Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Pingsan II


__ADS_3

"Gimana ru"?


"Sepertinya istrimu kekurangan gizi dan kelelahan, untuk sekarang lebih baik hindari hal hal yang membuat tubuhnya lelah, tapi apa kau tak keterlaluan dit, Kau punya segalanya seperti ini tapi istrimu tak kau urus bisa sampai kurang gizi gitu, ywd aku balik dulu ya" menepuk nepuk bahu Adit.


"Hans,...


"Iya tuan.."


"Siapkan makanan untuknya, jangan sampai dia mati karena kekurangan gizi, itu benar benar memalukan".


"baik tuan".


"Mengapa bicaramu ketus begitu tuan, seolah kau hanya memperdulikan kehormatanmu, tapi matamu tak bisa berbohong, mata yang mengkuatirkan seseorang" gumam pak hans dalam hati.


Adit masih duduk di samping kasur Dania, menatap gadis itu lamat - lamat. Di pegangnya pergelangan gadis itu.


"Kecil sekali" gumamnya sambil terus memainkan lengan Dania.


"Aku tak bisa menyukaimu Dania, karena aku tak ingin hidup seperti ayahku, yang menderita karena seorang wanita, jadi kaupun jangan membuka hatimu untukku, jangan jatuh cinta padaku meski aku memintanya" Adit berkata lirih sambil menatap Dania yang masih belum sadar.


Tok tok tok...


"Tuan,.. nyonya bertanya tentang nona Dania, saya tidak tau harus berkata apa" ucap seorang pelayan.


"Aku akan menemui omma", panggilkan Hans kemari, Sambil menggenggam jemari Dania kemudian berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


Sesaat setelah Adit keluar Dania membuka matanya, air matanya jatuh tak tertahan.


"Bagaimana aku bisa membuka hatimu tuan, jika kau sudah memberi batasan padaku sebelum aku mencoba memasuki hatimu" gumamnya lirih. Dania bersandar di kasurnya, menatap ke langit langit kamarnya.


"Apa anda sudah bangun nona?Sapa pak Hans yang sudah memasuki kamar.


"Apa anda merasakan sakit?"ujarnya lagi.


"Aku tak apa, aku ingin istirahat bisakah kau keluar dari kamar ini?"


"Maaf nona, tapi tuan meminta menjaga anda selama tuan tidak ada".


"Bisakah kau menjagaku dari luar, aku tak bisa beristirahat jika kau dikamar ini".


"Baiklah nona, selamat beristirahat" melangkah keluar dan menutup pintu perlahan.


"Nona....apa yang anda lakukan? ah maksud saya, anda ingin kemana nona dengan berpenampilan seperti ini" Kaget melihat Dania yang berpenampilan tak seperti biasanya ditambah lagi Dania baru sadar dari pingsan.


"Dimana tuan?"tanyanya pada pria paru baya itu yang masih terkejut memandangnya.


"Tuan bersama dengan nyonyo dikamar nona"


"baiklah, aku akan kesana" menarik nafas panjang kemudian melangkah gagah menghampiri suaminya.


......

__ADS_1


"Ah...Dania dari mana saja kau, aku tak melihatmu sedari tadi" ucap omma begitu melihat Dania berada diluar kamar.


"Aku hanya sedang istirahat tadi omma" tersenyum manis dan melangkah masuk.


Adit memandang heran pada Dania.


"Apa yang kau lakukan disini" ujarnya.


"Aku hanya ingin bertemu dengan omma dan juga suamiku, tadi aku bertanya pada pak hans katanya kalian disini" ucap Dania sambil tersenyum.


"Bukan itu maksudku? Adit mengernyitkan dahinya memandang heran pada wanita yang sudah duduk disampingnya".


Dania yang menatap Adit yang sedang kebingungan meraih tangan Adit.


"Kak adit, ayo kita pergi makan diluar, aku ingin makan malam sambil menikmati indahnya malam" ujarnya sambil meletakkan kepalanya bersandar di bahu Adit.


Adit yang bertambah bingung dengan tindakan istrinya itu terkejut dan langsung bangkit beranjak dari duduknya.


"Apa yang kau lakukan! ujarnya kaget.


"Ah sepertinya istrimu ingin bermanja manja" ucap omma menggoda.


"iya kk...ayo kita makan malam berdua diluar," ucap Dania mencoba meraih tangan adit meski dia sadar tangannya sedari tadi gemetar.


Adit yang melihat tingkah Dania yang tak seperti biasanya hanya terdiam, ia memandang wajah dania dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"Baiklah," ucapnya masih terus memandangi Dania.


__ADS_2