
Flashback 2 Tahun lalu....
Di perusahaan Hermawan....
"Hans siapkan keperluan untuk meeting besok, dan bawakan berkas-berkas yang berkaitan dengan tender ini, termasuk rincian keuangannya" Adit
"Baik tuan"..Hans
"Hans untuk gudang yang ada di lokasi ini, carikan rincian pengeluaran barangnya dan jadwalkan waktuku untuk pergi kesana, sepertinya ada manupulasi pada laporan-laporan ini" Adit.
"Baik tuan, untuk meninjau kesana saya akan meminta orang yang bisa di percaya kesana tuan, anda tak perlu turun langsung kesana, tempat itu ada di daerah terpencil, dan medannya akan sulit jika tuan kesana dan anda sepertinya anda sudah terlalu memporsir tenaga anda tuan, anda harus memberi waktu pada diri anda untuk istirahat tuan, anda bahkan sudah melewatkan jam makan anda berkali-kali". Hans
"Hans, aku atau kau yang bossnya?dan aku sedang tidak ingin mendengarkan ocehanmu" Adit
"Maaf tuan jika saya terlalu lancang, saya hanya mencemaskan anda...." Hans
"Aku bisa mengurus diriku sendiri, kau tak perlu kuatir, dan segera lakukan apa yang ku minta, dan jadwalkan hari ini untuk meeting divisi, selama ini kalian terlalu santai, omset perusahaan menurun, dan apa ini, apa karyawan-karyawan disini orang bodoh dan amatiran, membuat laporan saja tidak bisa, pecat orang yang membuat laporan ini, dan tindak orang-orang yang tidak relevan untuk bekerja". Adit
"Baik tuan" Ucap pak Hans menghela nafas panjang. Ia mencoba memahami perilaku majikannya tersebut namun ia juga kuatir akan kesehatan majikannya itu, setelah kepergian Dania, seolah dunianya sudah di jungkir balikkan, ia tak pernah tersenyum seperti dulu, ia juga memaksakan tubuhnya untuk terus bekerja dan bekerja, bahkan oma yang selalu ia dengarkan tidak bisa berbuat apapun untuknya, mereka sama-sama merasakan rasa bersalah, tuan Adit seperti kehilangan semangat hidupnya.
.....
__ADS_1
" Hans untuk cabang yang ada di Jepang, aku akan meninjau langsung, kau ikut bersamaku, dan siapkan semua data-data yang di perlukan untuk pengembangan projek kita sekarang, dan setelahnya langsung berikan padaku" ujar Adit sambil memijat-mijat keningnya.
"Apa anda baik-baik saja tuan, anda sepertinya sangat pucat, anda bahkan tak memakan makan siang hari ini" Hans
"Aku baik-baik saja, kau lakukan apa yang ku minta sekarang, kita tak punya banyak waktu" Adit.
"Saya akan menjalankannya sekarang, dan saya akan meminta seseorang untuk menyiapkan makanan untuk anda" Hans.
"Tak usah bawakan makanan, kau tau sendiri jika aku memakannya, aku akan memuntahkannya kembali, itu benar-benar membuatku muak"
"Tapi tuan..." Hans
"Kau cerewet sekali, lakukan saja yang ku minta, atau kau sudah enggan untuk bekerja bersamaku" Adit
Setiap hari rutinitas yang dilakukan Adit hanya bekerja dan bekerja, Setelah mencoba memaksakan diri untuk terus menerus unthk bekerja akhirnya tubuh Adit tak mampu menahannya, Adit jatuh sakit, ia bahkan dirawat di rumah sakit hingga berbulan bulan lamanya, akibat dari masalah pencernaannya, Adit menerima nutrisi hanya dari air infus bahkan setiap bulannya ia harus mengikuti cek rutin kesehatan untuk memeriksa kondisinya. Setiap kali ia mencoba mengkonsumsi makanan, makananan itu seolah menolak dan Adit kembali memuntahkan makanannya hingga akhirnya dokter memberikan obat pengganti nutrisi untuknya, namun Adit menjadi malah menjadikan obat itu sebagai pengganti makanan, dan ia tak pernah mengkonsumsi makanan apapun lagi, hingga fisiknya menjadi lemah. Oma selalu mendampingi Adit dan memberi semangat padanya, melihat cucunya yang seolah sudah tak berdaya nyonya Hermawan merasa sedih dan menyalahkan dirinya atas semua yang menimpa Adit.
