Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kencan I


__ADS_3

"Selamat siang pak Hans, tolong informasikan ke Tuan Adit, di Taman Adipati jam 7 malam nanti." Ketik Dania pada Sekretaris andalan Suaminya.


"Mery...apa kau tau dimana aku harus membeli barang barang ini?"


"Oh ini di supermarket dekat rumah juga ada nona, mau saya bantu belikan?"


"Tak usah biar aku aja, makasih ya".


....


"Ini sudah, ini juga udah, apalagi ya?"gumamnya sambil mengecek ngecek barang yang sudah ia beli."


"Sepertinya udah semua, sekarang waktunya pulang dan masak untuk nya, aku udah gak sabar. Gumamnya senang.


.....


"Nona biar saya bantu"


"Jangan, biar aku melakukannya sendiri karena ini kencan pertama kami, jadi aku ingin membuat masakan buatan ku sendiri.

__ADS_1


"Nona, perhatian sekali, tuan pasti juga tau, kalau nona tak seperti yang orang orang pikirkan".


"Terima kasih mery..." ucap Dania terharu.


"Aahh..."!Teriak Dania.


"Ada apa nona?! Astaga tangan anda berdarah apa terkena pisau, sini saya obati nona."


"Iya, terima kasih, tapi ini bukan karena pisau, mungkin karena kulit ku terkelupas dan semakin tipis jadi mungkin terkena kuku ku jadi terluka".


"Nona, apa yang anda lakukan pada tangan anda, anda adalah nona muda, istri tuan Adit, bagaimana bisa tangan anda jadi seperti ini, anda harus menjaga diri nona".


"Jangan bilang begitu nona, ini sudah tugas saya, saya bantu memotong motong saja nona, anda bisa terus memasak". Berkata lirih


"Sekali lagi terima kasih mery".


.......


"Wah sudah jadi, sepertinya enak, tuan Adit pasti suka" Ucap mery ikut senang.

__ADS_1


"Iya mudah mudahan dia suka, aku akan bersiap siap dulu kalau gitu, bantu aku menatanya ya,".


"Baik nona"


Dania bersiap siap di kamar, menata rambutnya yang ikal dengan memberikan hiasan jepit rambut disisi kanannya, dan untuk pakaian ia menggunakan mini dress polos berwarna kuning dengan bahan katun yang lengannya terdapat kerutan di setiap siku lengan, dipadankan dengan sepatu wedges putih. Kemudian ia menghias wajahnya yang putih mulus, dengan make up minimalis. Setelah semua selesai, ia bergegas dengan aneka perlengkapan yang ia beli tadi bersama bekal makan malam yang sudah ia siapkan, dan kemudian bergegas berangkat menuju ke taman. Kali ini ia menaiki angkutan umum, agar tak berkeringat sampai di lokasi.


Sesampainya di taman ia mengeluarkan semua perlengkapan yang tadi ia beli, lilin lilin, serpihan serpihan bunga mawar merah, kemudian ia menghias tempat itu menjadi lebih indah, dengan menata lilin lilin dan bunga bunga yang ia beli tadi.


"Ah sudah jam 7 malam aku harus buru buru" gumamnya. Dinyalakannya lilin itu hingga terlihat berbentuk hati dan ia duduk di tengah tengah lilin yang menyala.


"Wah cantiknya,"Ujarnya puas. Kemudian ia mengeluarkan laptopnya dan CD Film yang sudah ia siapkan. Dania menatap kagum dengan hasil usahanya dan tersenyum malu malu dengan imajinasi yang ia pikirkan sendiri.


"Sudah jam 7 lewat, apa jalanan macet ya" gumamnya saat melihat Adit belum juga tiba.


......


"Hans...pesankan tempat untuk makan malam" perintah Adit pada Hans.


"Tuan, anda punya janji dengan nona Dania di jam 7, dan ini sudah lewat dari jam 7 malam tuan." mencoba Menjelaskan pada majikannya.

__ADS_1


"Biarkan dia menunggu, aku sudah lapar, pesankan tempat dan bersiap pergi."


__ADS_2