
Di satu sisi, Dania sudah kembali ke rumahnya, ia menatap cermin dan mengamati tubuhnya yang di penuhi oleh kiss mark yang dibuat oleh Adit, ia menatap sedikit kaget karena banyaknya tanda itu di tubuhnya hingga ia harus menutupinya hingga ke lehernya, namun ia tak menyesali itu semua. Saat ia sedang menatapi diri di cermin, terdengar dering telpon masuk dari Kevin. Dania segera mengangkat telpon dari Kevin itu.
"Astaga aku lupa ada janji dengan kak Kevin" gumamnya sambil mengangkat telpon.
"Halo Dania....aku daritadi sudah di depan kantormu, kau..apa kau masih kerja" Tanya Kevin di telpon.
"Ah...maafkan aku kak Kevin, aku sudah pulang ke rumah sekarang, tadi aku ada pekerjaan di luar kantor dan aku kurang enak badan, jadinya aku langsung pulang, dan maaf aku tak memberi kabar pada kakak" ucap Dania dengan nada merasa bersalah.
"Apa kau sakit? tak apa itu bukan hal penting, jadi sekarang bagaimana keadaanmu? apakah sudah lebih baik?"Tanya Kevin kuatir.
"Iya, udah mendingan kak" Ucap Dania semakin bersalah.
"Maafkan aku kak Kevin sudah membohongimu" gumam Dania dalam hati.
"Tak apa, kau istirahatlah dulu..." ucap Kevin
"Tapi kak Kevin gimana?" Tanya Dania
"Aku tak apa, lagi ini untuk merayakan ulang tahunmu, jika kau tak nyaman, aku juga tak ingin memaksa, jadi kau tak perlu pikirkan apapun"Balas Kevin.
"Makasih ya kak, udah mau ngertiin Dania" Dania
"Iya, kau tak perlu sungkan aku baik-baik saja" Ucap Kevin lagi.
"Bye kak Kevin" Ucap Dania mengakhiri telpon.
.......
Di dalam mobil Kevin merasa sedikit kecewa, namun ia tak bisa memaksakan keinginannya karena mau bagaimana pun itu bukan keinginan Dania, tapi karena memang keadaan Dania yang tak mengijinkan. Kevin mengambil kotak kecil yang ada di mobilnya, kotak yang berisi kado dan pernyaaan cintanya untuk Dania. Kevin mengamati kalung itu dengan tatapan sedih.
__ADS_1
"Apa memang aku tak akan pernah bisa menyampaikan isi hatiku pada mu Dania? sejak dulu aku selalu tak memiliki kesempatan bahkan untuk mengutarakan perasaanku, bahkan sebelum aku mendengar jawabanmu, aku seperti sudah di tolak ribuan kali" gumam Kevin sedih di dalam hati. Ia mengemudikan mobilnya ke sebuah restoran yang sudah ia reservasi dari kemarin. Saat ia tiba semua sudah tersedia seperti keinginannya. Restoran yang sudah di kosongkan, dan meja hanya untuk mereka berdua, lilin-lilin yang menyala di sepanjangn jalan di ruangan restoran itu, bunga mawar yang menghiasi sekeliling ruangan itu dan juga cake ulang tahun yang berbentu hati dengan rasa strawberry ke sukaannya. Adit duduk di meja itu hingga pelayan menghampiri.
"Selamat malam pak, apa rekannya masih belum datang? apa menunya kita tunda atau kita keluarkan sekarang" ujar pelayan itu sopan.
"Keluarkan saja semuanya, dia takkan datang hari ini" jawab Kevin dengan nada sedih.
"Baik pak, akan kami lakukan" Ujar pelayan itu dan kembali ke tempatnya. Tak lama makanan sudah tersaji di meja dengan suasana romantis diiringin musik dari pemain biola. Kevin merasa sangat frustasi dengan situasi itu.
"Aku harus melakukannya sekarang atau jika tidak aku tak akan pernah mengatakannya lagi" gumam Kevin dalam hati.
