Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Adit memalingkan wajahnya dari Dania.


"Aku menyukai keduanya. karena itu semua adalah bagian darimu Dania, tapi jika aku bisa memilih kau yang saat ini atau yang dulu, aku lebih memilih dirimu yang saat ini, karena kau bisa menjadi dirimu sendiri, tanpa ada tekanan atau rasa bersalah. Aku berharap saat ingatanmu kembali, kau tetap menjadi dirimu yang sekarang." Ucap Adit kemudian dan menoleh pada gadis di sampingnya itu.


"Terima kasih paman" ucap Dania senang dengan ucapan dan kata-kata dari pria di sebelahnya itu. Adit pun tersenyum bahagia melihat gadis pujaannya ikut bahagia, dan tanpa Adit sadari, Dania sudah mendaratkan ciuman di pipinya, yang sontak membuat Adit membatu dan mematung karena terkejut, Dania yang melihat reaksi Adit menjadi salah tingkah dan wajahnya bersemu merona. Adit pun segera mendapatkan kembali kesadarannya dan merekatkan lengannya di pinggang Dania dan menarik gadis itu mendekat, Dania pun terkejut namun ia hanya tersenyum manis yang membuat Adit kembali melekatkan bibirnya dengan bibir gadis itu, merekapun akhirnya melepaskan sebuah perasaan yang sudah entah berapa lama bergejolak, kembang api pun bertebaran di langit saat Adit memberi isyarat dengan jemarinya, menambah keindahan malam dibawah langit berbintang yang indah.


Waktu berlalu cepat, malam semakin larut, dua insan yang sedang dimabuk cinta itu pun akhirnya kembali ke kediamannya dengan wajah berseri dan senyum yang merekah diwajah masing-masing.


"Terima kasih paman, hari ini aku benar-benar bahagia" ucap gadis itu dengan riang.


"Aku tak butuh ucapan terima kasih, kau bisa mengantinya dengan ini..." ucap Adit sambil menyodorkan pipinya ke arah Dania. Dania mengernyitkan dahinya sesaat namun ia tak menolak, ia kembali mengecup pria di hadapannya itu dengan lembut. Merekapun saling tertawa melihat tingkah masing-masing.


........


"Mmmm, kenapa paman mengikutiku? aku ingin beristirahat sekarang" ucap Dania bingung karena Adit tepat berada di depan kamar Dania bersamanya.


"Ini juga kamarku kan" Ucapnya sambil menerobos masuk tanpa ijin dari yang empunya kamar. Dania yang melihat Adit bertingkah seperti itupun mulai panik, memang benar mereka sudah mengetahui isi hati masing-masing, tapi untuk hal yang disebut hubungan suami istri masih belum terbayang dalam benak gadis itu. Dania hanya mematung di depan pintu, ia merasa gugup untuk mendekat ke kasurya. Adit pun menyadari sikap aneh yang dilakukan Dania.


"Masuklah kenapa kau diam disana?" Ucap Adit lagi sambil menepuk-nepuk sisi kasuk disebelahnya sebagai isyarat agar Dania duduk disampingnya, namun gadis itu seakan enggan untuk beranjak dari tempatnya berdiri saat ini.


"Anu...paman, apa paman akan tidur disini juga?" ucapnya gagap.


"Kemarilah, aku takkan menyakitimu" ucap Adit lembut, Daniapun menarik nafasnya dalam dan mendekat ke sisi Adit.


"A...aku belum siap paman" ucap nya lagi gagap. Adit mengecup rambut gadis itu lembut dan membelai rambutnya yang ikal.

__ADS_1


"Aku akan menunggumu, aku takkan memaksamu sampai kau siap, jadi kau tak perlu gugup seperti itu" ucap Adit lembut.


"Terima kasih paman" ucap Dania tersentuh.


"Tapi bukankah tak Adil, kita sudah menikah tapi harus berbeda kamar" Oceh Adit membuat Dania yang tadinya sudah tenang kembali panik.


"Bukannya tadi paman bilang akan menungguku?" celoteh gadis itu mencoba mengingatkan Adit.


