
Malam berlalu cepat, pagi ini indah seperti biasanya, namun ada kecanggungan antara dua insan yang duduk di meja makan.
"Bagaimana tidurmu semalam gadis kecil" sapa Adit mencoba mencairkan keheningan.
"Hukkkk...."
"Hei kau tak apa?" ucap Adit panik melihat Dania tersedak.
"A..aku tak apa, aku baik-baik saja paman tak perlu kuatir" ucap gadis itu terbata.
"Baiklah, jika ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman kau bisa katakan padaku" ucap Adit kuatir.
"Kaulah yang membuatku tak nyaman paman, kau ." gumam Dania pelan, sambil tersenyum terpaksa pada Adit.
"Apa kau jadi ikut ke kantorku hari ini?" tanya Adit lagi.
"Hmm...apa aku benar benar boleh pergi kesana paman?".
"Tentu saja, kau bisa pergi semau mu ke sana, kan kan istriku" ucap Adit lagi yang membuat gadis itu kembali tersedak.
"Hikkk, " Adit yang memahami situasi tersebutpun hanya tersenyum lembut.
"Apa kau benar-benar tak papa istriku?" ucap Adit menggoda Dania.
"Hikkk, i..iya paman aku tak apa" ucapnya terbata dengan wajah yang memerah seperti tomat.
"Aku mau mandi dan siap-siap dulu paman" ucap gadis itu lagi.
"Baiklah, aku akan tunggu disini" ucap pria itu lembut. Dania pun beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju kamarnya.
"Ah...memalukan sekali, dan lagi kenapa dia mengatakan hal-hal seperti itu dengan ekspresi yang biasa." gumamnya sambil memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hahaha..dia benar-benar menggemaskan" gumam Adit sambil tersenyum mengingat tingkah Dania tadi.
"Ah aku benar-benar akan gila jika terus begini" gumamnya sambil terus tersenyum.
__ADS_1
.....
"Permisi tuan, maaf mengganggu waktunya, tuan di depan ada seorang pria yang mencari nona Dania." ucap seorang pelayan saat Adit sedang menunggu Dania di ruang makan.
"Pria?? Siapa??" Tanyanya curiga.
"Tadi katanya namanya Kevin tuan" ucap pelayan tersebut menjelaskan.
"Kevin???....baiklah aku akan temui dia di depan, jika Dania sudah turun minta dia menungguku disini, jangan biarkan dia keluar dulu".
"Baik tuan".
.....
"Apa anda yang bernama Kevin?"
"Ah iya, maaf mengganggu waktunya, saya sedang mencari keluarga saya, dan saat saya bertanya pada orang-orang ada yang melihatnya di sini dan tadi saya bertanya pada seorang pelayan di sini katanya Dania tinggal disini.
"Anda siapanya Dania".
"Saya adalah teman sekaligus saudara Dania di panti asuhan tempatnya di besarkan, jika saya boleh tau anda siapanya Dania apa anda atasannya Dania?"
"Apa ini terkait Dania?"
"Iya benar".
"Apa dia baik-baik saja?"
"Dia baik, tapi dia kehilangan ingatannya"
"Hilang ingatan, bagaimana mungkin? apa yabg terjadi". Tanya Kevin tak terkejut, Adit hanya menjelaskan, tak terkecuali soal adanya pernikahan antara Adit dan Dania.
"Jadi Dania menikah dengan anda karena perjanjian? untuk menyelamatkan adiknya?".
"Iya, hal seperti itu terjadi, tapi saya tak ingin Dania mengetahui alasan kenapa kami menikah, saya kira lebih baik ia tak perlu mengetahuinya saat ini, biarkan ia mengingatnya sendiri, saya tak ingin ia merasa terbebani dengan pernikahan ini.
__ADS_1
"Jadi Dania sudah menikah? tapi kenapa dia tak memberitahu hal ini pada kami?" ucap Kevin masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Adit.
