Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Pertemuan Kembali


__ADS_3

"Wow...restoran ini bagus sekali kak.." Dania


"Kau suka?" Kevin


"Tentu saja aku suka, tapi..sepertinya disini harga mahal.." Dania


"Dasar bodoh, aku yang mengajakmu, tentu saja aku yang akan membayarnya, jadi jangan pikirkan masalah harga, kau cukup pesan apa yang kau mau.." Kevin.


"Benarkah...kalau gitu aku gak akan ragu buat pesan.." Dania.


"Permisi.." Ucap Kevin memanggil salah seorang waiter.


"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu.."


"Kita ingin memesan ini dan ini.." Kevin


"Baik tuan, silakan ditunggu."


"Terima kasih" Kevin


"Jadi bagaimana pekerjaan kakak?" Dania


"Seperti biasa aku tidak akan mengecewakan, dan mulai bulan depan aku akan pindah ke rumah Dinas kantor". Kevin


"Wah, kakak benar-benar hebat, jika kau butuh tenaga untuk beberes tempat barumu, aku akan siap membantu" Ujar Dania sambil menunjukan otot lengannya yang kecil.


"Hahaha, kau ini, hmm Dania..jika kau mau, aku bisa menyewakan sebuah apartemen untukmu, di sebelah apatemenku..." Kevin


"Kak...aku bersyukur bahwa kak Kevin sekarang bersama denganku, tapi aku tak ingin menjadi beban kakak selamanya, aku sudah lulus kuliah, aku juga sudah mendapatkan pekerjaan, jadi kakak tak perlu mengkuatirkan aku, laginya tempat kost ku yang sekarang ini sangat nyaman, jadi kakak tak perlu kuatir." Dania


"Jika kau bilang begitu, apa boleh buat,..jadi bagaimana persiapanmu besok? apa kau sudah menyiapkan semuanya?" Kevin


"Tentu saja kak, aku sedikit gugup untuk besok" Dania.


"Kau pasti bisa, Dania yang ku kenal adalah anak yang cerdas dan berani" Kevin.


"Hehehe...." Terdengar tawa kecil dari gadis itu, saat makanan sudah disajikan merekapun menikmati makanan itu sambil menikmati alunan musik yang ada disana.


 


........


"Terima kasih kak, sudah anterin Dania pulang, dan terima kasih atas kadonya" Ucap gadis itu sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Kevin.


"Istirahatlah, besok kau harus memulai hari barumu.." Kevin


"Iya kak, hati-hati dijalan. Bye" Ucap gadis itu sambil berlalu masuk ke dalam rumah kostnya.


......

__ADS_1


"Selamat pagi, saya Dania, designer baru disini, dan hari ini hari pertama saya bekerja" Ucap Dania pada seorang resepsionist.


"Oh, ibu Dania, silakan bu ke lantai 3 di sana ibu bisa bertemu dengan manager HRD nya untuk menyelesaikan administrasi, untuk ruangan ibu juga nanti akan diarahkan oleh beliau.


"Baiklah, terima kasih atas infonya."


"Lantai 3 ya..dimana ya liftnya" gumam Dania sambil melirik kanan dan kiri.


"Ah itu dia" Ucapnya cepat begitu melihat pintu lift yang terbuka.


"Tunggu" Teriaknya saat pintu lift itu nyaris tertutup.


"Ah syukurlah, aku belum terlambat, terima kasih" Ujarnya sambil menoleh pada seseorang yang membukakan lift itu untuknya, matanya terperanga melihat sosok yang tidak ia duga akan berada disana, dengan cepat Dania mencoba menekan tombol agar pintu lift itu bisa terbuka.


"Dania......" Ujar pria tersebut sambil memegang tangan Dania dengan lembut.


"Lepaskan saya tuan" Ucapnya lantang sambil terus menekan tombol pintu untuk keluar.


"Apa kau benar-benar membenciku? bahkan setelah 2 tahun kau pergi?" Adit. Nafas Dania seolah terhenti mendengar ucapan pria tersebut.


"Bisakah anda melepaskan tanganku, aku hampir terlambat, ini hari pertamaku bekerja disini, saya mohon" Ucap Dania lirih, ia pun menarik lengannya dari Adit dan pergi meninggalkan Adit yang masih terpaku di dalam lift.


"Setelah kau pergi, aku merelakanmu agar kau bahagia, tapi jika sekarang aku kembali menemukanmu, bukankan berarti ini kesempatanku untuk kembali meraihmu..." gumam Adit sambil terus menatap ke arah Dania pergi.


......


"Permisi, toiletnya dimana?" ujar Dania tergesa saat bertemu dengan seseorang.


"Terima kasih" Dania pun langsung berlari ke arah yang di tunjukan, ia langsung memasuki ruangan tersebut.


"Bagaimana ini, bagaimana sekarang, kenapa dia ada disini" gumamnya sambil terus memainkan jemarinya karena gugup.


