Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 18 Mendapat Kedua Restu


__ADS_3

...***Terima Kasih Sudah mau membaca Novel aku ya.....


...Tetap dukung terus dan Bagi Vote, hadiah, like dan komen ya.....


...Terimakasih***........


😍😍😍😍😍😍😍


Hari yang ditunggu pun telah tiba, tepatnya satu minggu dihari hari Minggu, Bagas akan membawa sang kekasih untuk menemui Bunda dan Ayah nya.


Karena di hari Minggu Bagas tak banyak pekerjaan, dan Tika pun tak bekerja di Hari Minggu. Bagas akan menjemput sang kekasih dirumah nya pukul enam sore, sekalian mereka akan makan malam bersama dirumah Bagas. Dari rumah sakit, Bagas akan langsung kerumah Tika.


Gadis cantik yang akan menemui calon mertuanya itu lagi disibukan akan pilihan baju yang akan dipakainya. Hampir satu lemari dia keluarkan, namun masih bingung mau pakai yang mana.


Mama Tika, masuk kedalam kamar anak gadisnya itu. Yang pertama dilihat Mama adalah banyaknya baju - baju yang berserakan diatas ranjang sang anak.


"Sayang...kok malah diserakin begini sih?" tanya mama bingung.


"Tika bingung Ma, mau pakai yang mana." Ucap Tika benar benar bingung.


Mama hanya geleng - geleng saja. "Pakailah yang sopan sayang." Saran Mama.


"Iya Ma, tapi yang mana. Tika bingung Ma." Seru Tika.


Mama Tika pun memilihkan pakaian yang pantas dipakai sang anak. Mama Menjatuhkan pilihannya dengan sebuah dress yang panjangnya dibawah lutut sedikit, dengan motif bunga. Menurut mama, Tika sangat cocok, dan cantik memakai dress itu. Kulit putih sang anak semakin terlihat.


"Ini saja sayang...pasti kamu cantik." Mama menyarankan.


Tika memandang dengan lekat pilihan sang mama. Hmm...menurutnya bagus juga. Baju yang ditunjukan mamanya adalah pemberrian kekasihnya.

__ADS_1


"Ya udah deh Ma, ini aja yang aku pake." Seru Tika akhirnya.


"Ya sudah. Cepat pakai bajunya. Ini udah jam berapa. Bentar lagi Bagas akan datang." Ucap Mama.


"Ok Ma."


Karena sudah pukul lima lewat lima belas menit, Tika pun menyegerakan dirinya untuk memakai pakaian yang dipilih sang mama dan dia akan berdandan cantik juga.


Diperjalanan Bagas mendapat telpon dari Nessa, wanita itu meminta bantuannya sebentar saja. Nessa tadi pulang dari rumah sakit menaiki ojol, namun ojolnya mogok dijalan, Nessa bingung harus naik apa pulang. Sementara itu tempat ojol Nessa mogok, jalanannya tak ada angkutan umum yang lewat. Mau tak mau Nessa meminta bantuan Bagas untuk menjemputnya.


"Halo Gas, Assalamualaikum...Bagas, bisa jemput aku gak? Ojol yang aku naiki mogok." Ucap Nessa lirih.


"Kamu dimana? Tunggu aja di situ ya. Aku kebetulan lagi dijalan juga, sebentar lagi aku jemput." Seru Bagas.


"Iya Gas, aku di jalan xxx." serunya. Jalan itu seperti sebuah gang. Jalan nya kecil. Hanya motor yang bisa lewat. Ojol yang dinaiki Nessa mengambil jalan pintas.


"Ya sudah, kamu tunggu saja disitu ya?" Ucap Bagas.


Hanya butuh waktu sepuluh menit, Bagas sampai di jalan yang Nessa maksud. Karena mobil tak bisa masuk jadi Bagas sedikit berjalan menuju tempat Nessa.


"Nes," panggil Bagas.


"Bagas. Makasih ya, maaf udah ngerepotin." Ujar Nessa.


"Iya gak apa, ayok." Dengan reflek Bagas menarik tangan Nessa, mengajak wanita itu menuju mobilnya dan segera mengantar wanita itu pulang.


Nessa yang diperlakukan seperti itu sangat senang, dengan lembut Bagas menarik tangan Nessa dan seperti menggenggamnya, mereka berjalan.


Sampai di depan mobil, Bagas membukakan pintu mobil untuk Nessa. Nessa tersenyum kecil, Bagas sungguh perhatian sekali kepada dirinya.

__ADS_1


Kalau boleh jujur, Nessa mulai suka dengan Bagas. Berharap menjadi kekasihnya. Namun, Nessa tak ingin memaksakan dirinya, tak ingin mengulang kesalahan seperti dulu. Dengan seperti ini saja Nessa sudah senang sekali.


Bagas mengantar Nessa pulang, mobil yang di kemudikan Bagas melaju dengan cepat, Bagas sangat terburu - buru. Nessa bisa melihat itu, seperti nya Bagas mengejar waktu.


"Gas, apa kau sedang terburu - buru?" tanya Nessa.


"Iya Nes, aku ada urusan yang harus aku selesaikan." Jawabnya.


Nessa mengangguk. Nessa hanya diam, wanita itu tak ada lagi suara, wajahnya di tolehkan kesamping, melihat jalanan dari jendela mobil.


Dua puluh lima menit kemudian. Bagas sudah sampai dirumah Nessa. Bagas tak turun dari mobil, karena dia memang terburu buru. Nessa pun mengerti, tapi sebenarnya dia ingin mengajak Bagas mampir dulu.


***


Bagas sudah telat sepuluh menit, jam tangannya sudah menunjukan pukul enam lewat lima belas menit.


Tika sudah siap dari pukul lima tadi, menunggu sang kekasih, kenapa belum dijemput juga. Tika sudah mondar mandir ke teras rumah karena yang ditunggui lama Jadi, Tika masuk lagi. Seperti itulH diulang terus.


Tepat pukul enam tiga puluh, waktu yang mendekati waktu magrib.


Tika mendengar suara deru mobil, dengan langkah cepat Tika keluar melihatnya. Ternyata yang ditunggu dari tadi telah tiba.


"Kakak...!" pekik Tika senang.


Bagas merentangkan tangannya agar Tika dapat memeluknya.


"Maaf ya sayang, kakak telat." Ujar Bagas merasa beralah.


"Gak papa kak, yang penting kakak datang." ucap Tika.

__ADS_1


Karena waktu sudah magrib, Tika mengajak sang kekasih, untuk masuk dulu kedalam rumah sambil menunggu magrib habis, sekalian mereka berdua melaksanakan kewajiban mereka.


Bersambung...


__ADS_2