Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Cemburu


__ADS_3

"Aku ingin mandi"? ucap Adit pada Dania.


"Mandi? apa maksudnya tuan??


"Sekali sekali pakai otakmu ini! siapkan air mandi ku!


"Baik tuan" Dania bergegas beranjak dan menyiapkan kebutuhan mandi Adit.


Adit rebahan di kasur sembari menunggu Dania.


"Tuan....tuan... maaf airnya sudah siap" Dania mencoba membangunkan Adit yang tertidur.


"Aduh bagaimana ini?jika dia tidak bangun dia akan menyalahkan ku karena tidak membangunkannya, apa yang harus ku lakukan?" gumam Dania dalam hati..


"Tuan...tuan...."


Kali ini Dania berusaha menyentuh lengan Adit dengan jarinya.


Dania memperhatikan wajah suaminya itu.


"Bulu matanya panjang, cantik sekali"gumamnya dalam hati sambil mencoba menyentuh bulu mata Adit.


Tiba tiba Adit terbangun dan menangkap tangan Dania.


Dania kelabakan karena ketahuan mencoba menyentuhnya.


"Hei gadis kecil, berani sekali kau mencoba menyentuhku, apa kau ingin mati! ucapnya sambil menatap Dania.


Dania menjadi salah tingkah dan mencoba membela diri.


"Maaf tuan....saya hanya mencoba membangunkan tuan..." Dania mencoba meraih tangannya dari genggaman Adit, namun tenaganya kalah kuat dengan Adit.


"Membangunkan ku??? ujarnya lagi seolah tak percaya.


"Iya tuan, saya ingin membangunkan tuan, karena air mandi sudah siap."ujar Dania menjelaskan dan masih berusaha menarik tangannya.


"Baiklah"Adit kemudian melepaskan tangan Dania ketika gadis itu masih mencoba meraih tangannya sehingga Dania terjatuh ke lantai.


"Setelah aku mandi, aku ingin segera tidur" ucap Adit lagi kemudian menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Apa maksud dari kata katanya" gumam Dania dalam hati.


Dania memainkan Hp nya di sofa, ia tertawa cekikikan sehingga tak menyadari kehadiran Adit.


Adit menatap ke arah Dania lama.


"Apa yang membuatnya sampai sesenang dan seheboh itu" gumamnya dalam hati yang tanpa dia sadari diapun ikut tersenyum melihat Dania tersenyum.


"Ehehem...Suara Adit yang membuat Dania terkaget dan menjatuhkan HPnya.


"Apa yang kau lakukan hingga tak menyadari kehadiranku?"


"Maaf tuan....tadi saya sedang chating dengan sahabat saya" ucap Dania yang masih kaget.


Adit mengambil HP Dania yang terjatuh.


"Apa sandinya" ucap Adit kemudian.


"Eheh...maksud tuan?? Dania bingung.


"Apa aku perlu mengulangnya" ucap Adit dengan suara yang sedikit meninggi.


"Tuan, lebih baik tuan pakai baju tuan dulu, nanti tuan kedinginan" ucap Dania mencoba mengalihkan pembicaraannya.


Dania terpaksa memberi tau sandinya yaitu tanggal ulang tahun Arya.


Adit membuka HP Dania dan kemudian mencoba berganti pakaian.


"Maaf tuan, saya akan keluar jika tuan ingin berganti baju, ucapnya sambil langsung menundukkan kepala.


"Bodoh! berdiri di sana! Aku akan ganti baju, urusan kita belum selesai" ujarnya.


Dania membalikan tubuhnya saat Adit mengganti bajunya.


Adit mencoba mengganti baju sambil melihat lihat isi HP Dania.


Tak lama Adit menghampiri Dania dengan wajah setengah kesal.


" Siapa pria bodoh ini? ucapnya pada Dania sembari menunjukan Foto Dania dan Arya.

__ADS_1


"Itu Arya Adik saya tuan"


Adit mencoba mengamati lagi.


"Sepertinya kau pacaran dengan adikmu" ucap Adit sambil menatap Dania seolah meminta penjelasan.


"Apa maksud tuan?


"Hei bodoh! Meski kau mengatakan dia Adikmu, dia tetap hanya sepupumu saja, bagaimana bisa di setiap foto kau memeluknya! bukankah itu sama artinya kau berselingkuh? celoteh Adit yang membuat Dania merasa aneh.


"Apa saat dikamar mandi kepalanya terjedut sesuatu, mengapa bicaranya melantur? gumam Dania dalam hati.


Adit masih mengamati HP Dania.


Dan dia merasa sangat kesal karena tiba tiba ada chat yang masuk, yang ternyata chat itu dari kak Kevin.


Kevin "Dania, apa kau baik baik saja? bagaimana pekerjaanmu? kapan kau kembali ke panti, aku merindukanmu".


"Siapa pria busuk ini?" ucapnya kesal dan melemparkan HP itu pada Dania.


Dania memperhatikan HPnya, sesaat dia tersenyum karena Kevin yang mengechat karena sudah lama mereka tidak berkomunikasi, kemudian dia melihat Adit yang masih menatap minta penjelasan.


"Dia adalah kak kevin, dia sudah seperti kakak kandung saya sendiri, ucap Dania sambil tersenyum takut.


"Sepertinya kau membuat semua laki laki di sekitarmu menjadi keluargamu? Wah sepertinya kau tak bisa menutupi ekspresi senang mu saat menerima chatnya" Adit semakin kesal.


"Bukan begitu tuan, kak Kevin sudah banyak membantu saya, Dania masih mencoba menjelaskan.


"Aku tak ingin kau berurusan lagi dengan laki laki lain terutama Kakak sok baikmu itu, siapa itu Kevin atau kavan entah siapapun itu, untuk Adikmu yang paling kau sayang itu tidak ada lagi kontak fisik, jika aku mendapati kau berhubungan dengan pria manapun, aku akan menyakiti Adikmu" ucap Adit sambil mengangkat dagu Dania kemudian beranjak menuju tempat tidur.


"Dan ganti besok ganti HP jelek mu itu, mataku sakit melihatnya, dan PINnya ganti jadi ulang tahunku, " ucap Adit kemudian.


"Baik tuan" Dania masih tak percaya dengan kata kata Adit.


"Saya akan matikan lampunya tuan", ucap Dania dan melangkah ke stop kontak.


"Biarkan saja menyala! aku tak ingin malam ku terganggu lagi karena kau tersandung"


Dania kembali ke sofanya lagi.

__ADS_1


"Selamat malam, tuan" ucap Dania lirih.


"Hem" ucap Adit dari tempat tidur.


__ADS_2