan sampai Nessa bertemu dengan sang suami.
__ADS_1
"Apa kabar Lo Tik?" tanya Nessa.
"Baik." Jawab jujur.
"Tinggal di Bali sekarang?" tanya Nessa.
"Ng...gak kok. Cuma liburan." seru Tika. Tika tak ingin berlama - lama bertemu Nessa.
"Lo sendiri?" tanya Tika balik.
"Hmm...gue juga lagi liburan" seru Nessa.
"Sendiri?" tanya Tika.
Tika mengangguk - anggukan kepalanya. Karena tak ingin berlama - lama. Tika pamit kepada Nessa.
Tika berjalan cepat setelah membayar semua belanjaannya. Kenapa juga harus bertemu dengan Nessa pikirnya.
Nessa teringat pertemuan nya dengan Tika tadi, sepertinya tadi Tika membeli susu. Dan, kayaknya yang dibeli Tika adalah susu ibu hamil. Apakah Tika lagi hamil? Nessa tak mau ambil pusing, bukan urusannya juga kan.
***
Di Kota Medan...
__ADS_1
Di perusahaan Jimmy, pria itu sangat marah kepada manager keuangan, kenapa bisa kecolongan seperti ini. Salah satu karyawan di bagian keuang di perusahaannya cabang Bali, melakukan korupsi yang cukup besar.
"Bagaimana bisa ini! Karena orang itu, Perusahaan saya di Bali mengalami kerugian yang cukup besar!" seru Jimmy marah kepada sang manager.
"Maafkan saya Pak. Saya lalai." Ucap Manager itu tertunduk.
"Saya harus ke Bali, mengurus semuanya. Pesankan tiket untuk saya kesana." Pinta Jimmy.
Jimmy teringat, kalau dia ke Bali, terus...Alisa bersama siapa? Jimmy menghela nafasnya.
"Pak Rahmat, pesankan dua tiket ke Bali." seru Jimmy, dia akan mengajak Alisa ke Bali.
"Baik Pak." sahut Pak Rahmat.
Jimmy harua pulang terlebih dahulu, lebih tepatnya pulang ke Aparteman, karena dia akan mengajak Alisa.
Sedangkan Alisa, lagi sibuk membereskan dan membersihkan seluruh ruangan di Aparteman itu. Sekarang Alisa adalah pelayan di Aparteman ini.
Semua pekerjaan rumah hampir semua dia kerjakan, hanya tinggal memasak saja. Hari ini dia akan memasak Udang asam manis, sayur capcay dan tempe goreng tepung. Mudah - mudahan Tuannya itu menyukai masakannya.
Sekarang, Alisa memulai masak. Mengeluarkan bahan - bahan dari kulkas. Isi dalam kulkas sudah penuh lagi. Karena Tuannya itu sudah memesan banyak bahan makanan.
Setelah bahan terkumpul, Alisa memulai memasaknya. Membersihkan terlebih dahulu udangnya. Dan setelah itu yang lainnya.
__ADS_1
Tengah asyik memasak, Alisa sampai tidak tahu kalau Tuannya sudah pulang. Karena Jimmy langsung masuk saja, tanpa memencet bel. Karena dipikirnya, aparteman ini adalah milikny. Jadi dia bebas mau melakukan seperti apa.