Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Episode 76


__ADS_3

Keesokan harinya Adit berangkat bersama Hans ke kota tempat Dania berada. Adit terlihat bahagia saat ingin berangkat.


"Hans, kau langsung ke lokasi, aku akan pergi ke tempat lain dulu" Adit


"Apa anda ingin bertemu dengan nona Dania tuan?' Hans


"Apa aku begitu kelihatan?" Adit


"Iya, anda tampak bahagia, semoga beruntung tuan" Hans


"Terima kasih Hans" Adit


Adit langsung pergi meninggalkan pak Hans dan mengemudi mobilyang sudah di siapkan, tak lama ia mengemudi ia tiba di sebuah rumah petakan kecil, ia mencoba memakirkan mobilnya agar tidak menghalangi jalan, setelah itu ia keluar dari sana. Ia berjalan ke arah rumah kecil itu. di sana ia melihat Dania yang sedang duduk di depan rumah itu sambil membaca buku, Adit sangat senang melihatnya, ia langsung mempercepat langkahnya agar sampai sesegera mungkin ke hadapan istrinya, namun langkahnya terhenti saat ia melihat Kevin keluar dari dalam rumah itu sambil membawakan Dania air putih. Adit mengurungkan niatnya, ada perasaan marah saat dia melihat itu, apa semudah itu Dania melupakannya, dan apakah mereka sekarang tinggal di rumah yang sama, perasaan Adit berkecamuk, ia tak sanggup membayangkan hal-hal lainnya, ia segera pergi dari tempat itu. Ia mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia begitu marah pada semua keadaan yang terjadi di hidupnya. Adit mengemudi tanpa arah dan tujuan hingga ia akhirnya membelokan mobilnya an menabrak tiang pembatas jalan karena menghindari seseorang yang nyaris ia tabrak. Darah segar mengucur dari kepala Adit, namun kesadarannya masih ia miliki. Orang-orang berbondong-bondong menghampiri Adit.


"Pak, pak anda tidak apa-apa" Teriak orang-orang dari luar mobil. Adi hanya menatap samar-samar karena pandangannya semakin buram. Orang-orang masih berusaha membuka pintu dan berteriak dari luar, Adit akhirnya membuka pintu dengan keadaan yang sempoyongan.


"Anda tidak apa-apa pak, kita akan antarkan ke rumah sakit terdekat."


"Saya tak apa-apa, saya tak perlu ke Rumah sakit, saya akan pulang ke rumah saya, Terima kasih"


"Tapi kepala anda berdarah, itu bisa berbahaya, anda lebih baik ke Rumah Sakit dulu pak"


"Terima kasih, ini bukan apa-apa, saya akan mengurusnya, terima kaish semuanya" Ucap Adit tulus pada orang-orang yang membantunya.


......


"Hans.....bisa kau jemput aku sekarang, aku akan kirimkan lokasinya, kau bisa datang sekarang" Adit


"Tuan, anda tidak apa-apa, anda terdengar seperti kesakitan" Hans


"Aku baru saja mengalami kecelakaan, kau cepatlah kemari"Adit


"Saya akan kesana segera tuan, anda tolong tetap baik-baik disana" Ucap Pak Hans kemudia, dan pak Hans langsung bergegas pergi menemui Adit.


Beberapa waktu akhirnya Hans tiba dan ia langsung panik melihay Adit yang nyaris tidak sadarkan diri, ia langsung membawa Adit ke Rumah Sakit terdekat.


"Apa yang terjadi pada anda tuan, kenapa anda menjadi seperti ini" gumam pak Hans dalam hati, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, akrena takut majikannya kenapa-kenapa.

__ADS_1


Adit mendapatkan pertolongan segera begitu tiba di Rumah Sakit.


"Hans....."Adit


"Anda sudah sadar tuan?" Hans dengan perasaan lega.


"Berapa lama aku sudah tak sadarkan diri?" Adit


"Anda sudah tak sadar selama 2 hari tuan, anda membuat saya takut" Hans


"Apa oma tau?" Adit


"Saya belum memberitahu nyonya besar, karena tuan pasti tidak menginginkannya, tapi jika hari ini anda tidak bangun saya akan memberi kabar pada nyonya besar". Hans


"Ah, syukurlah oma tidak tau, dia bisa sangat panik dan kuatir, aku tak ingin hal itu terjadi." Adit


"Tapi apa yang terjadi tuan, kenapa anda mengemudi dengan kecepatan tinggi itu sangat berbahaya" Hans


"Kau semakin lama semakin cerewet Hans, sepertinya kau harus sudah pensiun" Adit


"Tuan..." Hans


"Untuk meeting, saya meminta untuk di undur beberapa saat selebihnya tak ada yang perlu di kuatirkan tuan?" Hans


