Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kesempatan I


__ADS_3

"Benar ya kak"!


Seru Dania berbinar.


"Lepas! Beraninya kau menyentuhku!.


Adit menghempas kasar tangan gadis dihadapannya itu.


"Maaf kak...tadi aku benar benar senang jadi tanpa sadar memegang tangan kakak" memainkan jari jarinya karena gelisa dengan respon Adit.


Adit hanya berbalik dan meninggalkan Dania di Meja makan.


Dalam setiap langkah kakinya Adit terbayang wajah bahagia Dania saat dia mengatakan akan berkencan dengannya, Adit paham akan gejolak yang ada dihatinya, namun dengan logikanya dia menyangkalnya berkali kali.


"Dia hanya gadis yang bisa dibeli dengan uang" gumamnya terus menuju ke lobby.


"Kakak tunggu! Dania meraih bahu Adit dengan nafas tersengal karena berlari mengejar Pria dihadapannya itu.

__ADS_1


"Kakak mau kemana? bukannya kita akan makan? kenapa sekarang diluar?"ucap gadis itu dengan nafas yang masih tersengal.


Adit menatap Dania tajam.


"Aku sudah tak berselera! Kau makanlah sendiri! Adit berdecak kesal.


"Tapi kan tadi kakak mau berkencan denganku?


"Hei Gadis kecil! gunakan otakmu, jika kau mengajakku berkencan, bukankah kau yang harus menyiapkannya? tempat, makan jika kau berkencan dengan uangku? bukankah artinya aku yang mengajakmu berkencan! Jika begitu aku benar benar tak sudi! Ucap Adit meninggi bedecak arogan menutupi perasaan yang saat ini sedang beradu.


Dania melepaskan tangannya dari bahu pria itu. Matanya sendu, namun bibirnya memaksa untuk tetap tersenyum.


Pak Hans keluar dari mobil membukakan pintu bagi majikan tersayangnya. Dania hanya tertunduk lesu memasuki mobil. Keheningan malam membuat suasana di dalam mobil seakan membatu, tak satupun yang dari penghuni mobil, tak Adit ataupun Dania bahkan Pak Hans yang mengemudi. Mobil kini berhenti tepat di depan pintu masuk rumah.


"Selamat malam tuan dan nona," ucap pria itu sopan saat Adit dan Dania turun dari mobil.


"Bagaimana makan malam kalian? menyenangkan ? ucap Omma begitu melihat sosok Adit dan Dania.

__ADS_1


Dania hanya tersenyum " menyenangkan omma".


Adit hanya menatap Dania dengan tatapan tajam.


"Tapi kenapa cepat sekali kalian kembali? harusnya kalian jalan jalan dulu dong" ucap Omma sambil menepuk bahu Adit.


"Aku sedikit lelah omma, aku ingin istirahat dulu"


"Oh iya iya sayang, istirahatlah, kau pasti lelah".


Dania menatap Adit sebentar lalu beranjak naik ke kamar mereka. Saat dikamar Dania langsung mencari cari tasnya, Senyumnya kembali tersirat saat ia menemukan benda yang ia cari, di rogohnya isi dalam tas itu. Keningnya berkenyit bingung ketika melihat benda ditangannya sesuai yang diinginkannya.


"Bukannya harusnya masih ada 500rban ya" bergumam samb berpikir keras.


"Ah, iya kemarin aku mengirim uang ke panti, sekarang cuma ada 100rb, ini tak akan cukup"Menghela nafas panjang.


"Aku benar benar tak punya uang lagi, jika aku gunakan dari kartu kak Adit, itu tetap uangnya dan dia pasti tak suka, aku pun tak ingin menggunakannya, tapi dari mana aku bisa mendapatkan uang". Mengacak ngacak rambutnya sendiri.

__ADS_1


Diraihnya HPnya dari dalam tas yang ia gunakan tadi. "Pekerjaan paruh waktu untuk mahasiswa" terpampang ketikan di hp nya.


"Aku harus mencoba ini" gumamnya lagi.


__ADS_2