
Saat ini Dania sudah berada di pintu masuk apartemen Adit.
"Ah..tenanglah Dania, serahkan berkasnya kemudian jelaskan dan kembali ke kantor, ayo semangat" gumamnya sambil mengepalkan kedua lengannya untuk menyemakati dirinya sendiri setelahnya ia menekan bel pintu masuk, disisi lain Adit masih berada di kamar mandi saat ia mendengar suara bel pintunya.
"Ah...siapa pagi-pagi sudah kesini, gak tau apa ini jamnya orang lagi sibuk" celetuknya masih sambil menikmati mandinya.
Ting nong ting nong....
Suara bel terdengar semakin berisik...
"Siapa sih" decaknya kesal dan langsung merapikan diri dengan handuk...
"Ah iya, aku meminta Dania kesini, tapi apa mungkin dia datang sepagi ini,apa itu dia?" gumamnya sambil berjalan ke arah pintu hanya dengan bath robes. Saat di depan pintu ia mengecek lebih dulu dari cctv di depan dan ternyata benar yang ada disana adalah Dania.
"Itu benar-benar dia, apa Hans bodoh, apa aku tak memberitahunya untuk memintanya datang saat malam, aku kan belum menyiapkan apapun sekarang, padahal aku ingin merayakan ulang tahunnya bersama, Hans benar-benar" decaknya kesal sambil membuka pintu. Saat pintu terbuka Dania terbengong dan terdiam karena Adit hanya mengenakan bath robes.
"Hei..ayo masuk kenapa kau terdiam seperti itu" celoteh Adit dan ia segera masuk ke dalam. Dania membelalakan matanya.
"Sadarlah Dania" ucapnya sambil menepuk-nepuk kecil pipinya.
"Apa anda selalu membuka pintu dalam keadaan seperti itu?' celoteh Dania saat masuk ke dalam apartemen Adit. Adit menoleh pada gadis itu dan tersenyum jahil.
"Kenapa....kau tak rela orang lain melihatku?" ucapnya sambil menatap dania dengan tatapan jahil.
"Hah...a..apa maksudnya, itu hanya merusak mataku" ucapnya gagap dengan wajah bersemu merah. Adit yang tadi masih tersenyum jahil menjadi sedikit kesal dengan ucapan Dania, ia mendekatkan dirinya pada Dania yang membuat gadis itu menjadi gugup.
"Aaa..apa yang anda lakukan" ucap Dania gugup saat posisi Adit hanya beberapa centi darinya. Adit tersenyum kembali saat melihat ekspresi gugup yang menurutnya lucu itu.
"Duduklah..." Bisiknya di telinga gadis itu, hingga Dania seketika mematung karena gugup dan sensasi geli di telinganya, namun ia kembali tersadar dan duduk di sofa.
"Tunggulah sebentar, aku akan melanjutkan mandiku sebentar, karenamu aku jadi harus buru-buru keluar" ucap Adit.
__ADS_1
"Kan anda yang meminta saya datang" celoteh gadis itu.
"Tapi aku tak meminta untuk datang sepagi ini.." Adit
"Ini sudah jam 10 pagi tuan ADIT, pagi anda itu di jam berapa" celoteh Dania lagi dengan nada menyindir. Adit terdiam mendengarnya.
"Yah mau gimana lagi, aku hanya sendiri disini, istriku tak berniat mengurusiku..."Ucapnya sambil menoleh ke arah Dania untuk melihat respon gadis itu, namun ia hanya terdiam sambil menggenggam erat jemarinya.
"Tunggulah sebentar aku tak akan lama, apa kau sudah sarapan? kau bisa pesan makanan jika belum, dan menyeduh teh di dapur, aku segera kembali." UCap Adit.
"Apa anda sudah sarapan?" Tanya Dania saat Adit ingin beranjak dari tempat itu, Adit menoleh ke arah Dania ia menatap gadis itu cukup lama.
"Aku belum makan...." Ucapnya dan ia meninggalkan ruangan itu.
