
“Kak Kevin…kak Kevin!!!” Panggil seorang anak kecil sambil
berlari menghampiri Kevin.
“Hati-hati, jangan berlari nanti kau terjatuh” ucapnya
lembut.
“hehe, iya kak, kak disana didekat pohon besar di taman,…”
Ucapnya terburu-buru.
“Ada apa di taman?” Tanya Kevin mulai penasaran.
“Ditaman ada kak Dania kak” Ucap bocah kecil itu lagi.
“Dania?”Ucap Kevin lagi seolah tak percaya
“Iya kak, ada kak Dania, tapi tadi kak Dania menangis kak?”
Jelas bocah itu yang terlihat mulai murung.
“Manangis, … ya sudah, kak Kevin akan kesana, kamu jangan
lari-larian lagi” Ucap Kevin kemudian sambil meninggalkan tempat itu menuju kearah
taman tempat Dania berada. Kevin berjalan terburu-buru hingga bahkan mulai
berlari, perasaannya tak tenang, saat mendengar gadis itu menangis. Dan
langkahnya mulai perlahan saat sosok yang ia cari sudah berada tak jauh lagi
darinya.
“Dania…..”Ucapnya pelan, gadis itupun menoleh kea rah asal
suara yang sudah terdenger taka sing lagi baginya.
“Kak Kevin….”Ucap gadis itu sambil menoleh kearah Kevin.
“Apa yang kau lakukan disini? Dan kenapa…”UCap Kevin
terhenti sesaat, ia tak ingin memaksakan Dania untuk mengatakan apapun jika
gadis itu tak menginginkannya.
“Aku hanya ingin menikmati udara luar, dan aku merindukan
tempat ini” Ucap gadis itu menjelaskan pada Kevin.
“Kenapa kau disini, dan tak masuk ke dalam, angin diluar
sangat dingin” Ucap Kevin sambil memakaikan jaketnya pada gadis dihadapnya itu.
“Aku hanya……” Ucap gadis itu namun gadis itu kembali
terdiam. Kemudian melanjutkan ucapannya kembali. “Apa kakak mau menemaniku
disini”. Kevinpun duduk di samping gadis itu.
“Kak Kevin….sepertinya aku sudah melakukan kesalahan besar”
Ucap Dania ditengah keheningan taman itu.
“Apa maksudmu?”Kevin mencoba memperjelas maksud Dania.
“Iya sepertinya aku sudah melakukan kesalah besar” Ucap
gadis itu mengulang ucapannya tadi tanpa memberi penjelasan apapun.Kevin hanya
memperhatikan gadis itu dengan tatapan lembut, ia tak ingin memaksa gadis itu
untuk menceritakan semuanya.
“Aku tak tau apa yang sudah kau alami dan apa yang sudah
terjadi padamu, tapi jika kau melakukan kesalahan, apapun itu jika kau tau itu
salah, maka perbaikilah” Ucap Kevin lembut.
“Kakak benar, aku
__ADS_1
harus memperbaikinya”.Ucap Dania kemudian.
“Tapi….Jika memperbaiki itu membuatmu lebih berat dan
membuatmu lebih sakit, maka cobalah menerima kesalahan itu, dengan begitu kau
akan bertahan.” Ucap Kevin lagi
Dania tersentak terkejut mendengar ucapan Kevin. Dia terdiam
sejenak. Kemudian dia tersenyum tipis pada Kevin.
“Kakak Kevin….” Ucap Dania lagi, Kevin pun menoleh dan
mengarahkan pandangannya pada gadis itu. Melihat reaksi Kevin seolah menantikan
apa yang akan ia katakan, Dania pun mencoba tersenyum lembut.
“Kakak tau tidak kalau kak Kevin itu cinta pertamaku?” Ucap
Dania. Mendengar itu jantung Kevin seolah berhenti, raut wajahnya begitu
terkejut mendengar ucapan gadis itu.
“Apa maksudmu Dania…”Ucap Kevin lagi mencoba memahami apa
yang ingin gadis itu sampaikan padanya.
“Iya kak Kevin adalah cinta pertama Dania, saat kita masih
kecil, Kak Kevin adalah pelindung Dania, kakak selalu ada untuk Dania, dan
selalu tulus menyanyangi Dania, kak Kevin adalah orang yang sangat berharga
untuk Dania.”Ucap gadis itu sambil meneteskan air mata, Kevin yang melihat itu
pun mencoba memhapus air mata gadis itu.
