Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Taman


__ADS_3

"Paman,...."


"Hmmm..."


"Bisakah paman ceritakan saat pertama kali kita bertemu sampai akhirnya kita menikah? aku sedikit penasaran."


"Hmmm...sejujurnya aku bingung harus bercerita darimana".


"Ayolah paman, yayaya, cerita dong" ucapnya manja sambil menarik-narik lengan Adit.


" Kita bertemu pertama kali berkat omma"


"Omma??"


"Iya kau akan tau nanti jika bertemu, dia sangat menyayangimu, tapi saat ini omma sedang diluar negeri"


"Oh yah, lalu?"


"Yah, jadi omma berniat menjodohkan kita dengan memperkenalkanmu padaku".


"Ternyata karena dijodohkan ya..."


"Kau ingin dengar tidak sih," Decak Adit kesal.


"Hehehe, maaf paman, ayo dilanjutkan, lalu bagaimana tanggapanmu padaku?"


"Tentu saja aku kesal."


"Wah, kau benar-benar tak ada basa-basi paman, yah tentu saja kesal, akupun pasti kesal padamu" ucap gadis itu ketus mendengar ucapan Adit.


"Yah, bukankah itu wajar??? kita pertama kali bertemu dan dengan tiba-tiba dijodohkan, sama halnya perasaaanmu saat aku pertama kali mengatakan kau istriku, bukankah itu sedikit mengagetkan, saat itu akupun menatapmu sebagai anak kecil."


"Hmmm" ucap gadis itu mengikuti gaya bicara Adit.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau berbohong berkata kalau aku menyukaimu?" ucap Dania lagi kesal.


"Kau memang menyukaiku" ucap Adit Santai.


"Atas dasar apa paman berkata seperti itu?"


"Bukankah itu jelas, kau menciumku pertama kali"


Jelep, wajah Dania memerah.


"Kau pasti berbohong lagi mana mungkin aku melakukannya"


"Kau memang melakukannya" ucap Adit menggoda sambil mencondongkan wajahnya dekat Dania.


"Kau menyebalkan paman" sambil mendorong Adit dan pergi menjauh dari Adit dengan kursi roda.


"Hei tunggu gadis kecil" ucap Adit sambil menarik kursi roda Dania.


"Kau menyebalkan paman, aku..aku mana mungkin begitu"


"Aku tak mau dengar lagi, aku mau ke kamar sekarang" ucap gadis itu sambil menutupi wajahnya karena malu,


"Baiklah nona, kita kembali ke kamar sekarang" ucap Adit menggoda, Dania membuka lengannya yang menutup wajahnya perlahan. Ia kaget karena saat ini wajah Adit tepat dihadapannya. Dan pria itu langsung mengkecup bibir lembur merah mudah miliknya, yang sontak membuat gadis itu terdiam terpaku.


"A....apa yang kau lakukan barusan paman" ucapnya terbata-bata.


"Apa lagi tentu saja mencium istriku yang menggemaskan" ucapnya lagi menggoda dan kini wajah Dania sudah benar-benar memerah. Adit yang melihatnya hanya tersenyum kecil.


"Dia menggemaskan" gumamnya dalam hati.


"Berhenti mengucapkan kata-kata itu" ucap Dania terbata.


"Kenapa?" ucap Adit sambil menatap Dania dan bertopang dagu di kaki Dania. yang membuat gadis itu semakin salah tingkah.

__ADS_1


"Berhenti menggodaku, dan.....paman jangan dekat-dekat" mendorong tangan adit yang bertopang di pangkuannya.


"Hahaha, kau lucu sekali" ucap Adit lagi.


"Aku mau ke kamar" Ucap Dania yang merasa di permainkan Adit.


................


Dikamar, Adit membaringkan Dania kembali ke kasur. Gadis itu masih terdiam karena ucapan Adit di taman tadi.


"Hei...kenapa kau diam saja" Ucap Adit karena sejak kembali Dania hanya diam saja dan kini dia malah memunggungi Adit.


"Apa kau marah?" Ucap Adit merasa bersalah.


"Aku minta maaf, hei, jangan marah lagi..." ucap Adit sambil menarik-narik kecil tangan mungil Dania.


"Dania....."Ucapnya lagi.


"Gadis itu tertegun saat namanya disebut, entah mengapa ada perasaan hangat yang ia rasakan saat namanya disebut, dan ia merasa sejak ia bangun, ini pertama kalinya pria itu menyebut namanya.


"Dania...."Ucap pria itu lagi. Dan kali ini gadis itu berbali menatapnya. Adit tersenyum hangat menatap Dania, dan gadis itupun membalas dengan ikut tersenyum.


"Jangan menggodaku lagi,..." ucapnya pelan.


"Baiklah" Ucap Adit patuh,


"Kenapa?"Ucap Dania heran.


"Kenapa? Apanya?"


"Kenapa paman langsung mau saja aku bilang begitu?"


"Tentu saja karena aku takut kau marah" Ucap pria itu lagi, yang sontak membuat wajah Dania kembali memerah.

__ADS_1


"Oh...begitu. Baiklah" Ucapnya lagi.


__ADS_2