
"Anda sudah bangun tuan..." sapa Pak Hans saat Adit sudah membuka kembali matanya.
"Apa kau sejak tadi berada disini?" Adit
"Iya tuan, saya sejak tadi sudah ada disini, kenapa tuan? apa ada yang mengusik anda" Tanya pak Hans lembut.
"Begitu, apa selain kau ada orang lain yang berada disini?' Adit
"Selain saya, mungkin para suster tuan,..." Jawab pak Hans
"Begitu...yah mungkin itu hanya perasaanku aja" Ucap Adit dengan nada kecewa.
"Apa ada yang mengganggu pikiran anda tuan?" Tanya pak Hans dengan nada kuatir
"Entahlah, bukan hal penting". Ucap Adit lagi. Hans hanya terdiam sesaat mendengar ucapan Adit.
"Apa dia menyadari keberadaan nona Dania?" gumam Hans dalam hatinya.
"Sekarang bagaimana keadaan anda Tuan..?" Hans
"Yah seperti biasa, aku merasa mual, dan aku ingin segera kembali ke rumah secepatnya, coba kau urus segala administrasinya" perintah Adit.
"Tapi kondisi anda belum membaik tuan, apalagi dokter tadi mengatakan saat ini tubuh anda lebih drop dibanding sebelumnya." Pak Hans
"Aku sudah muak disini, aku akan beristirahat di rumah, dan bukannya dokter bilang kondisiku berkaitan dengan perasaan dan emosiku, jadi lebih baik kau tak membantah lagi." Adit
"Tapi tuan...baiklah saya akan tanyakan ke dokter dulu perihal ini, jika dokter mengijinkan saya akan mengurus kepulangan anda."Hans
"Kau ini, apa sekarang kau yang sudah jadi bosnya?" Adit
"Maafkan atas kelancangan saya tuan, tapi ini untuk kebaikan anda. saya permisi" Ujar pak Hans
"Ah..dia benar-benar, semakin hari semakin menyebalkan dan cerewet seperti oma" celoteh Adit.
.......
"Pelan-pelan tuan, saya akan papah anda masuk ke dalam" ujar pak Hans saat mereka tiba di apartement Adit.
"Astaga Hans, aku masih bisa berjalan sendiri, jadi lepaskan tanganmu, atau aku akan ebnar-benar marah" Adit
"Baiklah tuan..." Ujar pak Hans sembari berjalan di sisi Adit, berjaga kalau-kalau tuannya itu terjatuh.
"Oh iya Hans, besok bawa Dania ke sini, oh dan saat kau membawanya ke sini, kau harus katakan ini untuk membahas projek tahunan kita, jadi dia takkan menolaknya" Ujar Adit sembari membaringkan dirinya di kasur.
__ADS_1
"Nona Dania saja atau tim Design yang lain tuan?" Tanya Hans lagi
"Kau ini terkadang bisa menjadi dungu, untuk apa aku bertemu orang lain, aku hanya ingin melihat dia" Ujar Adit sedikit kesal.
"Baik tuan, apa ada lagi yang tuan perlukan?" Hans
"Untuk sekarang itu aja, kau bisa keluar, aku ingin beristirahat sekarang, kepalaku benar-benar pusing" Adit
"Oh iya tuan, maafkan saya ada pesan dari nyonya besar, nyonya mengatakan sabtu nanti tuan harus bertemu dengan putri dari rekan bisnis kita yang dari pusat, kali ini anda tidak boleh menghindar lagi, begitu pesan dari nyonya besar tuan." Hans
"Ahhh..bisakah kau tak membuatku lebih pusing, untuk apa kau mengatakan hal seperti itu padaku, keluarlah sekarang" Adit
"Saya permisi tuan...."Pak Hans.
"Oma, apa yang ingin coba kau lakukan, aku sudah mengatakannya padamu, aku tak menginginkan wanita lain lagi" gumam Adit dalam hati.
.....................
"Permisi, ada yang bisa saya bantu tuan" ucap salah seorang petugas wanita yang di gerai perhiasan.
"Terima kasih, bisa tolong ambilkan kalung ini, saya ingin melihatnya" Ujar Kevin ramah
"Yang ini tuan..?" Ujar petugas itu sambil menujukan sebuah kalung dengan lambang hati di tengahnya.
