
Bagas kembali ke Medan setelah mengantarkan Nessa ke Kota Binjai. Diperjalanan Bagas masih saja mengingat perbuatannya bersama Nessa di hotel itu.
Bagas sungguh sangat menyesal sekali, merasa bersalah kepada Tika, calon istrinya yang seminggu lagi akan dinikahinya.
Bagas tak ada niat untuk mengkhianati Tika, itu murni ke khilafan saja dan nafsu. Untuk rasa suka, cinta atau memiliki itu tidak ada dipikiran Bagas. Hanya Tika cintanya.
Dari Binjai ini dia akan langsung kerumah Tika, karena dia sudah sangat merindukannya.
Bagas melajukan mobilnya dengan laju, untung saja, jalanan tak macet, jadi Bagas dengan leluasa melajukan mobilnya.
****
Nessa menatap sekeliling rumah yang di tempatinya ini, rumahnya tak terlalu kecil dan halaman belakangnya cukup luas. Sebuah kampung kecil yang jauh dari pusat kota. Dan sepertinya para tetangganya ramah - ramah. Nessa akan berkunjung kerumah tetangganya setelah dia beres - beres barangnya. Pakaian yang dibawa Nessa tak banyak, hanya pakaian beberapa stel saja.
Mudah - mudahan tempat barunya ini akan menjadi tempatnya untuk membuka lembaran baru yang lebih baik lagi. Masalah pekerjaan, sepertinya Nessa tak akan bekerja lagi dirumah sakit Medan. Karena dia sudah terlalu lama tidak bekerja, dan dia juga tak ingin diketahui keberadaannya.
Tubuh Nessa sudah segar kembali, wanita itu sudah mandi. Jam sudah menunjukan pukul empat sore. Sepertinya dia akan beristirahat sebentar, setelah itu akan berkeliling kampung.
***
Bagas sudah sampai di kota Medan, tepatnya dirumah Tika, dia sudah sangat merindukan sang kekasih.
__ADS_1
Bagas memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Tika. Bagas juga sudah membeli sebuket bunga mawar merah untuk sang pujaan hati.
Wanita cantik yang berprofesi sebagai suster itu sedang menikmati kegiatan sore harinya, setelah pulang bekerja tadi, Tika ingin memasak untuk makan malam nanti. Entah kenapa Tika ingin memasak makanan kesukaan kekasih hatinya yaitu Bagas.
Dibantu oleh sang mama, Tika memasak begitu semangatnya. Tapi, Tika juga lagi kesal, kenapa belum ada kabar dari Bagas. Kemana lagi kekasihnya itu, Tika begitu mencemaskannya.
"Tik, garam kita habis lho, mama beli dulu diwarung depan ya?" seru mama Tika.
"Hah? Iya ma." Kaget Tika, karena sedari tadi dia hanya menggerutu dalam hatinya.
"Kamu, terusin aja motong - motong kentangnya." Ucap mama lagi.
"Assalamualaikum mama." Sapa Bagas sopan.
"Walaikumsalam, ya ampun, kapan sampainya kamu Nak?" tanya mama antusias. Wanita paruhbaya itu sangat senang , akhirya calon menantunya datang juga. Mama sudah sangat suntuk melihat anak gadisnya uring uringan ketika Bagas pergi.
"Baru Ma, Bagas langsung kesini." Ucapnya nyengir.
"Ya ampun...Ternyata calon mantu mama juga kangen ya?" goda mama.
Bagas menanggapinya dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Ya sudah, sana masuk. Tika lagi masak. Kebetulan dia juga lagi buat makanan kesukaan kamu" ujar mama.
Bagas mengangguk. "Mama, ke warung dulu."
Bagas melangkahkan kakinya ke dapur. Pria itu dapat melihat calon istri tercintanya memasak, Tika memang sangat pintar sekali memasak.
Sungguh istri idaman. Perlahan Bagas melangkahkan kakinya, bungan mawar yang dipegang Bagas diletakannya dia atas meja makan, Bagas ingin sekali memeluk Tika.
Grep...
Tangan kekar Bagas melingkar di pinggang ramping Tika, Bagas memeluk wanitanya dari belakang.
Sontak perbuatan Bagas membuat Tika kaget.
"Astagfirullah...." hampir saja Tika terkena sayatan pisau.
"I Love You sayang...." bisik Bagas.
"Kak Bagas?" pekik Tika antusias. Tika langsung membalikan tubuhnya kehadapan Bagas dan langsung memeluknya.
"I Love you kak. Aku rindu kakak." Ucap Tika sambil memeluk erat Bagas. Dengan senang hati Bagas pun membalasnya tak kalah eratnya.
__ADS_1