Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Amarah II


__ADS_3

"Aku membencimu Aditya Hermawan"! Aku membencimu! Teriak Dania sejadi jadinya. Adit reflek membalikan badannya pada gadis itu.


"Aku membencimu...." ucap Dania lagi kali ini air matanya tak dapat ia mendung lagi, tangisnya pecah begitu saja.


"Apa kau bilang, membenciku?"ucap Adit kesal.


"Iya, aku membencimu, aku tak akan menyukaimu lagi, aku benci! Teriaknya lagi. Namun kali ini Adit menarik pergelangan pinggang Dania kearahnya yang membuat tubuh mereka berdekatan, dan Dania menahan diri dengan tangannya berada di dada bidang Adit.


"Katakan lagi apa yang kau ucapkan tadi" ucap Adit menatap mata Dania. Dania memalingkan wajahnya dari Adit, tak ingin meresponin ucapan pria itu.


"Apa kau tak dengar yang ku katakan, ucapkan apa yang kau katakan tadi" Dengan nada yang meninggi.


"Aku membencimu Aditya Hermawan, aku memben...." belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya Adit sudah melumat bibirnya dengan cepat. Dania hanya meronta ronta tanpa perlawanan yang berarti, air matanya terus mengalir di pipinya, tak lama ia menggigit bibir Adit hingga mengeluarkan darah. Adit spontan melepaskan Dania dan menyeka bibirnya yang berdarah, kemudian dengan cepat Dania berlari secepat mungkin dari hadapan Adit.


"Sial, Apa yang sudah kulakukan"! decaknya kesal. Ia beranjak meninggalkan tempat itu. Sampai di mobil ia langsung masuk tanpa menunggu Hans membukakan pintu.


Saat di mobil Adit hanya merebahkan tubuhnya, sambil menatap ke langit langit mobil.


"Aku benar benar sudah gila" gumamnya pelan.


"Tuan muda" ucap pak Hans kuatir dengan reaksi Adit.


"Jalan lah" ucap Adit kemudian.


"Kemana saya harus pergi tuan"tanyanya ragu lagi dan Adit hanya diam saja tanpa respon apapun. Seolah memahami majikannya, pak Hans melajukan mobil begitu saja.


.....

__ADS_1


Disisi lain Dania berlari tanpa tujuan, pikirannya kalut, air matanya tak berhenti mengalir.


"Kenapa dia menciumku" gumamnya lirih.


"Kenapa dia menciumku, padahal dengan sengaja ia mencium wanita lain di depanku, apa baginya aku memang wanita serendah itu"gumam lirih.


....


"Tuan, anda tidak apa apa?"tanya pak Hans kuatir.


"Kembali ke rumah sekarang" ucapnya lagi.


Setelah berkeliling tanpa arah selama 3 jam akhirnya mereka kembali ke rumah.


"Kita sudah sampai tuan". Ucapnya pada Pak Hans.


"Bagaimana aku menurutmu"ucapnya lirih.


"Sudahlah, sepertinya, aku sudah menjadi laki laki brengsek" ucapnya kemudian beranjak dan keluar dari mobil.


"Selamat malam tuan, ucap para pelayan yang sedang berbenah di depan ruangan."


"Dimana omma?"


"Nyonya sudah tidur sejak sejam yang lalu tuan"jelas seorang pelayan.


"Apa Daniah sudah kembali?"

__ADS_1


"Nona belum kembali sedari tadi tuan" ucapnya ragu.


Adit menghentikan langkahnya, di liriknya jam yang melekat di tangannya. Sudah pukul 00.30 malam.


"Siap, kemana lagi gadis itu pergi" gumamnya kesal.


"Hans, Hans!


"Iya tuan muda" Sahutnya tegas.


"Apa Ferdy masih mengikuti Dania?"


"Maaf tuan, setelah di resto, ferdy sudah kembali ke rumahnya,".


"Siapa yang menyuruh si bodoh itu kembali disaat seperti ini" Teriaknya kesal.


"Cari gadis itu sekarang, jangan kembali sebelum kalian membawanya kemari". Perintahnya lagi.


"Hans!"Ucapnya lagi


"Iya tuan....


"Aku tak punya no. telponnya di Hpku" ucapnya lirih.


Pak Hans menatap majikannya dengan tatapan memelas.


"Saya akan kirimkan pada anda tuan" ucapnya.

__ADS_1


"Temukan dia, dan kabari aku jika kau sudah menemukannya".


"Baik tuan, sepertinya anda lelah, anda istirahatlah."


__ADS_2