
Makan malam dirumah Nessa sudah selesai, para tetangga sudah berpulangan, mereka mengucapkan banyak banyak terimakasih. Mereka semua memuji masakan Nessa, mereka menyukainya.
Nessa sangat senang, semuanya menyukai masakannya. Walaupun sebenarnya masakan itu untuk Bagas, untuk rasa terimakasihnya.
Sekarang, waktunya untuk membereskan sisa sisa makanan dan banyaknya piring kotor. Setelah selesai nanti, barulah Nessa beristirahat.
***
Di Gedung Pernikahan...
Para undangan sudah banyak yang berpulangan, tandanya pesta akan segera selesai. Bagas sang pengantin pria sudah tak sabar untuk bermalam pertama bersama istri tercintanya.
Bagas tak melepaskan rangkulan dipinggang Tika, sesekali dia membisikan, "Mas sudah gak sabar Yank." Bisikan Mesum Bagas.
Tika memutar matanya malas. Suaminya ini sangat mesum sekali.
"Yank...udah yuk, kekamar aja kita." Bisik Bagas lagi. Pria itu sungguh tak sabar.
"Sabar dong Mas. Saudara - saudara kita masih ada tu Mas." Ucap Tika sambil menunjuk kearah mereka.
Bagas menghela nafas pelan. Lama banget rasanya, padahal jam sudah menunjukan pukul delapan malam lewat tiga puluh. Seharusnya acara telah usai, tapi kenapa lama sekali.
Bagas menekuk wajahnya. Tika melirik sang suami, dia tersenyum geli melihat wajah cemberut sang suami.
Tak berapa lama, akhirnya para saudara - saudara sudah berpulangan, orang tua dari kedua mempelai telah masuk kedalam kamar hotel mereka untuk beristirahat.
Bagas pun sudah tak sabar, ia segera menarik sang istri untuk masuk kedalam kamar pengantin mereka. Langkah Bagas begitu cepat, membuat Tika kewalahan. Baju pengantin yang dipakai Tika sangat menyusahkannya untuk berjalan dan sepatu high heel nya juga begitu tinggi.
"Mas....pelan - pelan dong, kaki aku sakit banget nih..." rengek Tika.
__ADS_1
Bagas menghentikan langkahnya karena mendengar rengekan sang istri, Bagas akhirnya menggendong Tika ala bridle style.
Tika pun mengalungkan kedua tangannya ke leher Bagas. Dia menatap wajah tampan sang suami, begitu menggemaskan sekali.
Cup...
Cup...
Tika mengecup bibir sang suami dengan cepat dan tersenyum menggoda. Tingkah itu membuat sang suami semangkin mempercepat langkahnya menuju kamar.
Akhirnya sampai juga di kamar pengantin mereka, dengan cepat Bagas membuka pintunya dan menutup kembali. Sampai di bibir ranjang, Bagas melemparkan Tika keatas ranjang pengantin mereka.
Tanpa menunggu lama, Bagas membuka pakaian dan jas nya. Dia sudah sangat tidak sabar untuk menikmati malam pengantin ini.
Tika terkekeh geli melihat suami tercintanya itu. Kini Bagas sudah mengukung tubuh Tika, posisinya Bagas diatas Tika. Hal yang utama dilakukan Bagas adalah, mencium seluruh wajah Tika, dan berhenti di bibir seksi sang istri, ********** begitu dalam dan lembut. Mereka melakukan pemanasan dulu sebelum melakukan kegiatan intinya.
Puas dengan bibirnya, kini Bagas turun ke leher putih mulus Tika, pria itu mengecup dan memberikan tanda kepemilikan nya. Tika sangat menikmatinya, sampai gadis cantik itu mengeluarkan suara laknatnya.
Bagas membuka baju pengantin Tika, dengan mudahnya dia membukanya. Kini entah bagaimana keduanya sudah tak lagi memakai pakaian, keduanya sudah polos.
Tika sangat malu, melihat tubuh polosnya dilihat sang suami. Pipinya merona.
"Kenapa hmm...?" tanya Bagas.
"Malu mas..." ucap Tika.
"Setiap hari, aku akan melihatnya sayang..." goda Bagas.
Semakin malu saja Tika dibuat suaminya itu. Tanpa menunggu lama, Bagas memulai aksinya lagi, kini dia bermain di dua aset milik sang istri, mengecupnya, seperti bayi yang kehausan Bagas terus menikmatinya.
__ADS_1
Tika sungguh menikmatinya, suara - suara laknak itu keluar dari mulut Tika sedari tadi.
"Mas..." sungguh sangat nikmat.
Bagas tak pernah puas untuk bermain - main di area itu, dia masih saja bermain disitu.
Sekira sudah puas, Bagas turun kebawah bagian tubuh sang istri. Bagas bermain di area perut sang istri, dia memberi kecupan - kecupan di perut Tika.
Tika menggelinjang kegelian. Suami nya ini, sungguh sangat ahli sekali membuat dirinya merasakan kenikmatan.
Sudah merasa puas, Bagas akan memulai kegiatan intinya. Ini adalah yang pertama bagi sang istri, dia akan pelan - pelan melakukannya, agar sang istri tak kesakitan.
"Mas...masuk ya sayang?" tanya Bagas.
Tika mengangguk pelan. Sungguh membuat Bagas bahagia, dengan perlahan dia mengarahkan miliknya ke dalam gua kenikmatan sanh istri.
Awal yang sangat sulit sekali, namun Bagas terus berusaha untuk masuk kedalam goa. Yang kedua masih belum juga. Dan...akhirnya yang ketiga, Bagas berhasil masuk kedalam goa.
Jleb...
"Aww...sakit Mas..." ucap Tika merintih kesakitan.
"Mas, akan pelan - pelan sayang...nanti juga gak akan sakit. Akan nikmat sayang..." ucap Bagas lembut.
Tersa sudah masuk dengan penuh, Bagas berdiam sebentar agar sang istri mengatur nafasnya. Serasa sudah tenang, Bagas mulai menggerakannya, keluar masuk. Perlahan dan lama kelamaan peegerakan Bagas begitu cepat.
Tika sudah tidak merasakan sakit lagi, sekarang dia sudah menikmatinya. Tika memberikan perawannya kepada suaminya. Bagas sangat bersyukur sekali.
Pasangan pengantin baru itu menikmati malam pengantin mereka dengan sangat indah sekali. Entah sudah berapa ronde mereka lakukan.
__ADS_1
Kini, Tika Wulandari sudah resmi menjadi istri sepenuhnya Bagas Abdi Nugroho. Mereka berdua akan menjalankan kehidupan rumah tangga. Melewati bermacam masalah dan memecahkannya. Mudah - mudahan kedua bisa menghadapinya dengan tenang dan tak ada keributan.
Bersambung....