"Baiklah..." Adit


"Apa anda dan nona baik-baik saja tuan?" Hans


"Aku tak ingin membahasnya Hans..." Adit


"Saya mengerti tuan..' Hans


"Apa anda ingin makan sesuatu tuan, sduah beberapa hari anda hanya dibantu dengan cairan infus" Hans


"Aku tak ingin apapun, aku hanya ingin istitahat, jadi kau bisa pergi untuk beristirahat juga." Adit


"Saya akan menjaga anda disini tuan?" Hans

__ADS_1


"Hei...kau kira aku anak kecil, aku bisa sendiri, kau pergilah, dan urus semua hal, karena beberapa waktu keepan sepertinya aku tak bisa bekerja, jadi perusahaan ku serahkan apdamu dulu Hans". Adit


"Saya paham tuan, saya permisi tuan" Hans...


..........


Saat sendiri Adit kembali memikirkan Dania, dan apa yang sudah dilihatnya tadi, hatinya terasa sakit membayangkan Dania dan Kevin tinggal di satu rumah, apa yang mereka lakukan saat bersama disana, Adit merasa sesak membayangkannya.


"Apa semudah itu bagimu melupakanku Dania? aku kira kau juga terluka karena perpisahan ini, tapi sepertinya kau baik-baik saja bersamanya kita bahkan belum berpisah secara resmi, kau masih istriku, tapi kenapa, kenapa semua jadi seperti ini" gumam Adit di dalam hati sambil mengepalkan lengannya.


"Kembali ke masa kini".................


Pagi ini, Dania kembali bekerja, saat ia baru keluar dari dalam rumah, Kevin sudah menunggunya di luar.


"Kak Kevin, apa yang kakak lakukan disini?" Dania


"Apalagi, aku akan mengantarkanmu berangkat kerja" Kevin


"Tumben banget deh, tapi kan kakak bisa terlambat jika mengantarku dulu, arah kantor kitakan berbeda." Dania


"Tak apa, aku sedang ada urusan keluar kantor, jadi tak apa jika aku mengantarmu dulu, ayo nanti kau terlambat." Ujar Kevin sembari membukakan pintu mobil


"Terima kasih kak Kevin." Dania


Beberapa saat berselang mereka tiba di Kantor Dania, Kevin membukakan pintu untuk gadis itu, yang tanpa mereka sadar Adit sedang menatap mereka dari Loby kantor, karena Adit emmang berniat menunggu Dania.


"Terima kasih kak Kevin, kakak harus segera pergi jika tidak nanti kakak telat, jika kakak telat dan akhirnya dimarahi gimana? kalo di pecat gimana?" Dania


"Yah kau tinggal bertanggungjawab padaku.." Ucap Kevin sambil mengacak-acak rambut Dania. Dania hanya tertawa mendengar ucapan Kevin itu. Saat Kevin sudah pergi dari sana Dania masuk ke dalam kantornya, di sana ia melihat Adit, mata mereka bertemu namun Adit memalingkan wajahnya ke arah lain dan meninggalkan tempat itu. Dania merasa bingung melihat sikap Adit padanya, Adit seolah menghindarinya.


"Apa yang kau harapkan Dania, bukankah ini yang kau inginkan dia menjauh darimu, tapi kenapa saat dia seperti ini, hatiku terasa sakit, aku benar-benar orang yang konyol" Gumam Dania dalam hati. Ia langsung bergegas menuju ruangannya di lantai atas, saat ingin memasuki lift tiba-tiba lengan Dania di tarik keluar hingga ke koridor tangga darurat di dekat lift. Dania kaget karena orang yang melakukan itu adalah Adit.


Adit menyandarkan tubuh Dania ke dinding koridor, dengan tanganya menahan lengan Dania yang ditahan di dinding koridor.


"Apa yang bapak lakukan lepaskan saya"! Ucap Dania dengan nada marah, namun Adit tak menanggapi ucapannya itu, Adit malah menahan tubuh Dania ke dinding dan mencium kasar Dania disana, Dania terkejut akan hal itu, ia mencoba meronta-ronta untuk melepaskan Adit darinya, namun bukannya berhenti, Adit malah semakin kasar menciumi Dania hingga ia mencium tengkuknya dan meninggalkan bekas disana, hingga Danai menangis akhirnya Adit berhenti, dan merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan.


"Maafkan aku,....aku..." Adit

__ADS_1


"Pergi dari sini, pergi!" Ucap Dania sambil mendorong-dorong tubuh Adit masih sambil menangis.


"Maafkan aku Dania, untuk sesaat pikiranku tak bisa ko kontrol..." Adit, namun Dania masih terus menangis, Adit hanya duduk di samping gadis itu, sampai ia selesai menangis.


__ADS_2