
Mobil camry keluaran terbaru berhenti tepat disebuah restoran mewah, tak lama berselang Pak Hans keluar dan membukakan pintu untuk tuan mudanya.
Setelah memesan beberapa menu, akhirnya sekretaris setia itupun angkat bicara.
"Maaf tuan, apa yang harus saya perbuat pada nona Dania? haruskah saya mengatakan bahwa anda tidak bisa datang menemuinya?".
Adit hanya diam tak menjawab apalagi menggubris ucapan yang dilontarkan pak Hans. Disisi lain Dania masih menunggu di taman, sesekali pejalan kaki berhenti dan memperhatikannya, bukan..bukan karena mereka kagum pada Dania, tapi hanya karena mereka merasa janggal dengan pemandangan yang mereka lihat yang paling tidak muncul di drama atau sinetron sinetron romantis hanya bedanya apa yang mereka tonton ada si pria yang memberi kejutan pada pasangannya dan saat melihat Dania mereka hanya terheran heran dengan peran yang terbalik ini. Dania tak menggubris pandangan orang orang terhadapnya karena yang ada dibenaknya hanya kekuatiran mengapa sosok yang ia nantikan tak kunjung datang.
"Apa aku tanyakan pada pak Hans?" gumamnya...
Ia meraih HP nya dan mulai mengetikkan sesuatu disana.
.....
Di resto Adit sedang menyantap hidangannya di temani dengan Pak Hans. Pak Hans melirik ke HP nya dan benar saja, nona mudanya bertanya akan sosok pria dihadapannya itu.
"Tuan, nona bertanya mengapa anda belum tiba disana?"ucap Pak Hans sambil menyodorkan HP yang ia pegang pada Adit.
__ADS_1
"Kau tak perlu menanggapinya, biarkan saja seperti itu, biarkan dia menunggu, aku ingin lihat sampai dimana dia bisa menahan kesabarannya".
Pak Hans hanya menatap majikannya itu, tanpa bisa berargumen apapun, dia menyadari ada kegelisahan yang terus ditutupi oleh tuannya itu.
"Makanlah hans, kau tak perlu memikirkan gadis itu, dia akan menjadi urusanku sendiri.
"Baik tuan,".
.....
Sudah hampir jam 9 malam dan Adit belum juga tiba disana, Angin malam sudah bertiup kencang, orang orang yang berlalu lalang juga sudang pergi silih berganti. Bahkan lilin lilin yang menyala banyak yang padam, dan membuat Dania berusaha untuk menyalakannya kembali, takut takut Adit tiba tiba datang dan persiapan yang sudah ia buat jadi berantakan. Namun sepertinya langit pun tak berpihak padanya, langit sudah semakin gelap bahkan petir sudah mulai saling beradu. Dan semua persiapan yang sudah ia buat pun jadi berantakan bunga bunga berhamburan di taman, dan lilin lilin yang selalu padam saat dinyalakan.
Ia beranjak dari tempatnya, mencari bangku taman terdekat untuk menunggu Adit. Tatapannya berkeliling mencoba mencari cari sosok yang ia harapkan namun tak juga tiba. Tetesan hujan perlahan jatuh, bersama sayup angin kencang buru buru ia menutupi laptop dan barang barangnya dengan plastik agar tak kebasahan.
Mencoba menghubungi Pak Hans kembali kali ini ia mencoba menelpon langsung, namun sepertinya HP nya sudah di nonaktifkan oleh Adit.
"Ada apa ini, tak biasanya pak Hans mematikan telponnya, semoga tak ada hal buruk yang terjadi, "Tuhan tolong jaga dia" gumamnya sambil menyeka wajahnya karena air hujan."
__ADS_1
.....
Pak Hans menatap hujan yang turun, memikirkan apakah nona kecilnya masih menantikan tuannya, sesekali ia menatap ke arah Adit namun bibirnya bungkam tak bicara.
"Hans, ayo kita kesana?" ucap Adit membuyarkan pikiran pak Hans.
"Baik tuan, saya akan ambilkan mobil".
Pak Hans mengemudi dengen kecepatan tinggi, Adit hanya diam saja. Tak lama berselang mereka tiba di taman tempatnya dan Dania berjanji bertemu.
"Kau tunggulah disini, aku akan kesana"saat pak Hans baru saja akan keluar dari mobil.
"Tapi diluar hujan sangat deras tuan".
"Aku akan kesana, berikan aku payungnya". Kemudian ia beranjak dan bergegas menelusuri taman, beberapa saat ia mencari namun ia tak melihat sosok Dania.
"Mikir apa aku ini, mana mungkin dia masih menunggu" gumamnya sambil menepuk dahinya. Kemudian ia bergegas kembali namun saat ia hendak kembali ia melihat sosok yang ia cari cari sedang meringkuk kedinginan dibawah pohon. Adit menatap tajam pada sosok yang ia lihat, ia bergegas melangkah mendapati gadis itu.
__ADS_1
"Hei! Apa kau bodoh! mengapa kau masih disini? Teriak Adit saat berhadapan dengan gadis itu.