
Tak lama mobil yang mereka kendarai tiba di rumah.
"Kita sudah sampai tuan, nona" ucap Pak Hans menoleh kebelakang, dan ia hanya tersenyum manis melihat dua orang di hadapannya sedang tertidur pulas. Namun ia tak bisa membiarkan dua orang itu tertidur di mobil dalam keadaan basah basahan. Pak Hans kemudian membangunkan Adit.
"Tuan, kita sudah sampai, sebaiknya anda istirahat di kamar"ucap Pak Hans sopan
"Oh aku ketiduran,"Ucapnya dan menatap gadis dipelukannya pun tertidur.
"Anda masuk saja tuan, saya yang akan membawa nona ke kamar" ucap Pak Hans lagi kemudian.
"Tidak, kau istirahatlah juga, aku yang akan membawanya masuk".
Pak Hans hanya kaget mendengar ucapan Adit namun ia pun tak membantah, bergegas ia membukakan pintu untuk majikannya itu. Kemudian Adit keluar sambil menggendong Dania.
Saat menuju ke kamar ia memanggil seorang pelayan.
"Kau, ikut aku ke atas" perintahnya pada Mery.
"Baik tuan".
Saat tiba di kamar, Adit membaringkan Dania di kasurnya, kemudian menyelimuti tubuh gadis itu.
"Apa yang bisa saya bantu tuan" ucap Mery terbatah namun matanya hanya fokus menatap Nonanya yang kehujanan.
"Apa yang kau lihat! Bantu dia mengganti pakaiannya! Aku akan keluar! Perintahnya lagi.
Mery membantu Dania mengganti pakaiannya, dan Dania pun terbangun.
"Mery apa yang kau lakukan" tanyanya bingung.
__ADS_1
"Tuan memberi perintah pada saya untuk membantu nona mengganti pakaian,"
"Terima kasih mery".
"Nona, bagaimana anda bisa basah basahan begini, apa tuan berbuat buruk pada Anda mengapa Tuan begitu kejam pada anda" Ucap pelayan itu mengkuatirkan majikannya.
"Hei, aku tak suka kau berpikir seperti itu padanya, meski begitu dia adalah suamiku, apa kau paham mery"ucap Dania Datar.
"Maafkan saya nona, saya begitu lancang".
"Lain kali, jangan ucapkan hal seperti itu, itu sama dengan menyakitiku" ucap Dania lagi sambil memegang tangan mery.
"Saya mengerti nona, Tuan Adit pasti akan menyadarinya suatu hari nanti, betapa tulusnya anda padanya".
"Terima kasih mery, aku akan ganti baju sendiri, bisakah kau buatkan aku coklat panas"ucap Dania lagi.
"Maaf tuan,"ucapnya takut takut Adit mendengat ucapannya tadi.
Adit hanya berlalu dari mery yang masih terpaku sambil membawa air coklat panas ditangannya dan meletakkannya di atas meja kecil di sudut ranjang.
Dania keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya, dengan rambutnya yang masih basah.
Adit hanya menatap Dania sambil duduk di pojokan ranjang.
"Tuan Adit" Teriak Dania saat menyadari pria itu menatapnya.
"Saya minta maaf tuan, tadi saya ketiduran" ucap Dania lagi. Namun Adit tak merespon apapun, ia hanya menatap Dania yang membuat gadis itu salah tingkah.
"Kau kemarilah!" Terdengar perintah dari Adit.
__ADS_1
"Sa...saya tuan?" ucap Dania terbodoh.
"Iya, menurutmu siapa lagi disini"
Dania melangkahkan kaki ragu mendekat pada Adit.
"A..ada..ada apa tuan" tanya ragu.
"Duduklah" perintahnya lagi. Dania duduk ragu tepat disebelah Adit.
Adit mengambil gelas yang berisi coklat hangat dari meja, dan memberikannya pada Dania.
"Minum ini" ucapnya lagi.
"Ini untuk saya tuan?"Bertanya ragu.
"Kenapa kau selalu membuatku bicara dua kali, apa kau benar benar bodoh"!.
"maaf tuan, saya hanya bingung karena anda...."Dania ragu menyelesaikan ucapannya.
"Jadi kau tak mau"! Ucap Adit kesal dan menarik gelas yang sudah di pegang Dania.
"Bukan begitu tuan" mencoba mengambil gelas itu lagi dari Adit dan Adit meletaknya di meja belakangnya.
"Tuan, saya tidak pernah bilang tidak mau, tuan kan sudah memberikannya" ucap Dania lagi kemudian ia bergegas beranjak mengambil gelas itu, namun Adit menarik tangannya dan ia saat ini ia sudah berada dibawah adit diatas kasur. Dania kaget, wajahnya memerah.
"Kenapa kau selalu mengusikku"ucap Adit lirih sambil menatap wajah Dania. Mata mereka saling menatap cukup lama kemudian, Adit beranjak dan bergegas pergi.
Dania hanya terpaku cukup lama, jantungnya seolah ingin melompat dari rongganya.
__ADS_1