
Hari mulai menampakan sinarnya. Pasangan pengantin baru yang baru merengguh kenikmatan tiada tara, keduanya masih terlelap kelelahaan. Pukul empat pagi keduanya baru menyelesaikan olahraga ranjang mereka.
Sekarang sudah pukul sembilan, keduanya masih enggan membuka matanya. Masih kelelahan. Bagas dan Tika masih terlelap di balik selimut tebal menutupi tubuh polos mereka. Saling berpelukan erat.
***
Ditempat lain...
Nessa, wanita cantik yang kini tinggal di sebuah kota kecil, wanita itu baru saja bangun dari tidurnya, dia pun kesiangan.
Membersihkan tubuhnya dengan mandi, pagi ini dia akan jogging keliling kampung saja. Sambil menyapa para warga disekitar.
Nessa memiliki wajah yang cantik, banyak pemuda di daerah situ terpesona dengan kecantikan Nessa.
Jogging keliling kampung, membuat Nessa sangat dikenal. Kini Nessa berada di taman kecil di ujung tempatnya tinggal. Ketika Nessa lagi berlari kecil di taman itu, tiba - tiba seorang gadis kecil menabraknya.
"Aww...hu..hu...sakit." Tangis anak itu, gadis kecil itu terjatuh.
Nessa sontak kaget, "Maafkan tante sayang, kamu gak apa - apa kan?" tanya Nessa, dia kasihan melihat gadis kecil itu.
"Sakit tante...hu...hu..." isaknya.
Nessa membantu gadis kecil itu berdiri. Dan mereka duduk di bangku taman. Nessa melihat lutut gadis kecil itu luka memerah.
"Maafin tante ya sayang." Nessa merasa bersalah.
"Aku yang salah tante...aku gak lihat lihat." Ucap gadis kecil itu. Gadis yang cantik dan menggemaskan. Rambutnya pirang, agak ikal, pipi tembem, kulit putih.
"Kamu disini, sama siapa sayang?" tanya Nessa, karena dilihatnya gadis kecil ini juga lagi jogging.
"Sama papi tante." Jawabnya.
__ADS_1
"Papi kamu mana?" tanya Nessa lagi.
Gadis kecil itu hanya mengangkat bahunya saja, karena dia memang tidak tahu dimana papinya.
***
Seorang pria tampan sangat panik sekali, pria itu sedari tadi mencari sosok anak perempuannya. Karena sibuk dengan menelpon tadi, Randy melupakan sang anak.
Kini dia panik, kemana anak perempuannya itu. "Kemana kamu sayang....maafkan papi Nak." gumam Randy.
Randy mencari di setiap sudut, merasa lega, akhirnya Randy menemukan anaknya. Randy mengernyitkan dahinya, sang anak duduk bersama seorang wanita. Randy tak dapat melihat wajah wanita itu karena posisinya berada di belakang.
Randy berjalan pelan menuju bangku taman itu. "Jihan?!!" teriak Randy, memanggil sang anak.
Jihan dan Nessa menoleh kearah belakang.
"Papi!" pekik Jihan. Di senang, sang papi ketemu.
Deg...
Tubuh Nessa serasa tegang sekali, pria di hadapannya ini membuatnya terkejut. Kenapa harus bertemu dengannya.
***
Kembali Ke pasangan pengantin baru.
Di kamar hotel, Bagas dan Tika melakukan ritual ranjang mereka lagi, ranjang sudah sangat berantakan sekali, keduanya belum sarapan. Bangun dari tidur tadi, Bagas sang suami melahap tubuh sang istri lagi.
Keduanya baru selesai pukul dua belas siang. Tika sungguh tak sanggup untuk bangun bahkan membuka matanya.
Sedangkan Bagas sudah rapi, dia sudah mandi. Bagas melihat sang istri masih bergelung di balik selimut tebal menutupi tubuh polosnya.
__ADS_1
Bagas tersenyum, mengingat pergulatan panas mereka tadi malam dan yang barusan mereka lakukan.
Bagas duduk di tepi ranjang. Di elusnya pipi sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Mas, akan selalu memberikan kamu kebahagian sayang...Mas janji." gumam Bagas.
Tika menggliat, matanya perlahan terbuka, pemilik wajah cantik itu tersenyum bahagia.
"Mas...udah bangun?" tanya Tika.
"Sudah sayang."
Tika ingin bangkit dari tidurnya, namun tubuhnya rasanya sangat lelah sekali.
"Kenapa Yank?" tanya Bagas cemas. Dia melihat sang istri kesusahan untuk bangun.
"Badan aku, rasanya mau remuk mas..." rengek Tika.
Bagas menghela nafasnya, "Maaf sayang, mas udah buat kamu kelelahan."
"Mas bantu yuk, kamu mau mandikan?" tanya Bagas.
Tika mengangguk. Bagas membawa Tika kekamar mandi, meletakan kedalam bathub. Kebetulan tadi, air didalam bathub sudah diisi oleh Bagas dengan air hangat.
Tika sungguh sangat nyaman dan tenang. Air hangat membuatnya tenang dan rasa sakit ditubunhnya hilang.
"Mas, tunggu di luar ya Yank. Setelah kamu mandi, kita sarapan ya?" ucap Bagas.
Tika hanya menjawab anggukan saja. Dia sangat menikmati air hangat di bathub.
Bersambung....
__ADS_1