“Kau…sudah mengingat semuanya” Ucap Kevin lagi. Mendengar
itu Dania semakin meneteskan air mata sambil memegangngi tangan Kevin di
wajahnya.
segugukan. Kevin mengerti apa yang ingin di ucapkan gadis itu padanya. Ia
mencoba menenangkan gadis itu meski ia tau perasaannya sangat terluka.
“Semua akan baik-baik saja Dania, tenanglah…..”Ucap Kevin sambil
memeluk gadis itu. Setelah Dania sudah cukup tenang merekapun terdiam sesaat
mencoba menata pikiran dan perasaan mereka masing-masing.
“Apa kau baik-baik saja bersama Adit?”Tanya Kevin mencoba membuka
suara. Namun gadis itu hanya diam tak merespon apapun.
“Kapan kau keluar dari Rumah Sakit? Apa kau sudah baik-baik
saja?”Tanyanya lagi.
“iya, aku keluar hari ini, dan Adit tak tau aku pergi” Ucap
gadis itu lagi yang membuat Kevin terkejut, namun ia mencoba bersikap tenang.
“Apa kau ingin tinggal di panti untuk sementara?” Kevin.
“Apa kakak mau menemaniku ke suatu tempat?”Dania
“Kau tau aku akan pergi kemanapun jika kau ingin..”Kevin
“Terima kasih kak, Terima kasih karena hadir dihidup Dania”
Ujar gadis itu lembut.
“Kapan kau ingin pergi?” Kevin
“Saat ini juga, ke kota XXX” Dania, Kevin terkejut mendengar
ucapan Dania tersebut. Dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada gadis
__ADS_1
itu sampai ia ingin pergi ke kota yang sangat jauh dari tempat ia tinggal,
namun lagi-lagi Kevin mencoba memahami gadis itu dan tak berkomentar apapun.
“Baiklah, aku akan ambil beberapa barang, kau tunggulah
disini, aku takkan lama” Ujar Kevin lagi.
“Iya kak, aku akan menunggu disini” Dania. Gadis itu kembali
membisu sambil menatap ke langit. Kevinpun bergegas kembali ke dalam panti,
sambil terus memikirkan Dania, apa yang membuat gadis kecilnya itu begitu
sangat menderita. Tak lama berselang Kevinpun kembali ke tempat ia berjanji
pada Dania.
“Apa kau menunggu lama?” Ucap Kevin dengan nafas terburu.
Dania pun kembali menoleh kea rah Kevin, namun ia hanya tersenyum melihat pria
itu.
“Kenapa kau tertawa?, Apa aku lucu?” Kevin
“Tidak…hanya saja aku bersyukur, karena aku punya kak Kevin”
Dania. Mendengar ucapan gadis itu hati Kevin kembali berdebar-debar. Diapun ikut
tersenyum melihat gadis itu tersenyum.
“Ayo…” Ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya pada Dania.
Dania pun menerima uluran tangan Kevin padanya, dan mereka pun bersiap untuk
pergi.
Dirumah Sakit….
“Suster..Suster!!!” Teriak Adit saat begitu keluar dari
ruang kamar rawat Dania.
“Iya pak” ujar suster sambil berlari menghampiri Adit.
“Suster, istri saya kemana? Maksud saya pasien sebelumnya
dikamar ini, kenapa istri saya tidak ada di dalam dan malah orang lain” Ujar
Adit menggebu-gebu.
“Oh maksud anda pasien sebelumnya, dua jam lalu baru saja
keluar pak”
“Keluar? Maksudnya apa sus?”Adit
“Jadi tadi ibu Dania sudah melakukan administrasi untuk
keluar dari Rumah Sakit ini dan dokter juga sudah memeriksa keadaan ibu Dania
sebelumnya, dan secara fisik ibu Dania sudah baik-baik saja, dan tidak ada hak
bagi Rumah Sakit untuk menahan ibu Dania jika beliu ingin keluar dari Rumah
Sakit ini.”Ujar suster menjelaskan. Mendengar itu, perasaan Adit seolah berkecamuk,
perasaannya sudah tak karuan.
“Apa yang ingin kau lakukan Dania?”Gumam Adit. Ia pun segera
pergi dari Rumah Sakit itu.
“Hans, kita ke panti Asuhan” Adit.
“Panti asuhan tuan? Nona Dania?” Hans
“Dia sudah pergi, aku rasa dia kembali ke panti itu lagi,
bergegaslah” Adit
__ADS_1
“Baik tuan, saya akan bergegas” Hans.