Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Perubahan Sikap


__ADS_3

Adit dan Dania masih duduk di koridor tangga darurat. Adit tak tau harus melakukan apa saat gadis itu terus menangis di hadapannya, sejenak ia tadi begitu marah melihat Dania bersama Kevin yang membuatnya lepas kendali hingga menyakiti Dania.


"Maafkan aku.... aku tak bermaksud menyakitimu..." Ucap Adit lembut sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding koridor. Namun Dania hanya segugukan di sampingnya.


"Apa kau dan Kevin punya hubungan?" Adit bertanya ragu. Sejenak Dania menoleh ke arah Adit, ia menatap pria itu dengan tatapan terkejut, bagaimana mungkin Adit berpikir dia dan Kevin bersama, namun saat melihat tatapan sedih dari Adit, hati Daniah menjadi luluh dan getir saat menatap mata pria itu, namun ia masih tak bisa melupakan semuanya dan menerima Adit kembali.


"Maaf, saya sudah terlambat, saya akan kembali ke ruangan saya, dan saya harap hal tadi tidak akan terjadi lagi, karena jika anda masih terus bersikap kurang ajar pada saya, saya akan keluar dari perusahaan ini saat itu juga" Ucap Dania sambil merapikan dirinya dan mulai beranjak, namun lagi-lagi Adit menahannya dengan memegang tangan Dania.


"Apa tak ada lagi tempat di hatimu untukku?" Ucap Adit lirih.


"Saya permisi" Ucap Dania dingin dan menghempaskan tangan Adit darinya.


"Dania!" Kau sedang apa disana" Ujar Andine yang sedang menunggu lift." Andine


"Ah...itu tadi saya....lagi rapihin baju, tadi baju saya sedikit berantakan nih" Dania


"Oh gitu, ya udah yuk kita naik udah jam segini" Ujar Andine lagi, mereka memasuki lift tersebut namun sejenak Dania menatap ke arah tangga darurat tempatnya dan Adit berada tadi. Tak lama dari itu Adit keluar dari koridor dan pergi ke ruangannya.


.................


"Tuan...." Terdengar suara Hans dari balik pintu.


"Masuklah Hans" Adit, Pak Hans


"Tuan, sepertinya nyonya besar sudah merencanakan perjodohan untuk anda, tuan diminta untuk melihat foto dan berkas tentang calon yang nyonya sudah pilihkan, dan nyonya juga berpesan agar anda tidak menolak lagi untuk perjodohan kali ini.


"Jika kau datang hanya untuk itu, lebih baik kau keluar sekarang.." Adit


"Tuan....apa nona Dania ada di perusahaan ini, mohon maaf jika saya lancang tuan, tadi sekilas sebelum kesini saya seperti melihat nona Dania" Hans


"Iya, dia bekerja di perusahaan ini, kau harap oma tak perlu tau untuk masalah ini" Adit


"Apa tuan masih berharap untuk kembali pada nona Dania?" Hans

__ADS_1


"Kau terlalu cerewet Hans, dan itu bukan urusanmu, dan kau tak perlu kuatir, dia tak berharap aku kembali padanya, mungkin ini saatnya aku melepasnya pergi, aku sudah menyiapkan hatiku sejak dulu, tapi tetap saja ini tak mudah." Adit


"Jika tuan memang ingin melepaskan nona, bukankah lebih baik mengikuti perjodohan, dengan begitu tuan bisa kembali menata hati tuan.." Hans


"Dania masih istriku, selama aku belum menceraikannya, aku takkan mengikuti perjodohan itu."Adit


"Dan tuan, besok adalah hari dimana anda harus cek kesehatan anda dan melakukan cuci darah, jika tidak tubuh anda akan kembali drop, karena sudah hampir dua tahun anda tidak bisa mengkonsumsi apapun di tubuh anda." Hans


"Baiklah aku mengerti, siapkan meeting penting hari ini, dan untuk seminggu kedepan tolong kosongkan jadwalku" Adit


"Baik tuan..." Hans


..........


"Daniah ayo kita pergi, hari ini kita ada meeting dengan direktur lagi, karena biasanya di tanggal seperti ini direktur tidak akan datang ke perusahaan selama seminggu." Andine


"Meeting? ah iya baiklah" Ucap Dania, ia masih enggan bertemu dengan Adit mengingat kejadian pagi ini, ia tak tau harus bersikap seperti apalagi pada pria itu.


'Dania, ayo.." Ucap Andine lagi yang melihat dania masih melamun di tempatnya.


