Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Persiapan Pernikahan II


__ADS_3

Dalam perjalanan keluar Adit menghentikan sejenak langkahnya. Ada yang berbeda dihatinya dia tak mengerti apa. " Matanya membuatku terganggu" gumamnya pelan.


Dania selesai berganti pakaian, kemudian ia menghampiri Adit yang berada di ruang tunggu.


"Tuan, saya sudah selesai kemana kita pergi selanjutnya? ucapnya sedikit takut takut.


Adit menatapnya yang membuat Dania langsung menunduk.


"Kita akan kembali ke rumah untuk urusan yang lainnya pak Hans yang akan urus. Kau hanya perlu menjaga sikapmu" ucap Adit datar.


"benar tadi hanya perasaanku saya dia sedikit lembut gumamnya dalam hati. kemudian mengikuti Adit keluar.


Setelah mengantarkan Dania pulang, Adit kembali menuju kantornya ditemani oleh pak Hans.


"Hans...cari tau apapun tentang gadis itu terutama alasannya mau masuk ke keluarga Hermawan" perintah Adit pada pak Hans.


"Baik tuan.." ucap pak Hans sambil melirik spion mengamati Adit.


"Sepertinya ada yang mengganggunya gumam pak Hans dalam hati.


Dikediaman rumah Adit.


"Permisi nona Dania...Nyonya Hermawan memanggil anda ke kamarnya ucap salah seorang pelayan.


"Baik aku akan ke sana" ujarnya.


Tok tok tok...


Dania mengetuk pintu kamar omma.


"Kaulah itu Dania?" terdengar suara dari balik pintu.


"Iya omma..." ucap Dania.

__ADS_1


"Masuklah Dania..."


Dania membuka pintu dan masuk ke kamar.


"Kemari lah Dania..." omma menepuk sisi ranjang agar Dania duduk disampingnya.


"Ada apa omma??" tanya Dania yang penasaran.


"Sebentar lagi kau akan menikah dengan Adit, Kau akan menjadi bagian dari keluarga ini. Omma tau Adit belum bisa terima keadaan ini, tapi meskipun ia sedikit manja dan melakukan semuanya, dia bukanlah orang yang jahat Dania. Saat dia baru berusia 10 tahun ia mengalami kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Hanya Adit yang selamat saat itu. Bersyukur saat itu ada seseorang yang sangat baik ada ditempat itu ia mencoba mengeluarkan Adit dari mobil itu. ucap Omma sambil menatap Dania dengan penuh perasaan bersalah. Dania tak tau bahwa kecelakaan itu juga melibatkan kehidupannya.


Omma memeluk Dania erat. "Terima kasih terima kasih..."ucap Omma sambil memeluk Dania dan menahan tangis.


"Omma...aku telah berjanji pada Omma". ucap Dania.


Omma melepaskan pelukannya. Membuka laci di samping tempat tidur.


"Dania ini adalah cincin turun temurun keluarga, Dulu aku memberikannya pada mendiang ibunya Adit sekarang aku akan memberikannya padamu. ucap Omma sambil meraih tangan Dania.


Tidak Dania kau akan menjadi satu satunya yang berhak memakai cincin ini terimalah...ucap Omma sembari menyerahkan cincin itu pada Dania.


" Terima kasih omma aku akan menyimpannya baik baik" ucap Dania terharu.


Saat makan malam dimeja makan...


"Apakah Adit belum kembali?" Omma bertanya pada salah satu pelayan.


"Belum nyonya. jawab pelayan itu dengan hormat.


"Dania....coba telponlah Adit tanyakan dia sedang dimana? ucap Omma pada Dania.


Dania kaget. Saat omma menyuruhnya menelpon Adit. "Aku bahkan tak punya nomor telponnya dan dia akan marah saat aku mengganggunya. gumamnya dalam hati"


"Tapi omma Nia tak punya nomor kontak tuan Adit eh maksud Dania kak Adit Omma. Dania menjelaskan dengan enggan.

__ADS_1


"Apa?? kau tak tau no. kontak Adit kalian bahkan akan segera menikah?? Apa yang dilakukan anak itu pada calon istrinya ucap Omma kesal yang langsung mengambil telpon dan menelpon Adit.


Dania ketakutan dengan reaksi omma pada Adit. "Dia akan memarahiku lagi" gumamnya dalam hati.


"Halo Adit? ini omma. Apa yang sedang kau lakukan?? oh sudah dijalan. Baik segeralah datang kita harus bicara ucap Omma sedikit marah sambil menutup telpon.


Omma menatap Dania dan Dania langsung menunduk. Dania....Omma tau kalian belum lama bertemu tapi bukankah ini keterlaluan? Kau bahkan tidak memiliki kontak calon suamimu. Atau bahkan Adit pun tak memiliki kontak mu?? ucap Omma marah.


Dania menundukan kepalanya merasa bersalah pada Omma. Tak lama Adit tiba.


Pelayan mengambil tas dan jas Adit.


"Ada apa omma?" ucap Adit penuh tanya.


"Kemarilah Adit" ucap Omma sedikit meninggi.


"Bisakah kalian meninggalkan ruangan ini" ucap Omma pada pelayan.


Dan akhirnya hanya omma, Adit dan Danialah yang berada di ruangan itu.


"Adit... apa kau tak pernah memberikan kontak mu pada Dania? tanya omma menyelidiki.


Adit kaget dan menatap Dania. Dania hanya tertunduk tak berani menatap.


"Maaf omma mungkin karena pertemuan kami belum lama dan belum lagi ditambah kesibukan persiapan pernikahan....jadi mungkin Adit melupakannya. Adit berusaha menjelaskan.


Omma menarik nafas dalam. Menggenggam tangan Dania dan Adit.


"Omma harap kalian berdua bisa mencoba melakukan pendekatan...Adit Dania adalah anak yang baik". ucap Omma sambil menatap Adit dan Dania.


"Baiklah" omma ucap Adit sambil menatap tajam Dania.


" Ya sudah istirahatlah" ucap Omma meninggalkan Dania dan Adit.

__ADS_1


__ADS_2