
"Dimana dia?" ucap Adit pada Hans.
"Maksud anda nona tuan?"
"Hmmm...dimana gadis itu?"
"Tadi nona berlari sambil menangis saya tidak tau saat ini nona dimana"Ucap pak Hans Ragu
"Panggilkan Ferdy kesini sekarang"Ucap Adit pada Hans.
"Kau lucu sekali dit?"Ucap Riska pada Adit saat gadis itu melihat ekspresi Adit.
"Apa maksudmu"tanyanya.
"Jika kau seperduli itu padanya kenapa kau berusaha menjauhkannya darimu"
"Siapa yang kau katakan peduli padanya? Aku? Yang berpikir yang tidak tidak"Ucapnya lagi.
"Dit..dit kau berbohong pada siapa? aku mengenalmu cukup lama, aku bisa melihat tatapanmu untuknya berbeda."
"Dia hanya gadis yang dibeli omma menjadi istriku? Apa yang bisa aku lakukan untuk gadis seperti itu" Ucapnya kesal.
"Kau bilang kan dia anak yatim piatu, dan lagi omma sendiri yang menawarkan bantuan dengan syarat menikah denganmu. Aku pikir itu bukan hal yang buruk, dan saat aku melihatnya, aku melihat tatapannya tulus untukmu."
"Sudahlah, aku tak ingin membahasnya" ucap Adit kesal.
"Ya sudah deh dit, terserah lu aja, tapi saran gw sebagai teman lama lu, ikuti aja kata hati lu, jangan sampe ntar lu nyesal sendiri, ya udah gw pamit nih" ucap Riska sambil mengecup pipi Adit.
__ADS_1
Pikiran Adit begitu bercabang, dia menyadari ucapan Riska padanya, dia bukan tak menyadari hal itu, hanya saja, sulit baginya untuk mengakui kalau dirinya salah, karena seumur hidupnya, dia tak pernah merasa melakukan kesalahan.
Tak lama berselang, Ferdy sudah tiba.
"Tuan memanggil saya?" tanyanya.
"Iya, duduklah"
"Jadi apa yang kau temukan setelah mengikutinya sejak kemarin?"Tanya Adit padanya.
"Saya tidak menemukan apapun tentang hal yang tuan maksudkan" Jawabnya.
"Tidak ada? lalu beberapa minggu ini dia pergi pagi pulang malam, menurutmu aku akan percaya dia tidak melakukan apapun?".
"Maaf tuan, nona pergi pagi pagi sekali karena berjalan kaki hingga ke kampus dan saat pulang dari kampus nona bekerja paruh waktu di mini market dan dan setelah dari sana ia bekerja di sebuah resto sebagai pencuci piring.
"Benar tuan".
"Hei bicara yang benar, uang yang ku berikan padanya lebih dari pada cukup untuk apa dia bekerja seperti itu" ucapnya lagi.
"Maaf tuan, saya tidak tau hal itu"
"Hans kemari kau!Teriak Adit kesal.
"Iya tuan," Sambil berlari memasuki ruangan.
"Berikan padaku sekarang rincian pengeluaran Dania". Perintahnya pada Hans.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya sudah mengeceknya setiap hari, tapi nona tidak pernah menggunakan uang yang tuan berikan."Jawab Pak Hans.
"Apa?! Apa Kau bilang?!"
"Maaf tuan, tapi nona benar benar tidak memakai kartu itu sma sekali".
"Mengapa aku tak pernah memberi tahuku bodoh! Teriaknya kesal.
"Saya hanya merasa tuan, tidak pernah peduli dengan urusan nona, maafkan saya"
"Cari dia sekarang!" Perintah Adit lagi.
"Maaf tuan, kemungkinan nona berada di resto tempatnya biasa bekerja paruh waktu, tadi sebelum kemari saya mengikuti nona, dan melihatnya mengendarai angkutan umum tujuan kesana.
"Antarkan aku ke sana"
"Baik tuan.'
Tak lama melaju dengan kecepatan tinggi mereka tiba di resto yang Ferdy katakan.
"Dia bekerja disini? ini pun bahkan tak bisa dikatakan resto" ucapnya.
Pak Hans hanya diam mengamati majikannya.
"Dimana gadis itu, aku tak melihatnya dari tadi"
"Nona bekerja di bagian belakang resto ini tuan" ucap Ferdy menjelaskan.
__ADS_1