Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Flashback di Panti Asuhan


__ADS_3

Saat Adit telah keluar dari ruang


itu. Dania kembali terduduk di sisi ranjang tempat tidurnya. Matanya tak


berhenti menatap ke arah tempat Adit beranjak pergi.


“Apa yang harus aku lakukan


padamu paman” Ucap Dania dengan nada sedih. Air matanya kembali menetes.


Flassback.


Saat berada di Panti Asuhan.


Saat itu Dania sedang bermain


bersama anak-anak panti di temani oleh Kevin, mereka tertawa dan bersenang-senang


bersama.


“Kak Dania, kak Dania, paman Adit


sangat tampan, bagaimana kakak bisa bertemu dengan paman, kakak benar-benar


beruntung.” Ucap salah seorang anak kecil pada Dania.


“Hei Rara, bukan kak Dania yang


beruntung tapi paman Adit yang beruntung bisa menikahi kak Dania, benarkan kak?”


Ucap Anak yang lain pada Dania. Dania yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum


kecil.


“kakak dan paman Adit sama-sama


beruntung kok” Ucap Dania kemudian yang diikuti ekspresi tak senang dari Kevin.


“Apa dia memperlakukanmu dengan


baik?” Tanya kevin kemudian.


“Siapa maksud kakak?”


“Pria itu, Aditya?”


“Paman sangat baik padaku, tapi


kenapa kakak berekspresi seperti itu saat membicarakan paman?”


“Berekspresi seperti apa aku


biasa saja, aku hanya tak ingin dia menyakitimu”


“Hmm, entahlah aku seperti


merasa, kakak seperti tak suka dengan paman”.


“Ya, aku memang tak begitu suka


padanya”.


“Kenapa? Apa paman pernah berkata


kurang ajar pada kakak, atau melakukan hal yang tidak kakak sukai?” Tanya Dania


merasa tak senang saat Kevin seolah mengganggap Adit pria tak baik.


“Bukan seperti itu, hanya saja


kenapa saat dia ingin menikahimu dia tak mengatakannya pada kita semua di sini,


walaupun kita semua tak punya hubungan darah apapun, tapi kau tetap bagian dari


panti ini, kita semua adalah keluarga disini.


“Aku mengerti perasaan kakak,


tapi mungkin paman punya alasan sendiri, kenapa melakukan itu semua”.


“Dan satu lagi, saat kau


kecelakaan merenggang nyawa di Rumah Sakit, saat kita semua kesulitan mencarimu


kemana-mana kenapa dia tak mengatakan apapun, apa karena kau dibesarkan di

__ADS_1


panti asuhan hingga dia berpikir tak ada satupun yang mencari dan


mengkwatirkanmu?”


“Kakak, paman tak sejahat itu,


aku percaya dia punya alasanya kenapa dia melakukan itu semua. Dan saat ini dia


adalah suamiku, aku harap kakak tak berpikir seperti itu pada suamiku.” Ucap


Dania lagi, mendengar perkataan Dania seperti itu membuat hati Kevin seolah


terbakar amarah, namun sekali lagi ia mencoba meredam semua emosinya tersebut.


“Ah, aku ingin ke kamar kecil


sebentar, toiletnya ada dimana ya kak?” tanya Dania pada Kevin.


“Kau ingin ke toilet, ayo aku


akan mengantarkanmu” Ucap Kevin kemudian.


“Jangan kak, aku bisa sendiri,


kakak tunjukan saja di mana arahnya” Ucap Dania lagi yang membuat Kevin yang


mendengarnya seolah merasa mereka seperti menjauh.


“Apa kau mencoba membuat batasan


untukku Dania” gumam kevin di dalam hatinya.


“Baiklah, kau tinggal lurus


sampai pojok ruangan, kemudian kau belok ke kiri di sana ada tangga, kau


naiklah ke atas, disana adalah tempat kita tadi bertemu ibu kepala, di sudut


ruangan itu disana ada toilet, karena toilet di lantai satu sedang di perbaiki


lebii baik kau pergi ke toilet di atas saja, apa kau paham? Karena kau tau kau


bukan orang yang mudah mengingat jalan dan lokasi.”


tapi aku pasti bisa jika aku tersesat aku akan tanya pada anak-anak yang lewat.”


“Baiklah”


........


