Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Lembaran Baru


__ADS_3

"Pagi sayang, " sapa Adit saat Dania membuka matanya.


"Pagi kak, " balas Dania menyambut Adit.


"Kak? Hah aku tak ingin di panggil seperti itu lagi," ucapnya dengan nada ngambek.


"Apa sih kak pagi-pagi udah manyun aja," ucap Dania menatap suaminya yang sedari tadi ingin di perhatikan.


"Sayang, panggil aku sayang," ucapnya sambil tersenyum.


"Hah, gak mau," balas Dania membuat Adit menjadi sedih.


"Kenapa? kamu gak sayang aku ya?" celoteh Adit yang sudah seperti anak kecil.


"Dulu aja aku disuruh panggil tuan, bapak, kakak," balas Dania membuat Adit merasa bersalah.


"itu dulu aku gak tau kita yang bakal jadi seperti sekarang," Jawab Adit merasa bersalah.


"Oh jadi dulu kakak gak pernah bayangin aku dihidup kakak?" celetuk Dania kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku salah harusnya aku gak begitu ke kamu, maafin aku sayang," ucap Adit memelas pada Dania, Dania yang melihat itupun nyaris tertawa melihat tingkah suaminya yang menurut nya sangat menggemaskan, namun dia menahannya dan bersikap seolah sedang ngambek pada Adit.


"Sayang plis jangan marah," pinta Adit lagi sembari memegangi erat jemari Dania.


"Hahahaha," tawa Dania pecah tak tertahan saat Adit terus menerus membujuknya.


"Kamu ngerjain aku ya, " ucap Adit merasa di permainkan, Adit langsung mendekap dan menggelitik berut Dania..


"Ampun," mohon Dania karena tak tahan di gelitiki oleh Adit.


"Bilang sayang sekarang, atau, " ucap Adit mengancam dengan menunjukan jemarinya.


"Hei sayang, " panggil Dania sambil melambaikan jemarinya di wajah Adit. Adit menanggap jemari Dania dan mendorong tubuh Dania hingga rebah di kasur. Adit mencium lembut kening Dania.


"I love you too sayang," Ucap Adit lagi dan mencium kening Dania, kedua pipinya dan bibir manisnya.


***


l"Aku berangkat kerja dulu ya sayang," pamit Dania.

__ADS_1


"Apa kamu harus berangkat kerja, kamu gak bisa disini aja," pinta Adit menjaga Dania dengan mendekapnya dan memeluk ya dari belakang. Dania mencoba melepaskan dekapan Adit.


"No aku udah ijin seminggu aku gak bisa gak masuk lagi, kerjaanku udah numpuk sayang," ucap Dania tegas membuat raut wajah Adit menjadi sedih.


"Aku bakal pulang cepat, jadi jangan pasang wajah begini, kalo gak aku gak bisa pergi, " ujar Dania dan mengelus lembut wajah suaminya.


"Jangan lama-lama," ujarnya manja.


"Iya sayang, aku berangkat sekarang ya," ucap Dania lagi yang sudah dari tadi melihat hanya ke arah jam di tangannya.


"Aku antar ya," ucap Adit menawarkan.


"Gak usah sayang, kamu istirahat aja, makan yang banyak, biar nanti kamu udah mendingan kita bisa liburan ke luar negeri, " ucap Dania pada Adit. Adit sangat senang mendengarnya.


"Benarnya kita liburan, kayaknya ini bakal jadi liburan pertama kita berdua ya, dulu kita bahkan gak adain honeymoon, gimana kalo kita rencanain liburan ini sebagian honeymoon kita yang ketunda, " jawab Adit antusias.


"Boleh, kamu pilih tempatnya ya sayang, sekarang aku berangkat kerja, bye, " ucap Dania dan dia beranjak berlari menuju tempat kerjanya.


"Dia bakal pulang cepat, kalo gitu apa aku bikin surprise aja untuknya, toh sebelumnya banyak moment yang kita lewatkan, " gumam Adit dalam hati. Dia langsung menelpon pak Hans dan meminta membelikan beberapa barang dan bahan makanan yang dia butuhkan.

__ADS_1


__ADS_2