"Aku bilangkan aku akan menunggumu, bukan berarti aku tak boleh disisimu" Adit


"Apa maksud paman?"


"Aku akan tidur disini, di ranjang ini bersamamu, ya setidaknya seperti itu, paling tidak kita sudah membuat kemajuan" Ucap Adit lagi mencoba berkompromi.


"Ta..tapi" Dania terbata.


"Baiklah, paman sudah berjanji! dan paman tidak boleh mengingkarinya"


"Tentu saja aku akan menepati janjiku" Ucap Adit girang. Dania hanya mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, ia bingung apa yang ia lakukan sudan benar atau tidak, di satu sisi, ia pun merasa bersalah karena saat ini mereka memang sudah menikah dan sebagai istri Dania berkwajiban melayani suaminya, namun disatu sisi ia masih takut dan belum siap untuk itu semua.


"Kalau begitu kau atau aku yang mandi duluan?"ucap Adit masih dengan ekspresi girang karena di ijinkan tidur dikamar dan di kasur yang sama.


"A..aku akan mandi duluan" Ucap Dania lagi.


"Baiklah, jangan lama-lama nanti kau masuk angin, dan gunakan air hangat" ucap Adit lagi masih dalam ekspresi riang, yang membuat Dania yang memandangnya menjadi tak nyaman.

__ADS_1


......


Dikamar mandi, Dania merasa seolah jantungnya bergejolak keluar.


"Ah aku benar-benar gugup, tak akan apa-apakan?" gumamnya dalam hati.


"Dania, apa kau masih belum selesai? ini sudah larut, kau bisa masuk angin" terdengar suara dari balik pintu.


"Iya pa..paman sebentar lagi aku keluar" balasnya.


Tak lama, gadis itupun keluar dengan berbalut piama panjang dengan rambut panjang yang basah terurai, yang sontak membuat mata Adit terbelalak melihat istrinya itu, meskipun piama yang digunakan Dania sama sekali bukan baju tidur seksi namun dimata Adit, gadis di depannya itu begitu menggoda dan seksi.


"Paman, kenapa kau memandangku seperti itu" ucap Dania yang menyadari tatapan Adit.


"Ah..tidak, aku akan mandi sekarang" ucapnya gugup dan buru-buru melangkah ke kamar mandi, dan....Ahhh teriak Adit saat kakinya tersandung sofa. Dania pun menoleh ke arah Adit.


"Paman tak apa-apa?" Ucapnya dengan nada kuatir.


"Aku tak apa-apa" Ucap Adit dengan perasaan malu dan buru-buru langsung ke kamar mandi. Dania yang melihat tingkah Adit pun tertawa terbahak melihat tingkah Adit yang dianggapnya lucu. Adit yang mendengar suara tawa Daniapun dari kamar mandi semakin malu.


"Ahhh...benar-benar memalukan, harusnya aku bisa bersikap cool" gumamnya.


Setelah beberapa saat Adit keluar dari kamar mandi, ia pun sebenarnya merasa gugup karena ini pertama kalinya ia tidur seranjang dengan gadis yang ia cintai itu. Sebelum keluar dari dalam kamar mandi, Adit sudah berlatih beberapa sapaan atau bahan cerita untuk mencairkan suasana jika kalau-kalau nanti suasana menjadi canggung, dan sebelum melangkahkan kaki keluar ia pun menarik nafas dalam-dalam.


"Wah airnya benar-benar dingin" celotehnya saat keluar dari kamar mandi. Namun ia sedikit terkejut karena mendapati Dania sudah tertidur pulas dikasur. Adit yang melihat itu pun hanya tersenyum. Ia mendekat ke sisi Dania.

__ADS_1


"Bisa-bisanya disaat seperti ini dia tertidur pulas" gumam Adit sambil membelai rambut Dania.


"Selamat malam Dania" Ucapnya lembut, kemudian mematikan lampu dan ia berbaring disisi gadis itu sambil memeluknya dengan lembut.


__ADS_2