Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Rencana Adit I


__ADS_3

"Aku berangkat omma" ucap Adit setelah selesai dengan sarapannya.


"Hati hati sayang" kecup omma lembut.


"Ah...Dania, Hans akan menjemputmu jam 5 nanti, pulanglah lebih awal.


"Ya...apa tuan, eh kak Adit?"


"Hans akan mengabari lagi nanti".


"Tapi saya ada urusan...." belum selesai Dania bicara Adit sudah menatapnya tajam.


"Iya kak.." ucapnya lagi lirih.


Sampai didepan rumah, mobil sudah menanti, dengan sikap pak Hans membukakan pintu.


"Sudah kau lakukan yang aku perintahkan?!"


"Sudah tuan"Jawab pak Hans sembari menatap ke spion menerka-nerka apa yang akan dilakukan tuannya.


"Jam 5 Nanti bawakan gadis itu ketempat yang kau pesankan".


"Apa anda akan makan malam dengan nona tuan?".


Adit menarik nafas panjang, tak menjawab apalagi menggubris ocehan pak Hans, pikirannya sudah entah dimana.


.....


Selesai perkuliahan Dania bekerja paruh waktu di mini market seperti biasa. Pikirannya juga entah sedang berada dimana, dia begitu gelisah, mengapa tiba tiba pria yang begitu ketus padanya mengajaknya bertemu.

__ADS_1


"Aku senang sih, tapi entah kenapa aku merasa ada yang salah gumamnya, dan gimana di resto nanti, aku juga harus bekerja."gumamnya.


Waktu pun berlalu cepat, Pak Hans sudah menghubungi Dania berkali kali.


"Terima kasih kak, maaf saya buru buru" ucapnya sembari menerima upahnya hari ini.


"Halo" ucap Dania menerima panggilan pak Hans.


"Nona, anda ada dimana? terdengar suara dari telpon.


"Saya ada di jalan xxxx, saya tadi ada urusan".


"Baik nona, saya akan jemput anda disana".


Tak lama berselang, pak Hans sudah tiba di lokasi.


"Silakan nona" ucapnya ramah.


Dania masuk ke dalam mobil tak ada siapa siapa disana.


"Ku pikir dia akan ikut" gumamnya dalam hati.


"Tuan tidak ikut menjemput, tuan sudah menunggu di lokasi" ucapnya seolah paham apa yang di pikirkan Dania.


"Kita mau kemana pak Hans" tanya lagi.


"Kita akan ke restoran mewah di lokasi XXX."


"Apa kita akan ada makan malam resmi?" melihat pakaian yang ia kenakan.

__ADS_1


"Tidak nona,"ucap Pak Hans ragu.


"Apa tuan Adit ingin makan malam bersamaku?" tanyanya lagi penasaran.


Pak Hans hanya diam.


"Pak Hans, bisakah kita singgah ke rumah lebih dulu, sepertinya pakaianku tidak pantas jika pergi ketempat seperti itu" ucapnya lagi memperhatikan penampilannya yang hanya menggunakan kaos polos dan celana jeans, belum lagi ia baru bekerja.


"Bagaimana jika aku bau keringat" gumamnya dalam hati.


Tapi gadis itupun bingung karena pak Hans tak banyak bicara. Setelah lebih kurang 20 menit berkendara, mereka tiba di salah satu dari restoran mewah di kota itu. Pak Hans membukakan pintu.


"Silakan nona" ucapnya.


Dania ragu untuk turun karena melihat orang orang yang datang dengan pakaian yang rapi dan mewah.


"Benarkah tak papa jika aku berpakaian seperti ini? bagaimana jika nanti aku membuatnya malu" ucap Dania lagi.


"Nona, silakan, tuan sudah menunggu" Ucap pak hans lagi tanpa menanggapi pertanyaan Dania. Dania akhirnya memberanikan diri keluar dari mobil.


"Silakan nona, tuan sudah menunggu" ucap pak Hans lagi.


Mereka beranjak melangkah kedalam resto tersebut.


Saat tiba di dalam resto Dania menoleh kesana kemari, mencari sosok Adit, banyak mata yang mengarah kepadanya, yang membuatnya semakin tak percaya diri.


"Silakan nona, sebelah sini" Pak Hans memberi arahan. Mereka tiba di sebuah ruang private terkunci.


"Tuan berada di dalam sana, saya akan tunggu disini, nona silakan masuk" ujarnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2