
Jihan sangat merindukan uncle nya. Sungguh sangat sulit menelpon sang uncle, kadang ponselnya gak aktif, kalau aktif telpon Jihan tak pernah dijawab. Kemana sebenarnya uncle nya itu?
Jihan selalu cemberut, gadis kecil itu selalu menyuruh papinya untuk mencari keberadaan uncle Jimmy nya.
"Papi?! Udah cari uncle kan? Udah ketemu belum?" tanya Jihan berharap.
Hah. Randy meghela nafasnya. "Maafkan papi sayang, papi gak tahu dimana uncle Jimmy." Seru Randy tak enak hati.
Jihan memanyunkan bibirnya. Jika nanti, sang uncle ketemu, Jihan akan jewer kuping uncle Jimmy nya itu.
****
Disudut Kota Medan...
Seorang pria tampan bernama Jimmy, hanya menatap datar ke ponselnya yang sedari tadi berdering. Tertera nama 'My Princess' dilayar ponselnya. Princess kecilnya itu pasti mencari - cari dirinya.
Sejujurnya, Jimmy juga sangat merindukan Princes nya itu.
"Maafkan uncle sayang, untuk saat ini. Uncle ingin sendiri saja." Gumam Jimmy dalam hati.
Jimmy ternyata, menyuruh anak buahnya untuk mecari tahu, sampai mana hubungan Nessa dengan sang adik yaitu Randy.
Dadanya sesak dan sakit, anak buah Jimmy banyak mengirimi foto - foto kebersamaan Randy, Jihan dan Nessa, mereka seperti sebuah keluarga.
Bahkan, anak buahnya mengatakan, kalau Randy dan sang anak sering menginap di rumah Nessa.
__ADS_1
Semangkin sakit saja hatinya, berbulan - bulan ia mencari keberadaan Nessa, berharap Nessa akan segera ketemu, dan setelah itu, dia akan menikahi Nessa. Kalau Nessa tak mau, dia akan memaksa. Asal, Nessa selalu bersamanya.
Julukan cassanova yang melekat di diri Jimmy sudah lenyap seketika. Semenjak mengenal Nessa, Jimmy tak berselera lagi melihat wanita - wanita malam. Jimmy benar - benar sudah berubah.
***
Di Bali....
Tika sudah mendarat di Bali, pergi ke Bali degan terburu - buru, pakaian yang dikenakannya adalah piayama tidur berwarna merah lengan panjang dan celananya panjang. Dan, hanya tas kecil, didalamnya ada ponsel dan dompetnya. Hanya itu yang dibawanya ke Bali.
Pikiran Tika sangat kalut, takut sang suami parah akan kecelakaannya. Turun dari pesawat dan langsung masuk kedalam mobil jemputan dokter Ryan, mereka berdua yaitu Dokter Rafi dan Tika langsung dibawa kerumah sakit Bali, dimana Bagas dirawat.
Tika duduk dengan gelisah, berdoa dalam hati, semoga sang suami baik - baik saja.
Hanya doa yang dapat membangunkan Bagas dari komanya.
Dokter Ryan yang menjaga Bagas dirumah sakit menghela nafasnya. Sungguh sangat malang sekali Bagas, mantan asisten terbaiknya. Dia akan melakukan dan memberikan yang terbaik untuk kesembuhan Bagas.
Dokter Ryan hanya melihat dari balik kaca jendela ruangan Bagas, pria itu terbaring lemah dengan bantuan alat - alat medis.
Beberapa jam kemudian....
Tika dan Dokter Rafi sampai dirumah sakit Bali. Tika tak sabaran, dia yang pertama turun, dan berlari masuk kedalam rumah sakit, ingin segera mencari kamar rawat sang suami. Air mata Tika terus saja mengalir deras. Takut kehilangan.
Dokter Rafi, menggelengkan kepalanya, dia sangat mengerti perasaan Tika. Pasti sangat sedih sekali. Orang yang dicintai mengalami kecelakaan. Rafi sudah sangat hafal dengan rumah sakit Bali ini. Jadi, dia membiarkan Tika masuk duluan.
__ADS_1
Tika bertanya ke para perawat yang berjaga di receptionis. Bertanya dimana ruangan atas nama Bagas. Salah satu suster itu mengatakan, kalau yang bernama Bagas, berada diruangan ICU.
Deg...
Ruang ICU? Jantung Tika seakan mau copot, pasien yang berada di ruangan ICU, adalah pasien yang parah. Apakah suaminya parah?
"Di...dimana, ruangannya sus?" tanya Tika terbata dan terisak.
"Mari, saya antar Nona." Seru suster yang satu lagi. Mereka berdua berjalan keruangan ICU.
Ketika suster itu ingin berjalan mengantarkan Tika, ia menemukan sosok seorang Dokter tampan, dan dia sangat kenal dengan Dokter itu.
"Dokter Rafi?" sapa Suster Dewi. "Apakabar dok?"
"Baik." jawabnya datar.
Berbincang sebentar, karena Tika sungguh tak sabaran, wanita itu, sangat nekad.
"Nona?!" teriak suster, karena ia melihat kalau Tika ingin mencari sendiri ruang ICU.
Dokter Rafi mengikuti kedua wanita itu, Rafi juga sangat cemas dengan keadaan sang asisten. Dia mendengar kalau Bagas berada diruang ICU.
Ketika Tika masuk kedalam rumah sakit, Rafi menyusulnya dari belakang.
Suster itu telah sampai mengantarkan Tika dan dokter Rafi keruangan ICU. Di luar ruangan, ada Dokter Ryan lagi duduk di kursi tunggu.
__ADS_1