Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kepulangan Oma


__ADS_3

"Dimana Adit dan Dania?" Tanya "pada pak Hans ketika oma tak melihat Adit dan Dania tidak ikut menjemputnya.


"Tuan Adit dan Nona Dania saat ini sedang berada di Rumah Sakit nyonya" Jawab Pak Hans sopan.


"Rumah Sakit? emangnya siapa yang sedang sakit?" Tanya oma kembali,


"Nona Dania Nyonya"


"Dania?! Apa yang terjadi pada gadisku yang malang itu?"Tanya oma mulai panik.


"Nona Dania jatuh dari tangga Nyonya, tapi anda tak perlu kuatir karena nona sudah baik-baik saja" Jawab pak Hans menjelaskan pada majikannya yang terlihat mulai panik.


"Bagaimana aku bisa tidak kuatir Hans, bagaimana bisa Dania jatuh dari tangga?" Selidik oma kembali.


"Mohon maaf nyonya saya juga tidak mengetahui penyebabnya, nyonya bisa tanyakan langsung pada tuan Adit" Jawab pak Hans kembali.


"Hans kita ke Rumah Sakit sekarang"


"Baik nyonya" Jawab pak Hans patuh, meski sebenarnya ia enggan untuk menuruti majikannya itu saat ini, karena ia sudah menduga hal yang akan terjadi nanti di Rumah Sakit, namun sebagai seorang bawahan ia hanya bisa mematuhi keinganan majikannya itu.


"Hans, selama aku tak ada apa yang sudah terjadi"


"Maksud anda nyonya?"


"Kau paham betul apa yang ku maksud Hans, jangan membuatku bertanya hal yang sama lagi".


"Maaf Nyonya, tapi jika nyonya bertanya tentang tuan Adit dan nona Dania maka saya hanya tak bisa mengatakan apapun" Jawab pak Hans dengan tegas.


"Huh... Kau ini benar-benar orangnya Adit" Jawab oma dengan nada malas.


"Tapi, yang bisa saya katakan adalah tuan Adit sudah mengetahui alasan dan hubungannya dengan nona Dania dulu" Ucap pak Hans lagi sambil sesekali melirik ke kursi penumpang melalui sepion kaca depan. Mendengar hal yang di ucapakan pak Hans barusan, nyonya Hermawan terlihat kaget dan terdiam sesaat, namun tak lama ia menghembuskan nafasnya kembali pelan.


"Jadi begitu rupanya... rahasia memang tak akan pernah jadi rahasia seumur hidup, ia tetap mencari cela untuk mencuat kembali ke permukaan". Ucap Oma lagi.


"Apa anda baik-baik saja nyonya." Tanya pak Hans ragu-ragu.


"Ya, aku baik, malah ini jauh lebih baik, dulu aku begitu takut untuk memulai pembicaraan dengan Adit, tapi sepertinya aku tak bisa mengelak lagi. Apa kita masih jauh Hans".


"Sebentar lagi kita akan tiba nyonya" Jawab pak Hans sambil mengamati majikannya tersebut kembali.

__ADS_1


..........


"Oma..." Ucap Adit begitu melihat sosok yang ia kenali tersebut datang menghampirinya.


"Apa yang terjadi pada Dania?" Tanya oma sambil memegang tangan cucunya tersebut.


"Kenapa oma kemari, oma pasti lelah sehabis perjalanan jauh dari Inggris"


"Apa maksudmu bocah nakal, kenal kau tak memberitahuku apapun, bagaimana dia sekarang" tanya oma lagi pada Adit.


"Dia baik-baik saja oma, jika oma mau, oma bisa masuk ke dalam".


"Baiklah, aku akan melihatnya, tapi apa yang kau lakukan disini, kenapa kau malah duduk di luar seperti ini, bukan menemani istrimu di dalam" celoteh oma lagi pada Adit yang terlihat semakin bingung harus menjawab apa.


"Aku...."


"Apa yang kau lakukan, ayo kita masuk" Ucap oma lagi sambil menarik tangan Adit untuk ikut masuk bersamanya."


"Dania sayang, apa yang terjadi padamu" Ucap oma begitu membuka pintu kamar Dania.


