Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Perasaan Adit


__ADS_3

"Apa namamu mery?" ucap Adit saat melihat mery yang sedang membereskan barang barang Dania yang tadi ia bawa.


"iya tuan, namanya saya mery ucapnya kaku dan menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Apa kau berteman dengannya?"


"Maksud anda tuan??" Terbata.


"Dania! Kau dekat dengannya?",ucap Adit sembari duduk.


"Mana berani saya berteman dengan nona tuan, saya hanya seorang pembantu disini" ucapnya gemetar.


"Benarkah? apa itu?!"menunjuk barang barang yang tadi ia bereskan.


"Sepertinya itu barang barang gadis itu"!mengambil tote bag yang di pegang oleh mery.


"I...iya tuan, itu barang barang nona" ucapnya lagi kaku.


"Apa ini? barang barang tak berguna, dan ini apa ini makan?" sambil memegang memegang tempat makan yang disiapkan Dania.


"Iya tuan, tadi nona membuat itu sendiri untuk tuan" ucapnya lagi.


"Tinggalkan ini disini dan kau boleh pergi!".


"Saya permisi tuan" sambil berlalu pergi.


"Ah hampir copot jantungku" gumam mery dalam hati ketika berlalu dari Adit.


Adit membuka tempat makan yang tadi ia pegang.


"Hanya makanan kampung, ini yang dia sajikan untukku di kencan pertama, benar benar mengesalkan"! Ucap Adit pelan namun ia tetap memakannya.

__ADS_1


"Itu berarti apa dia belum makan apa apa sedari tadi" gumamnya lagi kesal.


"Apa tuan menyukainya"


....


Adit kaget dan tanpa ia sengaja menjatuhkan sendoknya.


"Ah...maaf tuan jika saya mengagetkan anda, kemudian buru buru mengambil sendok dan berlari ke dapur.


"Sial" gumam Adit pelan sambil melirik ke arah Dania yang buru buru berlari ke dapur.


Saat Dania kembali, ia sudah meletakkan kotak makannya di meja.


"Ini tuan" ucap Dania sambil memberikan sendok pada Adit.


"Apa ini, aku tak butuh itu, aku hanya ingin mencicipi makanan aneh ini sedikit, dan ternyata sesuai perkiraan ku ini hanya makanan kampung.


Adit melirik ke arah Dania kemudian memalingkan wajahnya lagi.


"Tapi aku janji di kencan kita yang ke dua aku akan melakukan yang terbaik" ucapnya lagi kemudian, mengambil kotak makan yang tadi di cicipi Adit.


Saat Dania ingin mengambilnya, Adit mencegahnya dan memegang tangan Dania.


Menatapnya dalam.


"Biarkan, aku sedang lapar, jadi aku akan memakannya"ucap Adit pada gadis itu dan melepaskan tangannya.


Dania hanya terpaku pada ucapan pria itu, ia duduk kembali di samping Adit.


"Kau pun pasti belum makan bukan?" Tanyanya pada Wanita disampingnya.

__ADS_1


"Saya ..."


"Makanlah ini, bukankah kau menyiapkan dua untuk memakannya bersamaku, anggap saja kita berkencan sekarang" sambil memberikan kotak makan yang satu pada Dania.


"Terima kasih tuan" Ucapnya senang.


Dania hanya tersenyum bahagia melihat sikap Adit hari ini.


"Kenapa kau tak bertanya mengapa aku terlambat hari tadi" mengehentikan makannya dan menatap Dania.


"Karena saya pikir tuan pasti sibuk" ucap Dania sambil tetap fokus pada makanannya.


"Aku tak sesibuk itu, aku bahkan sengaja pergi makan dengan Hans tadi".Ucap Adit sambil meletakan kotak makan di meja.


Dania terdiam dan membisu mendengar ucapan pria itu. Melihat reaksi Dania yang terdiam berkata , "Aku tak percaya pada siapapun di dunia ini, banyak orang yang mendekatiku, bukan karena benar benar ingin mengenalku, mereka mendekatiku hanya dengan tujuan yang lain, yang pasti karena apa yang aku miliki. Dania masih terdiam, hanya mendengar ucapan Adit.


"Aku melakukan itu, hanya agar kau paham tak ada gunanya semua usahamu, jangan mengharapkan apapun dariku apalagi hatiku, karena aku tak bisa memberikan itu" Ucap Adit lagi.


Beberapa saat mereka membisu.


"Aku sudah selesai, makanlah, aku kembali ke kamar" ucap Adit lagi kemudian ia mulai beranjak dari tempat ia duduk, namun Dania memegang dan menarik baju yang ia kenakan pelan. Adit menoleh pada gadis itu.


"Itu bukan hal sia sia" ucap Dania.


"Apa maksudmu?! Adit bingung dengan ucapan gadis itu.


Dania menatap Adit dalam kemudian ia menarik nafas panjang.


"Yang aku lakukan untuk tuan bukan hal sia sia, perasaan tuan pada saya, saya pasti akan mendapatkannya".


"Rasa percaya diri mana yang kau ucapkan"Adit menyingkirkan tangan Dania dari bajunya, kemudian ia mulai beranjak lagi, namun Dania kembali menahan tangannya."

__ADS_1


"Aku percaya perasaan tuan padaku meski sulit pasti aku dapatkan, karena tuan sudah datang padaku, jika tuan memang tak memiliki apapun untukku, tuan tak akan peduli aku masih disana atau gk, tuan tak akan peduli aku kehujanan atau gak, tapi buktinya tuan, datang padaku" ucap gadis itu lagi kini ia berdiri dihadapan Adit.


__ADS_2