Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Rencana Kencan


__ADS_3

Tiba tiba ada yang menggelitik hatiku...


Setiap pagi saat aku membuka mataku, aku selalu menoleh di satu sudut ruang, dimana ia berada...


Kami memang tak saling bersitatap apalagi saling menyapa tapi dengan melihatnya sudah cukup bagiku. Tulisnya pada satu halaman buku yang ia tandai.


Hari berlalu dan berulang seperti kebiasaan lainnya.


Aku menghitung uang yang sudah dikumpulkan beberapa hari lalu, ada tiga lembar uang seratus ribuan dan dua lembar uang dua puluh ribuan. Dalam sehari aku terima uang dari hasil paruh waktu 120 ribu rupiah, bekerja selama tiga hari ternyata sudah lumayan juga. Aku cukup makan siang dengan roti aku bisa menyimpan sisanya. "aku ingin mengajaknya berkencan, tapi kemana ya enaknya" gumamnya sambil tersipu malu.


Dania beranjak dari kamar.


"Selamat pagi nona" sapa para pelayan yang sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi semua?"


"Ada yang bisa kami bantu nona?"


"gak kok, aku hanya ingin melihat lihat aja, hmm oh iya mery bisakah aku bertanya padamu?"


"Apa itu nona?"


"Jika kau ingin berkencan kemana kau akan pergi?" malu malu dan tersipu.


"Wah nona ingin berkencan dengan tuan muda ya?"


"Hehe, iya aku ingin mengajaknya jalan jalan, tapi aku tak tau harus pergi kemana, soalnya aku belum pernah berkencan sebelumnya?".


"Biasanya sih, kalau saya paling nonton di bioskop atau duduk duduk di taman, tapi kan untuk tuan muda tak mungkin begitu, tuan muda kan selalu hidup mewah, bahkan dirumah ini ada bioskop pribadi".


"Iya ya, kau benar, sesaat tadi aku lupa siapa dia" sendu.


"Maaf nona, saya terlalu banyak bicara ya". Menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ah gak kok, yang kau ucapkan itu benar, hehe" Tertawa miris.


"Tapi nona, saya minta maaf jika saya lancang, tapi kenapa nona akhir akhir ini selalu pergi pagi dan pulang larut?"


"Ah iya tak apa, aku ada sedikit urusan, kedepannya pun begitu".


"Maaf nona, tapi sebenarnya banyak perbincangan antara para pelayan tentang anda".


"Iya aku tau, dan aku paham, oh iya biarkan aku membantumu, aku ingin membuatkan sarapan untuk suamiku" ujarnya semangat sambil mengambil sayuran yang dipegang oleh mery.


"Astaga nona! Tangan anda kenapa? kenapa tangan dan jari jari anda luka semua?" Ucap Mery kaget melihat tangan Dania yang penuh luka kemudian tiba tiba tanpa sadar menarik dan memperhatikan tangan dania lebih dekat.


Dania menarik tangannya cepat.


"Ah ini bukan apa apa, kau lanjutkan saja, aku akan memotong ini".


"Ah maaf nona saya lancang memegang tangan anda, tapi biar saya yang melakukannya nona, anda duduk saja, jika tangan anda terkena air lagi nanti akan semakin parah".


"Tapi nona...." Mengamati gadis didepannya dengan tatapan iba.


"Baiklah nona, Tapi ijinkan saya mengobati tangan anda lebih dulu, agar tidak semakin parah nanti,",


"Terima kasih mery, dari awal aku datang ke rumah ini, kau yang selalu membantuku".


"Ini adalah tugas saya nona".


......


"Selamat pagi omma" ucap Dania saat mendapati omma turun ke meja makan.


"Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu"


"Sangat nyaman omma, hari ini Dania yang membuat sarapannya loh omma?"

__ADS_1


"Oh ya, pasti sangat enak".


"Hehe, sebentar Nia siapkan dulu ya".


"Adit masih belum bangun nia?"


"Ah iya, Nia akan lihat ke kamar dulu omma".


......


Dania membuka pintu kamarnya.


"Ah...ma...maaf tuan" Teriaknya saat mendapati Adit sedang mengganti pakaian dan buru buru menutup pintu."


Tak lama berselang, Adit keluar dengan pakaian formal ala'nya.


"Selamat pa...pagi tuan."Ucap Dania terbata yang sedari tadi menunggu Adit keluar. Adit hanya berlalu melewati Dania tanpa membalas sapaannya.


"Ah iya tuan" Dania berbalik dan meraih tangan Adit. Adit menatap tajam pada Dania dan menolehkan pandangannya pada tangannya yang di genggam Dania. Dania sadar dan melepaskan tangannya dari tangan Adit.


"Ma..maaf tuan, hari ini saya ingin memakai kesempatan berkencan dengan tuan". Gugup


"Kencan?! Menekankan ucapannya.


"Iya, tuan anda kan sudah berjanji untuk memberi saya kesempatan" Menjelaskan.


"Baiklah, kau kabari saja Hans nanti".


"Emmm.... maaf tuan, bisakah saya langsung menghubungi tuan saja".


Menoleh tajam!.


"Hei gadis kecil, jangan bertingkah terlalu jauh! dan jika kencan ini membuatku kecewa, sebaiknya kau terima akibatnya karena membuang buang waktuku" Mendorong jari telunjuknya ke kening Dania dan berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2