"Iya benar yang itu" Kevin. Petugas itu mengeluarkan kalung tersebut dan memberikannya pada Kevin untuk di lihat.
"Hmmm iya kira-kira speerti itu, tapi bisakah di liontin ini di ukur inisial namanya?" Tanya Kevin.
"Tentu tuan, tapi untuk itu anda harus menunggu sampai besok, apa anda tidak keberatan?"
"Baiklah, aku akan datang lagi besok untuk mengambilnya"
"Baik tuan, silakan untuk pembayarannya dan tanda terimanya langsung ke kasir." Ujar petugas itu sopan.
"Dania akan sangat senang dengan ini sebagai kado ulang tahunnya besok, aku akan mengabarinya agar besok malam ia bisa mengosongkan jadwalnya dan pergi makan malam bersamaku." gumam Kevin dalam hati, raut wajahnya begitu senang saat ia mencoba membayangkan moment bersama Dania besok, dan niat dirinya untuk menyatakan perasaannya pada gadis itu.
"Aku tak akan membiarkan Adit merebutmu lagi dariku" gumamnya dalam Hati.
.....
"Iya kak Kevin ada apa?" terdengar suara dari telpon.
"Apa kau sedang sibuk? atau aku mengganggumu?"
__ADS_1
"Gak kok kak, tapi ada apa kakak menelponku?"
"Besok apa kau ada waktu?"
"Besok? besok seperti biasa aku kerja"
"Maksudku setelah pulang kerja..."
"Hmmm sepertinya tak ada kak, memangnya ada apa?"
"Besok,sediakan waktumu untukku ya?"
"Ada apa ini, apa ada yang spesial? tumben banget..."
"Hmmm kau lupa ya...."
"Lupa apa kak?"
"Besok kan kau ulang tahun, jadi aku ingin merayakannya bersamamu"
"Ya ampun..aku lupa, jadi kakak mau merayakan ulang tahunku, senang banget dengarnya, tapi kakak kan gak perlu repot-repot seperti itu".
"Gak ada yang repot kok, besok aku jemput jam 7 malam ya, kau siap-siap ya, dan aku ada mengirim paket ke rumahmu, aku harap besok kau mau mengenakannya saat kita bertemu."
"Paket...apa itu?"
"Kau bisa melihatnya nanti sepulang kantor...dan hari ini aku tidak bisa menjemputmu, karena ada yang harus aku urus.".
"Gak apa kak Kevin, kakak gak perlu jemput aku kok, ya udah aku lanjut kerja lagi ya, bye kak Kevin"
"Bye Dania" . Kevin terlihat bahagia saat ia mendengar jika besok Dania akan bersamanya merayakan ulang tahunnya, dan Hatinya ikut berdebar karena gugup untuk apa yang ingin dia nyatakan pada gadis itu.
......................
"Dania..dania....besok kau ke rumah pak Direktur ya" Ucap Andine sambil memilah-milah file yang dia bawa kemudian menyerahkannya pada Dania.
"Hah? rumah pak Direktur?"
"Iya besok kau kesana untuk menyerahkan dan menjelaskan detail design ini pada pak Direktur"
"Tapi kan, saya masih anak baru kak, dan untuk menjelaskan itu sepertinya kakak lebih baik dari saya" Ucap Dania karena itu artinya ia akan bertemu Adit, hatinya belum siap bertemu dengan pria itu dengan situasi saat sekarang ini.
"Iya niatnya sih gitu, cuma besok aku ada meeting di luar kantor, dan yang lain juga pada ada kerjaan yang lain, gak tau juga besok pada sibuk gitu, jadi cuma bisa andelin kamu, kamu tolong pelajari dulu ya, kalau kamu ada yang gak paham kamu bisa tanyakan ke aku, soalnya kamu tau kan direktur kita perfeksionis jadi lebih baik kamu kuasai dulu materinya, maaf loh Dania beratin kamu, harusnya itu memang tugas aku, tapi aku juga ada kerjaan yang gak bisa ditinggal."
__ADS_1
"Yah, mau gimana lagi kak, ya udah aku pelajari dulu ya"
"Makasih Dania."