
Malam berlalu tanpa sebuah kabar dari Dania. Adit masih gelisah menanti kabar yang tak kunjung ia dengar. Matanya terpejam sesaat, flash back dimasa saat Ia melukai perasaan Dania, penyesalan menjadi kata yang tepat mewakili perasaannya kali ini.
Tok..tok..tok..
Terdengar suara ketukan dibalik pintu kamarnya.
"Adit boleh oma masuk" sapa sosok yang tak asing dirumah itu.
"Iya oma" Sembari mengubah posisi duduknya.
Oma membuka pintu dan menghampiri Adit.
"Sayang, apa kau sibuk?"
"Tak apa oma, ada apa?"Tanyanya lembut.
"Sepertinya oma harus pergi ke Inggris siang ini untuk beberapa waktu, apa kamu tak apa sayang?"
"Mendadak sekali oma, memangnya ada hal penting apa?"
"Kamu lupa ya, inikan bukan dadak sayang, ini acara pembukaan resto baru di Inggris."
"Ah iya Adit lupa oma, maaf Adit gak bisa temani oma kesana"
"Oma tau kamu sibuk, gak apa sayang, tapi Dania dimana ya, oma belum ketemu dia hari ini?"
"Ah Dania sedang ada acara di kampus oma,".
__ADS_1
"Tumben sekali dia tak kasih kabar ke oma, tapi kalian tak ada masalah kan sayang?"membelai lembut rambut cucunya.
"Kita baik baik kok oma, oma lebih baik bersiap sekarang, nanti tertinggal pesawat."
"Ya sudah, oma siap-siap dulu ya sayang".Mengecup Adit.
Adit menarik nafas lega saat oma keluar dari kamarnya.
Tak selang beberapa lama terdengar kembali suara ketukan pintu.
"Tuan, boleh saya masuk" Ucap Hans dari balik pintu
"Masuklah Hans" Ucap Adit.
"Tuan, sudah baru saja saya mendapat kabar tentang nona Dania".
"Dimana dia sekarang? Tanya Adit Antusias.
"Apa?Ucap Adit kaget tak percaya, Adit bergegas berdiri sembari mengambil jas yang bergantung di kursinya.
"Kita kesana sekarang Hans" Perintah Adit.
"Baik Tuan," Mengikuti Adit dibelakang.
Saat berada di mobil.
"Bagaimana keadaannya Hans" Tanya Adit panik.
__ADS_1
"Tadi saya sudah menugaskan anggota kita untuk mengurus seluruh urusan perawatan nona Dania Tuan". Jawab Hans.
"Bukan itu yang aku tanyakan Hans, bagaimana kondisi gadis itu saat ini?" Dengan nada cemas.
"Nona....., mengalami cedera serius di bagian kepala dan kakinya tuan, tapi saya belum mendengar kabar lebih lanjut."Ucap Hans lagi.
Adit menarik nafas dalam, pikirannya melayang.
"Berapa lama lagi kita tiba disana?" tanya Adit lagi
"Dari sini sekitar kurang lebih 2 sampai 3 jam tuan, karena rumah sakit tersebut berada di daerah terpencil.
"Kenapa kalian tak memindahkannya ke rumah sakit di kota yang lebih besar"Ucap Adit kesal.
"Pihak rumah sakit tak memberi ijin keluar tanpa persetujuan pihak keluarga tuan dikarenakan kondisi nona yang memang tidak memungkinkan jadi pihak rumah sakit tak berani jika saat pemindahan nona Dania terjadi sesuatu."
"Sial! Teriak Adit didalam mobil.
"Untuk apa dia pergi ke daerah itu?!
"Daerah itu adalah daerah tempat nona Dania tinggal sebelum tinggal di panti Asuhan tuan."
"Aku bahkan tak tau apapun tentangnya" Tersenyum miris.
Hans hanya menoleh melihat majikannya dari kaca spion. Memperhatikan Adit yang menyalahkan diri dan menyesali dirinya.
"Nona akan baik baik saja tuan" Ucap Hans lagi.
__ADS_1
"Aku juga berharap seperti itu Hans... Jangan beritahu apapun pada oma"
"Baik tuan".