Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kecupan Pertama Dania


__ADS_3

"Bodoh! Kau pikir aku kembali karena aku peduli padamu! Ucapnya meninggi.


"Dengar gadis kecil, aku kesana hanya karena aku tak ingin omma kuatir padamu! Dan karena aku sudah melakukan perjanjian bodoh itu denganmu ucapnya lagi.


"Untuk alasan apapun itu, anda tetap kembali pada saya tuan, mungkin bukan sekarang, tapi nanti, hati tuan, tuan yang akan berikan untuk saya" ucap Dania.


kemudian dia menahan tangan Adit dengan tangannya dan berjinjit ke arah pria itu dan mencium bibir pria di hadapannya itu.


Dania kaget dengan apa yang ia lakukan pada pria itu, ia melepaskan tangannya, menatap Adit kemudian tertunduk dan hal itu membuat wajah Dania memerah karena malu.


"Ma...maaf tuan, saya akan ke kamar sekarang" ucapnya terbata. Kemudian ia bergegas pergi meninggalkan Adit yang masih terpaku tak percaya dengan apa yang di lakukan Dania. Ia memegang bibirnya kemudian ia terduduk lagi di sofa, apa yang di lakukan si bodoh itu padaku sambil memegangi bagian dadanya dengan tangan. Jantungnya berdebar cepat.


"Apa ini, apa yang ku rasakan lagi sekarang ini bahkan bukan pertama kalinya aku berciuman dengan wanita, bahkan ini pun tak bisa dikatakan sebuah ciuman, tapi kenapa jantungku serasa seperti ini" gumamnya.


"Aku tak bisa seperti ini, aku bahkan belum tau motif gadis ini apa, bisa bisanya kau Adit Hermawan terjerat dengan gadis ingusan seperti dia" gumamnya lagi.

__ADS_1


Di lain sisi, Dania langsung berlari ke kamar, menutup pintu kemudian beranjak ke sofa tempat ia biasa membaringkan diri. Di ambilnya selimut dan ditutupinya wajahnya hingga menutup sampai ke kepala.


"Apa yang sudah ku lakukan! aku malu, bagaimana ini, bagaimana aku mengahadapinya lagi nanti."gumamnya.


"Aku tak berani melihat ekspresinya, apa dia marah, bagaimana ini.


"Ah jantungku, berhentilah, bagaimana jika dia mendengarnya nanti, tenanglah, tenang" gumamnya lagi.


Tak lama Adit masuk ke dalam kamar, ia mematikan lampu dan berbaring di ranjangnya.


Di ranjang, Adit menutup matanya rapat, namun ia sama sekali tidak bisa tertidur, pikirannya kacau.


"Aku tak bisa membiarkan perasaan ini, aku tak percaya pada cinta, itu hanya omong kosong! Aku harus membuat gadis ini menjauh dariku dengan sendirinya,"gumamnya dalam hati.


Malam sepertinya berlalu lebih lama dibanding sebelumnya, Dania tak bisa tidur sepanjang malam, jantungnya masih saja berdebar hebat, memikirkan hal yang ia lakukan semalam, namun ada kegelisahan tersirat dihatinya, karena Adit tak berlaku seperti biasanya. Dania beranjak dari tidurnya, ke kamar mandi mencuci wajahnya dan menatap dirinya di cermin.

__ADS_1


Tiba tiba perasaannya semakin gelisah, sepertinya ia merasa sesuatu didepannya sedang menanti, tak tau apa itu, tapi ia merasa hal itu bukan sesuatu yang baik untuknya.


Dania bergegas ke dapur, mengalihkan pikirannya dari rasa gelisah, menyiapkan sarapan dan keperluan lainnya.


"Selamat pagi sayang" ucap Omma sambil mengecup hangat pipi Dania.


"Selamat pagi omma,"Sapa Dania kemudian.


"Wah rajin sekali kamu sayang, menyiapkan sarapan, pasti Adit suka" ucap omma lagi.


Tak lama Adit turun, ke meja makan, Dania mencuri pandang pada Adit, namun pria itu berlaku biasa saja, seolah tak terjadi apapun diantara mereka.


Saat di meja makan omma memperhatikan Dania yang mencuri curi pandang pada Adit.


Omma hanya tersenyum hangat memperhatikan, namun Adit pura pura tak memperhatikan itu, ia fokus pada sarapannya.

__ADS_1


__ADS_2