"Jika anda memang mengenalnya dengan baik, harusnya anda paham kenapa dia tak ingin kalian tau masalah pernikahan ini." Ucap Adi menjelaskan, Kevin tampak frustasi dengan penjelasan Adit, bagaimana tidak, Gadis yang ia cintai selama bertahun tahun dan yang ia cari cari kemana mana telah menikah dengan pria lain, meski Kevin tak menyalahkan keputusan yang diambil Dania, namun hati kecilnya masih tak terima akan pernikahan itu.
"Lalu dimana Dania sekarang? bisakah saya bertemu dengannya?" tanya Kevin penuh harap.
"Asal anda tak mengatakan masalah pernikahan itu sementara waktu saya akan ijinkan anda bertemu dengannya, karena saya tak mau kesehatannya terganggu karena masalah pernikahan ini".
"Baiklah tuan Adit, bisakah saya bertemu dengannya?".
"Ikut dengan saya, saya akan pertemukan kalian" ucap Adit sambil beranjak diikuti Kevin di belakangnya.
"Paman...maaf aku lama" ucap seorang gadis dari atas tangga.
"Ups!, maaf saya tidak tau kalau ada tamu" ucapnya saat menyadari sosok Kevin. Kevin yang melihat reaksi Dania pun, akhirnya yakin jika memang gadis itu kehilangan ingatannya karena ia tak bisa mengenali Kevin.
"Dania, kemari lah, aku akan mengenalkan mu" ucap Adit sambil memberi kode dengan jarinya menyuruh Dania untuk turun. Melihat gadis yang sudah ia rindukan mendekat ke arahnya, hati Kevin berkecamuk, ada perasaan sakit saat ia menatap gadis itu tersenyum hangat pada Adit namun ia juga senang melihat gadis itu baik-baik saja, apa lagi saat ia melihat penampilan Dania dengan pakaian yang sangat cantik untuknya berbeda saat dulu ia berada di panti asuhan.
"Dania....dia adalah.."ucap Adit menggantung saat tiba-tiba Kevin memeluk Dania.
"Aku sudah mencari mu kemana-mana, aku hampir gila karena aku tak menemukanmu, apa aku benar - benar tak mengenaliku?" ucap Kevin sambil mendekap erat Dania, yang membuat gadis itu sesak karena di peluk terlalu erat.
"Ma..maaf saya tak bisa mengingat anda, dan bisakah anda melepaskannya, saya tak bisa bernafas" ucap Dania pada Kevin, sontak membuat pria itu tersadar dan melepaskan pelukannya dari gadis itu. Adit yang melihat perbuatan Kevin yang memeluk Dania pun menahan amarahnya, tangannya ia kepalkan namun ia mencoba meredam, karena ia tau Kevin adalah sosok keluarga bagi Dania meski saat ini Dania tak bisa mengingat Kevin.
"Maaf saya tak bisa mengingat apapun, apa anda keluarga saya?"ucap Dania sambil memandang pria di hadapannya itu.
Melihat reaksi Dania seolah menganggapnya orang asing, hati Kevin begitu sakit.
"Kita sama-sama tumbuh di panti asuhan"ucap Kevin lirih.
"Panti asuhan?"
"Iya, kita sama-sama anak yang kurang beruntung, orang tua kita sama-sama telah tiada."Ucap Kevin menjelaskan.
"Ah..ternyata aku memang tak memiliki keluarga, pantas saja tak ada yang mencari ku selama ini" gumamnya lirih.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Kau gadis jahat! Bisa-bisanya kau berkata begitu, kau masih memiliki adik, kau juga masih memiliki aku, kau bahkan buat banyak keluarga di panti, jadi jangan pernah mengatakan kau tak memiliki keluarga."Ucap Kevin sambil memegang tangan Dania.
"Terima kasih kak" ujar gadis itu lembut sambil tersenyum hangat. Melihat itu hati Adit kesal melihat Dania tersenyum pada pria lain dan melihat pria itu bukan saja hanya memeluk tapi juga memegang tangan istrinya, namun Adit tak bisa marah pada Dania maupun Kevin dan hal itu membuatnya semakin kesal.