Saat di ruang meeting Adit sudah berada di sana, ia sedang membaca-baca proposal yang ada, sesaat Dania melirik ke arah pria itu, namun sepertinya Adit cukup fokus pada apa yang sedang ia baca, setelah semuanya berkumpul dan meeting di mulai, Adit fokus pada materi dan tak sekalipun melirik ke arah Dania.


"Dania serahkan contoh designnya" Ucap Andine membuyarkan lamunan Dania, Adit yang sedari tadi fokus pun memperhatikan ke arah Dania.


"Maaf..maafkan saya" Ucapnya sambil membagikan berkas pada masing-masing karyawan.


"Kedepannya saya tidak akan toleransi jika ada yang tidak fokus selama meeting" Ucap Adit tegas hingga membuat suasana ruangan tersebut menjadi dingin. Dania yang mendengar itu merasa gugup, karena melihat Adit seolah menjadi sosok yang berbeda lagi.


"Maafkan saya pak, saya akan memperbaiki diri" Ucap Dania kemudian namun Adit tak menanggapi ucapan Dania dan melanjutkan meeting tersebut.


Saat meeting selesai, Adit langsung keluar dari ruangan itu, yang sudah di tunggu oleh pak Hans di luar.


Sekilas mata pak Hans dan Dania bertemu, namun pak Hans hanya menundukan kepala dan berlalu berpergi bersama Adit. Ada perasaan sedih yang ada di hati Dania karena sikap dingin Adit padanya tadi, namun ia tak bisa berbuat apapun untuk itu.

__ADS_1


"Anda baik-baik saja tuan?" Tanya Hans saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Kau ini selalu saja suka ikut campur ya?" Adit


"Maaf tuan, hanya saja tadi saya mendengar saat meeting, anda bersikap dingin pada nona" Hans


"Aku hanya mengikuti kemauannya, bukankah itu yang selama ini dia inginkan" Ucap Adit lagi.


"Tapi apa anda memang berniat untuk merelakan nona, atau itu hanya taktik tuan saja?' Ujar Hans lagi sambil melirik majikannya tersebut dari kaca spion mobil. Adit tampak terkejut mendengar akata-kata yang di lontarkan oleh Hans itu.


'Kenapa kau berkata seperti itu" Tanyanya lagi.


"Karena sepertinya saya tidak melihat ada niatan dari tuan untuk mundur, karena jika anda benar-benar berniat merelakan nona Dania, anda akan memilih pergi dari kota ini, apalagi, di pusat benar-benar membutuhkan anda, tapi anda masih bertahan di kota ini" Ucap Hans lagi. Adit hanya terdiam saja mendengar celoteh Hans.


"Saya akan selalu ada di pihak anda tuan, apapun pilihan anda, jika anda memang benar-benar tak bisa merelakan nona Dania saya akan membantu anda" Ucap Hans dengan penuh percaya diri.


"Hah? Hei bagaimana bisa jomblo akut sepertimu membantu masalah percintaan orang lain" Ucap Adit menggoda Hans


"Saya hanya tidak ingin menikah itu saja tuan, karena anda pastinya tau janji saya pada tuan besar dulu" Hans


"Hans kau sudah menjagaku dengan baik, jika itu alasanmu tidak menikah, maka aku akan menolak kau berbuat seperti itu, kau masih bisa bekerja bersamaku meski kau menikah." Adit


"Hahaha anda benar tuan, tapi meski saya tak punya pengalaman yang cukup tapi sepertinya saya jauh memahami wanita daripada tuan" Hans


"Kau semakin berani saja Hans" Adit


"Jika anda berbuat seperti ini untuk menarik hati nona Dania, anda akan benar-benar kehilangan nona, karena perasaan nona ke anda itu tulus, hanya saja rasa bersalah nona jauh lebih besar dari yang tuan muda rasakan". Hans


"Jadi kau juga berpikir dia mencintaiku bukan, aku hanya ingin melihat bagaimana reaksinya jika aku mencoba menjauhinya, lalu apa yang aku harus lakukan agar dia membuka hatinya lagi untukku?" Adit


"Ehemm,...jadi menurut saya tuan, anda lebih baik membuang ego anda dan terus mendekati nona, seperti anda menjemputnya ke kantor, mengajaknya makan bersama setiap hari dan hal-hal kecil lainnya, meski awalnya nona akan menolak tapi lama kelamaan nona juga tak mampu menolak lagi". Hans


"Hans, apa kau yakin kau tak punya kekasih?" Adit

__ADS_1


"Anda meledek saya tuan.." Hans. Merekapun tertawa bersama di dalam mobil.


__ADS_2