Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 76


__ADS_3

Deg...


Tika ingat kalau dia belum mendapat tamu bulanannya. Sudah dua bulan ini dia belum haid juga. Apakah dia hamil. Senyum mengembang di bibirnya. Kalau saja itu benar, sungguh sangat karunia sekali. Bagas sang suami pasti sangat senang dan bahagia mendnegarnya.


Tika akan memberikan kejutan ini kepada sang suami. Tapi, sebelumnya dia akan memastikannya terlebih dahulu, kebetulan masih berada dirumah sakit, Tika akan memeriksakan dirinya ke Poli Kandungan dirumah sakit ini.


Diluar, Bagas sangat khawatir sekali dengan kondisi sang istri, "Yank...!!" teriak Bagas. "Sayang, kamu gak apa - apakan?" tanya Bagas panik. Kenapa lama sekali sang istri didalam kamar mandi, suara muntahan masih terdengar.


Tika membersihkan mulutnya dari sisa - sisa  muntahan, dia merapikan penampilannya agar sang suami tak curiga, agar kejutan berjalan lancar.


Ceklek...


Tika tersenyum, "Yank...kamu kenapa? Wajah kamu pucat." Tanya Bagas khawatir.


"Aku gak apa - apa Mas, Magh aku kambuh. Beberapa hari ini, aku gak teratur makan." Ucap Tika bohong demi melancarkan kejutan untuk sang suami.


Bagas menata wajah sang istri, pria itu tak yakin kalau sang istri tak apa - apa. "Sini Yank...dekat sama Mas." Ajak Bagas, pria itu ingin memeluk sang istri.

__ADS_1


Tika datang kepelukan sang suami, sangat nyaman sekali. Harum tubuh sang suami begitu menenangkan sekali. Mungkin calon anak mereka ingin selalu dekat dengan ayahnya. Tika semaking mengeratkan pelukan ditubuh sang suami.


Bagas mengelus rambut sang istri dengan sayang. "Maafkan mas ya sayang...karena menjaga mas, kamu sampai lupa makan." Seru Bagas merasa bersalah. Bagas memeluk erat tubuh sang istri.


"Sudah menjadi kewajiban aku mas, aku ini istri kamu." Seru Tika.


"Terimakasih Sayang." Bagas semakin memeluk erat Tika.


Tika tersenyum di dalam pelukan. Dia sangat yakin, kalau sudah ada calon anak didalam perutnya.


***


Alisa tak habis pikir ternyata pria yang bernama Jimmy itu sangatlah dingin. Sebenarnya pria itu baik. Dan Alisa sempat heran, apakah Jimmy lupa akan keberadaannya di Aparteman ini.


Setelah mandi, di kamar disebalah kamar utama. Tubuh Alisa sangat segar, perutnya mulai lapar. Makanan yang semalam dia masak disimpannya di dalam lemari es, itu akan dijadikan untuk makan siang ini.


Ditatanya makanan diatas meja makan. Alisa juga meletakan piring kosong di meja itu, mana tahu pria dingin itu ingin ikut makan.

__ADS_1


Di dalam kamar....


Jimmy membuka matanya, pusing dikepalanya sudah sedikit berkurang. Siang ini ada rapat penting diperusahaannya. Mau tidak mau, dia harus menghadirinya.


Jimmy turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Dua puluh lima menit kemudian, Jimmy sudah selesai mandi dan bergegas menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil sepasang baju kerjanya.


Serasa sudah rapi, Jimmy dengan segera keluar dari kamarnya dan perutnya sudah sangat lapar, semalaman tak ada nasi masuk kedalam perutnya.


Ceklek...


Berjalan menuju dapur, langkah Jimmy terhenti, dia melihat seorang gadis duduk di kursi makan. Gadis itu sangat lahap makan. Siapa gadia itu?


Jimmy melangkah perlahan, siapa orang yang berani masuk kedalam apartemannya. Pria itu lupa, bahwa dialah yang membawa gadis itu kemari. Mungkin karena semalam dia mabuk. jadi melupakannya.


"Ehmm..." Jimmy berdehem. "Siapa kamu!?" tanya Jimmy datar dan dingin.

__ADS_1


Uhuk...uhuk... Alisa tersedak dibuatnya.


__ADS_2