"Aku baru saja  ingin memulai hidupku yang baru, tapi kenapa masa lalu selalu datang menghampiriku, dan kenapa dia sepertinya terlihat lebih kurus, ah aku tak bisa berpikir lagi" gumamnya dalam hati.


"Aku harus bersiap, aku tak ingin hari pertamaku bekerja sudah membuat masalah".


"Permisi..saya Dania, designer yang baru" Dania.


"Oh iya, silakan masuk"


"Maaf jika saya terlambat, tadi saya sedikit kebingungan mencari ruangannya".


"Oh tidak apa-apa, baik saya akan jelaskan lebih rinci tentang peraturan dan jobdeck daripada ibu Dania. dan kebetulan, tahun ini kita akan mengadakan pergelaran resmi, oleh sebab itu direktur kita akan ikut memantau design yang akan ditampilkan, sebari saya menjelaskan saya akan mengantarkan ibu Dania ke ruangan anda."


"Baik terima kasih"


"Silakan".


"Ibu Andine ini Ibu Dania yang akan menjadi designer baru dibawah ibu, ibu Dania, ibu Andine ini adalah atasan langsung anda, anda bisa bertanya lebih dalam tentang pekerjaan bersama dengan ibu Andine.

__ADS_1


"Mohon bantuannya ibu Andine" Dania sambil mengulurkan tangan.


"Baik, saya sudah mendengar dan melihat salah satu design dari ibu Dania saat menjatuhkan lamaran kesini, dan saya sangat tertarik dengan gaya fashion yang ibu Dania tampilkan, saya sudah tidak sabar menantikan karya anda di perusahaan ini."


"Terima kasih ibu Andine, dan anda bisa memanggil saya Dania saja"


"Baiklah Dania, sepertinya kamu masih cukup muda ya untuk bisa lulus dari jenjang Universitas, dan melihat gaya 'busana anda sekarang, saya tidak meragukan anda untuk mengikuti project kita ini.


"Untuk bicara lebih panjang tentang project ini, ayo kita bicara di ruangan saya"


"Baik bu Andine".


.......


"Jadi begitulah project kita selanjutnya, dan sebentar lagi kita ada meeting dengan pak Direktur, saya akan membawa kamu ikut dalam meeting ini, agar kamu bisa lebih memahami dan mendapatkan ide-ide tentang fashion yang akan kita tampilkan, dan saya harus mengatakan ini, meskipun sebenarnya ini tidak pantas untuk di katakan, jadi direktur kita tempramennya lumayan buruk, bukan berarti beliau suka marah-marah tapi bisa dikatakan beliau adalah sosok yang cukup dingin, yang lebih mementingkan hasil mau bagaimanapun caranya. Jadi saya harap saat kamu mencoba menyampaikan ide-ide lebih baik, kamu coba dalami ide kamu dulu, sebelum kamu jabarkan beliau, karena beliau tidak mentoleransi adanya kesalahan, itu kenapa designer-designer kita banyak yang keluar, saya harap kamu bisa memakluminya."


"Baiklah bu, saya paham maksud anda, dan terima kasih atas masukan dan nasehatnya.


"Baiklah, ayo kita keruang meeting sekarang" Andine


"Baik bu.." Dania. Mereka berjalan keruangan lain yang masih berada pada lantai itu.


"Ini dia, ayo masuk" Andiner.


"Baiklah Dania, saya akan memperkenalkan kamu, semuanya, ini adalah Dania, hari ini Dania akan bergabung bersama kita untuk project tahunan ini"


"Mohon bantuannya" Dania.


"Sepertinya pak Direktur sudah datang, ayo duduk" Andine.


"Baik bu.." Dania.


"Selamat pagi semua.."


"Pagi pak.." ucap semua karyawan namun Dania hanya terdiam, ia kembali terperana oleh sosok yang membuatnya gundah.


"Sepertinya, kita kedatangan designer baru"


"Ah....iya maaf tuan, maksud saya pak, saya Dania mulai hari ini bergabung dalam divisi design" Ucap Dania gugup. Adit yang tak lain adalah direktur tersebut pun hanya menatap Dania dalam. Selama meeting berlangsung Adit hanya menatap ke arah Dania, dan gadis itu hanya tertunduk tak mampu menatap Adit.


"Baiklah, kita akhiri meeting hari ini, kalian boleh kembali" Ucap Adit saat berada di tengah-tengah penjelasan meeting.


"Ada apa, apa designnya tidak bagus" gumam para pegawai kebingungan.


"Tak ada yang salah, kalian boleh pergi, dan kamu anak baru, kamu ke ruangan saya sekarang".


"Jlep, apa ini, kenapa dia ingin aku keruangannya" gumam Dania dalam hati.


"Apa kau mendengarku?" Adit

__ADS_1


"Ah iya baik pak". Dania. Adit hanya tersenyum kecil melihat reaksi Dania yang masih kebingungan.


__ADS_2