
"Selamat pagi nona" sapa seorang pelayan saat melihat Dania memasuki dapur, senyum manis terpasang di wajah Dania saat menerima sapaan hangat itu, karena meskipun ia sudah menikah dengan tuan muda rumah itu namun tak sedikit para pelayan yang mengacuhkannya, karena mereka tau alasan mengapa Dania ada di rumah itu, dan karena Adit pun selaku suaminya tak segan mengabaikan Dania jika berada di hadapan para pelayan, seolah ia tak pernah ada.
"Bisakah kau membantuku menyiapkan bahan bahan makanan, aku ingin memasak sendiri mulai hari ini".
"Tentu nona, apa menu yang ingin nona hidangkan? biar saya bisa memenuhi semuanya."
"Aku ingin membuat udang saos padang dan sup ayam, tolong siapkan semuanya ya"
"baik nona" .
"Sudah berapa lama kau bekerja disini?"
"eh, saya nona, saya sudah hampir 5 tahun bekerja disini".
"berarti kau mengenal semua sifat dan karakter penghuni rumah ini?"
"Hmm, saya hanya tau mana menu yang boleh dihidangkan atau tidak dimeja makan nona, untuk sifat tuan dan nyonya saja tidak tau, saya hanya tau, tuan muda begitu menyayangi nyonya."
"begitu ya, lalu apa makanan kesukaan tuan adit?"
"Itu tuan suka sekali dengan sushi nona"
__ADS_1
"Sushi ya....?" bersandar sejenak di bangku dapur.
"Apa kita punya semua bahan untuk membuat suhsi?aku ingin membuatnya"
"Wah nona, nona pasti sangat menyayangi tuan muda, hingga membuat makanan kesukaan tuan muda"
Dania hanya tersipu malu....
"Tapi nona, maaf jika saya lancang bertanya, tapi kemarin mengapa nona pulang begitu larut, tuan sampai menyuruh orang orang mencari nona, bahkan hampir saja tuan melaporkan ke polisi"
"Ah, benarkah?, aku tak tau bisa sampai seperti itu, HPku rusak, jadi aku tak bisa mengabari, dan parahnya aku begitu ceroboh meninggalkan Dompetku...belum lagi aku baru di daerah ini, jadi aku tak paham jalanan, makanya kemarin aku berkali kali nyasar dijalan...hehe"
"Ah...nona, kan nona bisa naik taxi"
Meski kata kata pelayan tersebut benar adanya, namun membuat Dania tersentak kaget.
"Benar, mengapa aku tak naik taxi, mereka pasti berpikir seperti itu kan, tapi aku hanya gadis miskin yang tak punya apa apa atau siapapun, bagaimana bisa aku menghamburkan uang dengan menggunakan taxi dengan jarak yang lumayan jauh, itu kan mahal" gumam Dania dalam hati, sambil menarik nafas dalam.
"Ah, maaf nona jika saya lancang"menutup mulutnya dengan kedua tangan begitu melihat reaksi Dania.
"Tapi nona, sepertinya nona kurang sehat, wajah nona sangat pucat"
__ADS_1
"Ah, aku tak papa, aku hanya kelelahan, aku akan ke kamar sebentar, tolong siapkan semua bahannya ya" Dania berdiri dari bangkunya dan berlalu menuju ke kamar, namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu dapur.
"Tuaaan Adit....."ucap Dania kaget sambil menatap sosok di depannya, "Sejak kapan dia disini" gumamnya.
"Apa tuan butuh sesuatu" ucapnya lagi sambil terbata bata.
Namun Adit hanya berlalu, tanpa memperdulikan Dania yang ada di hadapannya.
"Hans...."
"Iya tuan"
"Sudah kau siapkan mobil dan supir untuknya?"
"Seperti yang tuan perintahkan semua sudah saya siapkan"
"Sudah kau cari tau kenapa dia pulang larut"
"Sepertinya nona muda meninggalkan dompetnya tuan"
"Aku sudah tau, tapi kenapa dia begitu bodoh hingga tak bisa naik taxi"
__ADS_1
"hmm, maaf tuan, sepertinya nona belum terbiasa dengan kehidupan yang sekarang.
"Maksudmu kemewahan?Hans...hans....apa kau kira dia malaikat, semua manusia menyukai uang, meski alasannya menikah untuk menyelamatkan adiknya, apa kau pikir alasannya hanya itu? Aku berani menjamin, jika dia juga melihat kekayaanku saat akan menikah, jadi jika maksudmu alasannya karena dia tak terbiasa, sepertinya aku meragukan kreabilitasmu menilai orang"!.