Dania menelusuri ruangan apartemen Adit. Saat ia menemukan dapur ia mengecek apa yang ada disana, karena ia berniat memasak untuk Adit. tapi tak ada apapun disana yang bisa dimasak, hanya ada minuman-minuman.
"Sudah berapa lama dia tak menyentuh makanan..." gumam Dania miris dalam hatinya. Dania pun mengambil secarik kertas dan menuliskan note disana yang ia tempelkan di meja tempatnya tadi bersama Adit, dan dia keluar dari apartemen itu.
"Kemana dia pergi, jika dia ingin membeli makanan dia hanya tinggal pesan aja"gumam Adit sambil duduk di sofa menunggu Dania.
Setengah jam berlalu dan Dania sudah kembali ke apartemen itu.
"Kemana kau pergi" tanya Adit langsung saat ia membuka pintu.
"Aku pergi belanja" Ucap Dania sambil menunjukan bungkusan berisi belanjaannya.
"Tapi untuk apa itu semua" Tanya Adit sembari menutup pintu dan masuk ke dalam.
"Yah untuk apa lagi, aku ingin masak tapi tak ada satupun bahan-bahan yang ku perlukan tersedia disini.
"Apa kau ingin memasak untukku?" Tanya Adit semangat.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memasak untukku, karena aku sedang ingin makan masakanku sendiri." Ucap Dania sambil berjalan menuju dapur.
"Cih....jadi kau hanya ingin masak untukmu sendiri" decak Adit sedikit kesal.
"Jangan cerewet tunggu aja di sana sambil anda bisa mengecek laporan yang tadi ku bawa, aku akan masak juga untuk anda" ucap Dania sambil merapikan belanjaan yang ia beli. Adit tersenyum melihatnya.
"Masak yang enak ya istriku..."ucapnya lembut dengan senyum semeringah karena senang. Dania yang melihat itupun tanpa sadar ikut tersenyum.
...........
"Makanannya udah selesai, anda bisa kesini" Teriak Dania dari dapur, namun tak ada respon dari Adit.
"Kemana sih dia, kenapa di panggil gak nyahut" gerutunya sambil berjalan ke arah ruangan tempat Adit.
"Cih, dia tertidur" gerutu Dania dia merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas meja, dan saat berada di sisi Adit, ia menatap pria itu dengan tatapan lembut dan sedih, ia mengulurkan tangannya untuk membelai lembut rambut pria itu, ia tersenyum melihatnya seperti itu, saat ia ingin menarik jemarinya dari Adit menarik tubuh Dania ke arahnya, hingga Dania dalam posisi berada di pelukan Adit. Dania kaget dengan tindakan yang dilakukan Adit,.
"Apa dia hanya pura-pura tidur" gumamnya dalam Hati. Ia berusaha melepaskan diri dari pria itu namun Adit mendekepanya lebih erat. Dania menatap mata pria itu lebih dekat karena posisi Dania berada di atas tubuh Adit.
"Jangan bergerak,nanti kau terjatuh" Ucap Adit lembut.
"Aku gak akan jatuh jadi lepaskan dekapan anda sekarang" Ucap Dania kesal.
"biarkan aku tidur seperti ini sebentar, kepalaku sangat sakit" ucap Adit lembut pada gadis itu sambil menatap lembut pada Dania.
"Apa anda sedang sakit?" Tanya Dania dengan wajah yang kuatir.
"Aku baik-baik aja, aku hanya merasa sangat pusing sekarang" Jawab Adit singkat dan ia memjamkan matanya.
Dania pun sudah tak berontak lagi, Dania merasa kuatir pada pria itu, saat ia tau apa yang sudah di alami oleh Adit. Adit membaringkan Dania di lengannya kini Adit sudah tertidur dengan mendekap Dania disisinya, dan gadis itu menatap lembut dalam pelukan Adit.
"Apa yang harus aku lakukan padamu..." gumamnya dalam hati
__ADS_1