“Lurus belok kiri ada


tangga....hmm apa tangga ini ya” gumam Dania dalam hati.


“Lalu kemana lagi ya...ah aku


benar-benar payah dalam mengingat jalan dan lokasi, begini aja udah nyasar ya


ampun Dania..Dania..” Celoteh gadis itu sambil menepuk-nepuk keningnya.


“Kenapa tak ada orang yang lalu


lalang ya....”


“Ah, disana kan ada paman dan ibu


kepala, aku tanya ke mereka aja deh” gumamnya kemudian ia mencoba mendekat dan


ingin mengetok pintu, namun langkah tangannya terhenti saat ia mendengar hal


yang membuatnya terkejut dan sangat kaget, seolah nafasnya terhenti saat itu.


Di dalam Ruangan Adit bersama Kepala Panti.


"Saat kecelakaan itu terjadi, nak Adit dan Dania sama-sama kehilangan


Ayah kalian. Dania sempat mengalami syok akibat kecelakaan itu, tak ada yang


bisa mendekati Dania termasuk nyonya Hermawan, beliau melakukan semua cara


untuk membuat Dania bisa merasa hidup kembali namun semuaya sia-sia, sampai


saat Dania bertemu dengan nak Adit. Entah karena merasakan kesedihan yang sama


akhirnya nak Adit dan Dania menjadi dekat, nak Adit menjadi kakak pelindung

__ADS_1


bagi Dania, saat itu kalian sangat dekat, bahkan Dania kecil dulu sempat


berkata ingin menikahi anda jika sudah besar nanti, dan akhirnya sekarang


ucapnya sudah menjadi kenyataan."


"Kami


dulu dekat? tapi kenapa saya tak bisa mengingatnya, Dania mungkin tak bisa


mengingatnya karena Dania masih sangat kecil, tapi saya sudah 15 Tahun saat


kecelakaan itu dan saya tidak mengingat apapun tentang Dania."


"Itu


adalah cerita yang berbeda, karena saat itu nak Adit tak mengetahui alasan


kematian ayah Dania". Adit sedikit terkejut mendengarnya, namun ia pun


tetap memilih mendengarkan.


"Anda


bisa mengatakannya, karena saya sudah tau bahwa ayah sayalah yang menyebabkan


kecelakaan itu."


"Sejauh


mana nak Adit mengetahuinya?"


"Saya


mengetahui bahwa jantung yang ada di tubuh saya adalah milik ayah Dania."


Ucap Adit Ragu.


"Iya,


karena alasan itulah nak Adit tak bisa mengingat Dania, karena saat itu nak


Adit terlalu muda untuk menerima kenyataan bahwa figur yang dikagumi oleh Dania


adalah sosok penyebab kematian ayahnya."


“Mendengar hal tersebut dari balik pintu, membuat Dania sangat terkejut, dan sesak nafas, hingga saat ia


ingin meninggalkan tempat itu ia tak dapat berpikir apapun, ia tak bisa


menerima orang yang saat ini menjadi suaminya adalam seseorang yang menjadi


penyebab kematian ayahnya, ada perasaan sakit di dadanya yang ia rasakan, air


matanya tak berhenti mengalir membasahi pipinya, hingga saat ia ingin menuruni


tangga, ia tak bisa fokus dan jatuh hingga ke dasar anak tangga.


Kevin yang sedari tadi menunggu


Dania pun gelisah karena Dania tak kunjung kembali.


“Apa dia nyasar ke kamar mandi? Kenapa


dia tak kembali juga, sepertinya aku harus menyusulnya, dasar bodoh harusnya


tadi ku antarkan saya dia.” Gumam Kevin dalam hati. Kemudian ia bergegas pergi


menyusul Dania.


“Kak Kevin mau kemana” Ucap


seorang anak pada Kevin.


“Kak Kevin mau ke toilet sebentar”


“Aku mau ikut” Celoteh anak kecil


tadi. Kemudian Kevin menggendong anak tersebut dan bergegas pergi menyusul


Dania, dan saat mereka berada di ujung jalan mereka terkejut saat melihat Dania


sudah terbaring berlumuran darah di lantai. Kevinpun langsung memapah Dania dan


anak kecil terseut memanggil Adit dan kepala panti yang berada di ruang atas.

__ADS_1


__ADS_2