Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Masa Lalu II


__ADS_3

15 Tahun lalu....


Dikediaman Hermawan......


"Brukkk...." Terdengar keributan di ruang tengah rumah itu, vas-vas bunga pecah dan berserakan dilantai, suara teriakan yang menggelegar mengagetkan orang-orang.


"Apa kau gila?!" Teriak seorang wanita muda yang ada diruangan itu, tidak lain adalah ibu dari Aditya Hermawan.


"Iya aku gila, aku gila karena aku jatuh cinta dengan semua kebohonganmu!" Ucap laki-laki yang ada di hadapanya itu, dan Ia adalah ayah dari tuan muda pewaris keluarga itu.


"Hahahaha, jatuh cinta kau bilang?! bukannya kau hanya mencintai kecantikanku? kenapa? apa kau pikir tuan kaya sepertimu tak boleh diperlakukan seperti ini!" ucap wanita itu meremehkan.


"Apa salahku hingga kau melakukan ini padaku!"


"Apa salahmu kau bilang?! Salahmu adalah kau adalah orang-orang kaya yang aku benci, aku ingin membuat orang kaya sepertimu menjadi tak berdaya dengan apa yang kau miliki?"


"Hah! Hanya karena alasan konyol itu kau selingkuh dengan pria lain dan menelantarkan aku dan putramu?! Kau" gila?!"


"Ya aku gila!, aku gila karena aku bahkan menikahi pria yang tak pernah aku cintai, tanta tangani surat perceraian ini, dan aku akan membawa Adit bersamaku!


"Membawa Adit bersamamu! jangan harap aku mengijinkan putraku dibesarkan oleh wanita sepertimu, dan laki-laki selingkuhanmu itu!"


"Adit adalah putraku! aku yang melahirkannya, kau tak berhak mengambilnya dariku".


"Hah! Putramu? kau bahkan tak memikirkannya saat kau bersama pria lain!"


Prakkkk, kembali pecahan barang berserakan di rumah itu. Para pelayan hanya berdiam diri mengamati namun tak ada yang berani mendekat.


"Pa...ma...ada apa ini" ucap seorang bocah kecil laki-laki dari atas tangga. Segera setelah wanita itu melihat anak itu, ia langsung berlari menghampirinya.


"Adit, ayo kita pergi sayang, ayo kita pergi!"ucap wanita itu sembari langsung menggendong bocah kecil itu.


"Berhenti, jangan berani coba-coba membawa putraku, atau aku akan membuatmu menyesal! ucap pria itu namun wanita itu langsung berlari mambawa anak laki-laki itu keluar rumah.


"Hans! bawa Adit sekarang!


"Jangan ambil putraku!" Teriak wanita itu.


"Jika kau ingin pergi, kau bisa pergi sekarang! tapi tidak dengan putraku!" ucap pria itu sambil meyerahkan selembar surat pada wanita itu.


"Tidak!, Adit putraku!" Wanita itu langsung menarik lengan bocah yang sedari tadi menangis kencang bersama pelayan, dan langsung berlari kedepan dan memasuki sebuah mobil.


Melihatnya, pria itu langsung mengejar mobil yang mereka kendarai dengan mobilnya. Kejar-kejaran berlangsung beberapa menit, hingga di perempatan lampu merah bocah yang berada di dalam mobil itu tiba-tiba keluar dan berlari kearah mobil pria yang mengejar mereka, namun tak seolah tak terima mobil yang di kendarai wanita itu kembali mengejar mobil pria tersebut, hingga akhirnya pada saat di belokan jalan, mobil yang di kendarai pria dan putranya itu menabrak mobil lain yang datang dari jalur berlawanan. Melihat kecelakaan itu terjadi, wanita itu keluar dari dalam mobil dan mencoba menghampiri mobil yang di kendarai mantan suaminya itu, namun tangannya di tahan oleh pria lain yang keluar dari mobil bersamanya itu dan membawa wanita itu pergi.


"Ayah!!! Teriak seorang bocah perempuan di mobil lainnya.


"Ayah!! Teriaknya sambil menangis sekencang mungkin namun tak ada respon dari pria yang ia panggil-panggil itu.

__ADS_1


Rumah Sakit....


"Suster dimana korban kecelakaan mobil atas nama Rama Hermawan!" Ucap seorang wanita itu dengan nada cemas.


"Mari saya antar bu" jawab seorang suster mengarahkan.


"Keluarga pasien Rama Hermawan dan Aditya Hermawan" Ucap salah seorang dokter yang keluar dari ruangan pengobatan.