"Oma, oma sudah kembali" Ucap Dania pada wanita tua yang ia rindukan itu. Oma langsung bergegas menghampiri Dania dan memeluknya.


"Aku baik-baik saja oma, oma tak perlu kuatir" jawan gadis itu lembut masih dalam pelukan nyonya Hermawan.


"Gadis baik...." Ucap Oma lagi sambil mengecup kening Dania lembut.


"Permisi, maaf mengganggu waktunya ibu dan bapak, sekarang waktunya ibu Dania makan siang ya" Ucap suster yang baru saja masuk sambil menyiapkan makanan.


"Terima kasih suster" Ucap Dania kemudian.


"Makanlah sayang, agar kita bisa segera pulang ke rumah.


"Nanti saja oma, nanti aku akan memakannya.


"Sayang, jangan menunda-nunda makan, kau harus makan. Adit bantu suapi istrimu untuk makan" Ucap lagi sambil melirik pada Adit yang sedari tadi hanya berdiri mengamati ke dua wanita di hadapannya itu.


"Iya oma" Jawab Adit seadanya.


"Apa yang kau lakukan kemarilah dan rawat istrimu" Celoteh oma lagi.

__ADS_1


"Aku bisa makan sendiri oma, aku akan makan sekarang" Ucap Dania buru-buru mengingat situasinya dengan Adit saat ini, akan sangat canggung jika Adit menyuapinya makan.


"Tak apa, Adit kemarilah" Ucap oma lagi.


"Oma.." Ucap Dania pelan sambil melirik ke arah pria yang sudah berdiri dihadapannya itu.


"Aku kan menyuapimu" Ucap Adit pelan, kemudian duduk dan meraih makanan Dania. Oma yang melihat itu pun tersenyum lembut dan menarik nafas lega.


"Aku bisa sendiri paman" Ucap Dania pada Adit, yang membuat Adit sedikit terkejut namun ia kembali tersenyum lembut.


"aku kan menyuapimu, buka mulutmu" Ucap Adit sambil menyodorkan sendok makanan ke arah mulut Dania.


"Aaaaa..." Ucap Adit kemudian yang akhirnya membuat Dania menyerah dan menerima suapan dari Adit.


"Gadis pintar" Ucap Adit lagi sambil tersenyum.


"Oma lega melihat kalian seperti ini,oma akan kembali ke Rumah, sayang kamu cepat sembuh ya" Ucap oma pada Dania sambil mengecup keningnya lagi.


"Terima kasih oma, dan oma hati-hati saat pulang"Balas Dania lagi.


"Tentu sayang" Ucap oma lembut. Oma pun pergi bersama pak Hans dari ruangan itu.


"Aaaaa..." Ucap Adit lagi sambil menyodorkan makanan pada Dania, namun kali ini ia harus menerima sikap dan respon yang tidak mengenakan dari gadis itu.


"Oma sudah pergi, anda tak perlu berakting lagi"Ucap Dania ketus sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Aku tak pernah bilang aku pura-pura saat ini" Ucap Adit lembut masih sambil menyodorkan makanannya.


"Makanlah kau tak akan membuang-buang makanan kan?" Ucap Adit lagi.


"Aku akan memakannya sendiri, anda keluarlah sekarang" Ucap Dania lagi. Adit hanya bisa menarik nafas dalam mendengar kata-kata dari Dania.


"Baiklah, aku akan keluar sekarang, tapi kau harus habiskan makananmu" Ucap Adit yang tak di respon sama sekali oleh Dania. Adit pun keluar dengan lesu di ikuti tatapan sayu dari Dania yang perlahan mengeluarkan air mata.


......


"Dia ingat semuanya, dia tak melupakan apapun" gumam Adit dalam hati.


"Aku bisa sendiri paman" Adit ,mengingat ucapan Dania tadi di dalam kamar.

__ADS_1


"Sebelum kau kehilangan ingatanmu, kau tak pernah memanggilku dengan sebutan "paman" tapi tadi kau memanggilku "paman". Tapi kenapa kau harus pura-pura tak mengingat apapun, atau apa yang membuatmu ragu-ragu Dania" gundah Adit di dalam hatinya.


__ADS_2