Adit seolah hidup baik-baik saja, namun ia menyimpan kerinduan besar dan rasa bersalah yang besar untuk istrinya Dania, dan meski Dania sudah pergi meninggalkannya, namun Adit tak pernah menggugat cerai istrinya itu, karena Adit masih berharap jika suatu saat, saat hati Dania sudah mulai menerima semuanya, ia akan kembali pulang dan mau memaafkan semua kesalahan Adit. Adit juga membuka usaha fashion terbesar di berbagai kota dengan harapan, ia bisa bertemu dan memberikan Dania wadah untuk gadis itu mengembangkan cita-citanya.
.......
"Adit...." Oma
__ADS_1
"Iya oma?" Adit
"Apa Adit mau ikut oma kembali ke Inggris, oma tidak akan memaksa jika kamu memang tidak mau, oma hanya ingin kamu memulai hidup kamu yang baru, oma ingin kamu menemukan semangat kamu lagi, mungkin jika kamu pergi jauh dari tempat ini kamu bisa segera melupakannya, oma tak ingin melihat kamu seperti ini lagi " Ujar oma dengan nada yang sedih menahan air mata.
"Oma, Adit tak berniat melupakan Dania, Dania adalah istri Adit dan hanya ada satu-satunya untuk Adit, oma tak perlu merasa bersalah, karena oma sudah mempertemukan Adit dan Dania, Adit merasa bersyukur,...
Dania...dia, dia pasti akan kembali, karena Adit yakin dengan perasaan Dania pada Adit, saat ini Dania mungkin lebih terpuruk dibanding apa yang Adit rasakan sekarang, jadi oma jangan minta Adit untuk melupakan Dania, karena Adit tidak akan bisa, Dania...dia adalah satu-satunya wanita yang tulus menyayangiku diluar daripada oma". Adit
"Oma minta maaf Adit, oma bersalah, harusnya kalian tidak menanggung apa yang tidak kalian lakukan, ini bukan kesalahan kamu sayang." Ucap oma sambil menitikkan air mata, Adit memeluk oma nya dengan lembut.
"Aku baik-baik saja oma, tapi aku akan pindah keluar kota, dan akan menetap disana." Adit.
"Dimana? jika kamu ingin pergi, bukankah Inggris adalah pilihan terbaik sayang?" Oma
"Di sana,... Dania berada disana oma" Adit
"Dania?? Apa kau ingin pergi menemuinya?" Oma
"Tidak oma, aku hanya akan mengamatinya dari kejauhan, itu sudah lebih dari cukup untukku, aku akan menemuinya saat hatinya sudah siap untuk menerimaku.." Adit
"Oma akan selalu mendukung apapun pilihanmu, Dania adalah gadis yang baik, tapi jika dia memilih melepaskan mu, maka iklaskan lah Adit, mungkin itu adalah jalan terbaik untuk kalian berdua, kau dan juga Dania." Oma. Adit hanya mendengarkan namun ia tidak menanggapi apapun dari ucapan oma, ia belum sanggup mengatakan dengan mulutnya sendiri untuk merelakan dan melepaskan Dania, meskipun ia harus bersikap egois, ia masih berharap Dania kembali padanya.
__ADS_1
"Besok Adit akan berangkat kesana oma, dan Adit akan baik-baik aja, jadi oma, jika oma ingin kembali ke Inggris, oma tak perlu kuatir pada Adit, Adit akan bawa kembali istri Adit pulang" Ucap Adit sambil menatap oma'nya.
"Oma berharap yang terbaik untukmu sayang, apapun itu, oma akan selalu mendukung pilihanmu" Ucap oma sambil memegang jemari Adit sebagai bentuk dukungannya.