
Kemilau berlian tersinari oleh sang fajar yang baru bangun dari tidurnya..
Sembari memberi isyarat pada cerita malam yang sudah usai...
Udara yang diam begitu indah
Menghadirkan bola matahari
Dengan kemuning sinarnya...
"Selamat pagi omma" sapa Adit begitu melihat omma yang ia sayangi sudah duduk di meja makan.
"Pagi sayang" sembari membalas kecupan Adit.
"Dimana Dania" ucapnya kembali saat melihat sosok wanita yang ia cari tak ada disana.
"Aku pikir ia sudah bangun lebih dulu" ujar Adit yang juga mencoba menelusuri ruang dari tempatnya berdiri.
"Nona Dania sudah berangkat sedari tadi Nyonya, tuan, tadi nona berpesan berangkat lebih awal karena ada hal yang harus ia kerjakan, dan nona juga berpesan tidak bisa menggunakan mobil dan supir yang sudah tuan siapkan, nona bilang ingin lebih mandiri tuan" ucap seorang pelayan gagap saat menjelaskan.
"Dasar wanita tak tau berterima kasih! mempersulit diri sendiri!" Decak Adit kesal.
__ADS_1
"Ya sudahlah dit, mungkin Istrimu hanya ingin lebih mandiri, nanti kau bisa tanyakan langsung padanya, tapi bukankah Dania berbeda dari gadis gadis lain, wanita lain mungkin senang jika diberikan fasilitas, tapi istrimu itu memilih untuk tak menggunakannya, omma memang gk salah pilih buat kamu" Menepuk - nepuk pundak Adit kemudian pergi melangkah meninggalkan meja makan.
"Apa bedanya omma? dia pun sama! Jika bukan karena apa yang omma berikan dia juga tak akan jadi istriku sekarang? gumam adit lirih.
"Hans bersiaplah, kita berangkat sekarang, aku tak berselera untuk sarapan, dan siapkan seseorang untuk mengawasi wanita itu, ah tidak, kau siapkan saja orangnya dan suruh orang itu langsung menemui ku aku yang akan memberinya perintah langsung".
"Baik tuan, saya langsung membawa orangnya pada anda".
.....
"Ah aku lelah..."gumam Dania dalam hati sambil tetap menelusuri jalanan raya di keramaian kota.
"Ayo Dania semangat, sebentar lagi juga sampai" ucapnya lagi memberi semangat pada dirinya.
"Ah senangnya, dengan begini aku bisa menghemat biaya transportasi, aku juga bisa
sekalian olahraga, dan lagi aku tak bisa memakai uangnya,meskipun ia bilang aku bisa memakainya tapi aku tak ingin ia lebih membenciku lagi, aku tak ingin ia mengira aku memanfaatkannya karena ia kaya karena uangnya, dan aku harus bisa mengembalikan uang omma secepatnya, aku harus bisa mengembalikan semuanya dengan begitu mungkin dia bisa membuka hatinya untukku."
"Semangat Dania! Semangat!
.....
__ADS_1
Di kantor Adit fokus pada pekerjaannya yang tertunda semalam.
"Tuan, orangnya anda butuhkan ada diluar".
"Suruh ia masuk" ucap Adit tegas memberi perintah.
"Selamat siang tuan, nama saya Ferdy"
"Baiklah ferdy, duduklah" Adit memberikan kode pada Pak Hans agar meninggalkan ruangan.
Pak Hans menundukkan kepala dan keluar saat sudah berada ditepi pintu.
"Baiklah ferdy, aku ingin kau mengikuti wanita ini" menyerahkan foto Dania.
"Bukankah ini...?"
"Ya, dia istriku, aku ingin kau mengikutinya dan melaporkannya padaku, aku tak butuh laporan detail seperti apa yang ia lakukan di kampus, atau apa ia makan dan minum dengan siapa, yang aku ingin kau mencari tau apa motifnya rencana wanita itu kedepannya."
"Maksud anda?"
"Maksud anda? kenapa kau bertanya lagi apa maksudku? apa Hans sekarang sudah tak mampu lagi menilai orang, ku pikir kau bukan orang bodoh yang mempertanyakan itu lagi dan Hans harusnya sudah menceritakan garis besarnya padamu! yang aku maksud "Wanita yang menikah karena uang? bukankah wanita seperti itu menginginkan hal yang lebih? Harta? Kekuasaan? tepatnya apa yang ia inginkan! Karena aku tak ingin melihat omma diperdaya olehnya! Apa kau paham! Jangan memberi laporan hal lain karena aku tak ingin tau!
__ADS_1
"Baik Tuan, saya mengerti maksud anda".
"Baiklah kau boleh keluar".