"Saya dok" ucap wanita itu panik.


"Mohon maaf bu, kami sudah mengupayakan semua yang terbaik, namun bapak Rama Hermawan tidak bisa di selamatkan". Ucap dokter itu prihatin.


"Apa??" Wanita itu terduduk lemas. "Putraku !!! " Isaknya lirih.


"Dan mohon maaf saya harus menyampaikan berita ini juga pada ibu, anak laki-laki atas nama Aditya Hermawan sedang dalam kondisi kritis, karena tabrakan yang begitu hebat puing besi mengenai jantungnya, dan ia harus melakukan transfusi jantung baru sekarang juga, jika tidak nyawanya juga tidak bisa kami selamatkan" ucap dokter tersebut menjelaskan.


"Cucuku,..." ucap wanita itu terisak.


"Dokter-dokter, pasien tabrakan yang di sebelah mengalami kejang! Teriak seorang suster"


Dokter buru-buru melakukan tindakan.


"Dok..ter, dok..ter " Uhuk pria tersebut memuntahkan darah.


"Tolong jangan bicara dulu pak!" ucap seorang perawat.


"Pu..putri saya, bagaimana putri saya dok?"


"Putri bapak, sedang dalam perawatan namun kondisinya tidak dalam bahaya pak"


"Terima kasih dok...tolong selamatkan putri saya" Uhuk..


"Baik pak, saya akan berusaha sebaik mungkin".


"Dokter-dokter biarkan saya bicara dengan pasien itu" Teriak wanita itu dari luar ruangan dan menerobos masuk.


"Pak..pak..saya adalah ibu dari orang yang bapak tabrak, saya mohon maaf sebelumnya! Teriak wanita itu.


"Dokter tolong biarkan saya bicara dengan bapak ini"


"Pak..saya tau saya berlebihan meminta ini, namun cucu saya sedang dalam kondisi kritis pak, dan bapak..."


"Uhuk...uhuk...apa yang ingin ibu katakan" ucap pria itu terbata.


"Tolong donorkan jantung bapak pada cucu saya, saya mohon pak" ucap wanita itu sambil berlutut memohon.


Pria itu menatap wanita itu dengan perasaan prihatin juga sedih.

__ADS_1


"Sa..saya akan mendonorkan jantung saya pada cucu ibu, tapi saya berharap ibu mau merawat putri saya, saya tidak mengharapkan lebih, saya hanya ingin ibu memastikan putri saya baik-baik saja, putri saya hanya memiliki saya di dunia ini" Mendengar itu wanita itu langsung menggenggam tangan pria tersebut.


"Saya janji pak, saya akan menjaga putri bapak dengan baik"


"Terima kasih bu" ucap pria itu yang hampir hilang kesadaran.


.......


 


Tak lama operasi donor jantung untuk Adit di lakukan.


Disisi lain.


"Adik kecil, bisa dengar saya" ucap salah seorang suster. Bocah perempuan yang baru saja terbangun itu langsung menangis histeris.


"ayah...ayah...ayah..." ucapnya sambil menangis.


"Permisi sus, boleh saya masuk"


"Anda siapa nyonya" tanya suster tersebut.


"Saya adalah wali anak ini"


"Ayah...!" Teriak bocak perempuan itu histeris sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Hallo Dania" sapa wanita itu pada gadis kecil dihadapannya.


"Ayah....ayah..." ucap bocah itu lagi.


"Ayah Dania sekarang sedang istirahat sayang, nanti kita ketemu ayah kalau Dania sudah sembuh ya sayang"


"Ta...tadi, a..ayah kepalanya bedarah, ayah sakit?" ucap bocah perempuan itu sambil terisak tangis.


"Tidak papa sayang, ayah Dania udah gak sakit lagi sekarang, sekarang Dania yang harus sehat" ucap wanita itu sambil memeluk gadis kecil itu.


"Ayah udah ndak atit tante?" Tanyanya polos.


"Ayah Dania udah gak sakit lagi, makanya Dania harus sembuh  biar bisa ketemu ayah ya?"


"Ania mau ketemu ayah, ania mau sembuh" ucap gadis itu polos.


Wanita itu hanya penahan air matanya mendengar ucapan gadis kecil dalam pelukannya itu.


............


"Ah....Sudah lama aku tak bermimpi hal ini, mengapa tiba-tiba kejadian dulu teringat kembali dalam mimpiku, apakah sudah saatnya aku memberitahukan hal ini pada Adit dan Dania" gumam wanita tua itu lirih sambil memegangi foto putranya.

__ADS_1


__ADS_2