
"Akhirnya aku sampai juga," sembari mengusap keringat di dahinya.
"Hei Nia!! Teriak Rere yang baru tiba di kelas.
"Hai re, cantik banget hari ini"sapa nya pada sahabatnya itu.
"Hehee, iya nih gw mau ngedate sama anak ekonomi, ganteng banget tau gk sih" Menarik kursi didepannya sambil bercerita antusias.
"oh kamu mau kencan ternyata, pantes aja nih cantik banget" goda Dania menimpali.
"Heheh, tapi kamu dari mana sampe kucel gitu keringatan lagi".
"Oh gk, aku tadi dari rumah jalan kaki, ya sekalian olahragalah, soalnya kayaknya gw gendutan deh... hehe"
"Yang bener aja lo... gendut dari mana, yang ada lu kurusan kali, kira kira atuh neng kalau mau olahraga, ya kali ke kampus jalan ke buru gak fokus iya."
"Hehehe, ya iya sih" timbal dania lagi.
"Eh Nia gimana kalau abis kampus kamu ikut aku pergi, soalnya kan gebetan gw itu datengnya bareng temennya, ya siapa tau kan temen gw ini bisa punya pacar juga".
__ADS_1
"Eh, apa? gak deh Re, aku ada urusan soalnya mulai hari ini aku kerja paruh waktu gitu, ya buat nambah nambah uang jajan gw" ucap Dania lagi.
"Yah... ayo dong nia, biar gw ada temennya nih".
"Maaf Re aku beneran gk bisa, bukan cuma karena aku hari ini ada kerja paruh waktu tapi untuk hal hal kayak gitu aku emang gak bisa dan aku gak mau?"
"Lah emang kenapa? hayoo ngaku kamu udah punya pacarnya?"
"Eh...hmm iya aku udah punya pacar, dan pacar aku gk suka aku jalan sama cowo lain" ucap Dania menjelaskan. Karena selain dari pada keluarga besar dan Kolega penting keluarga Hermawan tak ada yang tau dengan pernikahan Adit dan Dania, bahkan ibu panti di panti Asuhan Dania.
"Oh gitu, aku kira kamu gak punya pacar, abis biasanya kan orang pacaran tuh, ya kalo gak ketemuan paling gak telponan atau chat chatanlah.
"Oh gitu, ya udah deh kalo gitu". Ucap Rere kalah.
Dania merogoh tas nya, mengambil HP nya, tak ada pesan apapun disana, bahkan tak ada pertanyaan tentangnya karena berangkat sendiri tanpa supir.
"Setelah aku pikir pikir kita memang tak pernah mengirim chat apalagi telponan, padahal kita lebih dari seorang pacar" gumam Dania dalam hati.
Dimasukannya lagi HP nya ke dalam tas.
__ADS_1
......
Dilain sisi Adit sibuk dengan rutinitasnya, rapat dengan para pengusaha lainnya lebih intens ia lakukan.
"Selamat siang bapak Adit" Ucap Seorang pengusaha yang baru saja tiba.
"Selamat siang Pak Arif, silakan duduk."
"Wah setelah menikah sepertinya pak Adit semakin bersemangat dan bersinar saja" Ucap Pria itu membuka pembicaraan.
Adit hanya membalas dengan senyuman diwajahnya. Perbincangan seputar pekerjaan terlontar dalam setiap kalimat yang terucap, Adit memang seorang pengusaha yang cekatan di usianya yang masih sangat muda.
"Terima kasih pak Adit, saya permisi dulu" mengakhiri pembicaraan.
"Hans...siapkan semua keperluan, kita akan ke Mega Grup sekarang".
"Tuan, sebaiknya tuan muda makan siang saja dulu, apalagi pertemuan di Mega Grup di jadwalkan besok"
"Oh ya, kalau begitu kau makanlah dulu, ah kalau soalnya kerjaan sepertinya aku selalu membuatmu jadi kelaparan".
__ADS_1
"Saya tidak apa apa tuan, saya hanya tidak mau anda kelelahan bekerja, apalagi hari ini anda sudah menyelesaikan pekerjaan yang harusnya anda kerjakan besok.