
"Bagaimana Hans? apa kau sudah tau dimana gadis itu sekarang?"
"Maaf tuan, saya sudah melacak lokasi nona Dania, tapi lokasi terakhir terdaftar adalah di lokasi kampus nona Dania.
"Suruh anak buahmu mencari di sekitaran kampusnya".
"Baik tuan".
"Dimana gadis kecil itu sekarang, ini sudah hampir jam 11 malam, dia benar benar membuatku gila dengan tingkahnya aku akan membuat perhitungan dengannya bila dia kembali nanti! gumam Adit kesal.
Tak lama berselang, Hans kembali keruangan Adit.
"Tuan, nona Dania sudah kembali, tadi pelayan melihat nona diujung jalan.
Adit langsung beranjak berdiri begitu mendengar ucapan Hans. Dia berlalu menaiki tangga.
"Maaf tuan, apa tuan tidak ingin bertemu dengan nona Dania?.
"Untuk apa aku bertemu dengannya!" berdecak kesal sambil berjalan menuju kamar.
Diluar.....
__ADS_1
"Nona nona...nona, mengapa anda baru pulang sekarang, nyonya dan tuan sudah mencari anda sejak tadi" sapa pelayan begitu melihat Dania.
"Apa? lalu dimana omma? lalu tuan adit oh bukan kak adit?
"Nyonya sekarang sudah beristirahat, karena tuan bilang akan mencari nona, sedangkan tuan tadi berada di ruang tengah menunggu nona.
"Ah, baiklah aku kan kesana" ucap Dania sambil menyeka keringatnya. "Aku lelah sekali, aku juga sangat lapar" gumamnya dalam hati.
"Oh iya, bisa siapkan makanan untukku, aku sangat lapar ucap Dania begitu memasuki rumah".
"Jangan siapkan apapun untuknya!" Ucap Adit tegas dari atas tangga.
Dania menoleh pada Adit, para pelayan mundur menghindar dari situasi saat ini, karena mereka paham betul karakter majikannya, jika sedang emosi maka semua akan kena getahnya.
"Ah dia benar benar marah, apa yang harus aku katakan padanya, aduh perutku ini aku benar benar lapar dan lelah" gumamnya dalam hati sembari tetap melangkahkan kaki.
"Maaf tuan, tadi say..."
Adit menarik tangan Dania begitu gadis itu tepat berada dihadapannya, Adit menarik Dania ke kamar, kemudian menghempaskan tubuh gadis itu ke kasur.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu tadi! Jangan bertingkah! Aku tak peduli apapun yang kau lakukan di luaran sana, tapi jangan membuat omma mengkwatirkanmu! kau bebas melakukan apapun, aku tak peduli! tapi jangan pernah coreng nama baik keluarga hermawan!"
__ADS_1
"Ma maaf tuaan....tadi saya, maksud saya hp..Dania tertunduk sedih.
"Aku tak peduli apapun alasanmu! dan jika hal seperti ini terulang lagi aku tak akan mengampuni mu apalagi jika itu menyangkut omma, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!
"Maafkan saya tuan, saya salah" ucap Dania sedih, Dania tau, apapun yang ia katakan apapun alasannya Adit tak akan mendengarkannya, karena untuk Adit, dia tak lebih dari seorang pelayan.
"Besok Hans akan menyiapkan supir untukmu! Aku ingin tidur!
"Hei! Apa kau kau tak dengar! Apa kuping mu sekarang tuli!
"Ah iya...maaf tuan" Dania beranjak dari kasur melangkah menuju sofa tempat ia biasa tidur.
Hatinya sedih ia menutup wajahnya dengan selimut, dan menangis sambil manahan suaranya.
"Hei apa kau tak pernah didik! Bisa bisanya kau tidur tanpa membersihkan dirimu! Kau bukan satu satunya makhluk hidup disini!
"Iya tuan, saya akan pergi mandi" ucap Dania terbata bata dari balik selimut.
"Ah aku tak boleh selemah ini! aku harus kuat! Ayo Dania, kau pasti bisa! gumamnya dalam hati kemudian beranjak dan pergi ke kamar mandi.
Adit membuka matanya kembali saat tau Dania sudah pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Sepertinya suaranya tadi bergetar, apa dia menangis?"gumamnya.
"Ah sudahlah aku tak peduli! gumamnya lagi!.