"Pelayan, tolong bungkuskan semua makanannya, dan untuk semuanya terima kasih." Ucap Kevin
"Baik pak" Ujar pelayan itu. Tak lama semua makanan sudah di packing dengan rapi, Kevin membawa semuanya ke dalam mobilnya, ia kemudian mengemudi ke tempat Dania berada.
Sesampainya di sana Kevin melihat jendela kamar Dania yang masih menyala, ia pun menghubungi gadis itu.
"Iya kak Kevin" Terdengar suara di telpon.
"Oke kak, aku keluar sekarang" Ujar Dania, ia langsung mengambil sweater dan syal untuk menutupi tubuhnya. Tak lama ia turun ke bawah.
"Apa aku mengganggumu" Ujar Kevin saat melihat Dania.
"Gak kok kak...tapi kenapa kak?" Tanya Dania lagi.
"Aku sudah terlanjur pesan restoran kemarin jadi aku pikir aku ingin membawakannya padamu" Ujar Kevin sambil memberikan bungkusan makanan pada Dania.
"Ah....maafkan aku kak, aku mengacaukan semuanya" Dania
"Tak perlu begitu, dan selamat ulang tahun Dania" Ujar Kevin sambil memberikan kotak kecil pada Dania
__ADS_1
"Apa ini kak?" Ujar Dania bingung
"Bukalah...." Ucap Kevin menanti. Dania membuka kotak kecil itu dan ia terkejut melihat isi yang ada di dalamnya. Ia menatap ke arah Kevin.
"Apa kau suka.." Tanya Kevin lagi.
"Ini...ini terlalu mahal kak....aku tak bisa menerimanya.." Ucap Dania sambil menutup kotak itu kembali dan menyodorkannya ke lengan Kevin.
"Ini tak mahal sama sekali, jadi tolong jangan tolak pemberianku ini" Ujar Kevin sambil menolak kotak itu dari Dania. Mereka saling tolak-tolakan hingga akhirnya syal Dania terjatuh.
"Ah...maafkan aku" Ucap Kevin sambil mengambilkan syal Dania yang terjatuh, namun ia kaget saat melihat leher Dania yang di penuhi oleh tanda merah yang ia tau itu adalah kiss mark, Kevin kembali menjatuhkan syal itu tanpa sengaja.
"Kau........" Ujarnya dengan perasaan campur aduk. Dania yang mengetahui arah pandangan Kevin langsung mengambil syalnya dan menutupi lehernya.
"Kak....." Ujar Dania tak mampu berkata-kata.
"Aku akan kembali sekarang, kau istirahatlah" Ujar Kevin dan ia langsung kembali ke dalam mobil.
"Kak Kevin..."Panggil Dania namun pria itu langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dania yang melihat itu merasa bersalah pada Kevin, ia tau perasaan Kevin padanya meski tak mendengarya dari Kevin, itu kenapa ia tak bisa menerima pemberian Kevin.
Dania menatap kotak kecil itu dalam.
"Maafkan aku kak Kevin aku tak bermaksud menyakiti hatimu, tapi di dalam hatiku kini hanya ada pria itu dan dia adalah suamiku, aku tak bisa membiarkanmu semakin berharap padaku.." gumamnya dalam hati.
........
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya tak karuan, ia selalu terbayang akan hal yang membuatnya marah.
"Adit Hermawan!!! Kenapa kau selalu mengambil apa yang aku miliki, Dania adalah satu-satunya yang ku miliki"! Teriak Kevin di dalam mobilnya.
__ADS_1
Pikirannya benar-benar tak karuan, ia akhirnya memarkirkan mobilnya di sebuah club malam. Kevin menghabiskan malamnya dengan minuman-minuman keras dan wanita-wanita penghibur, ia menjadi lepas kendali akan dirinya sendiri akibat kemarahannya.
"Ah...ternyata kau sudah tidur bersamanya" gumam Kevin sambil meneguk minuman keras. Ia juga membuat -keributan di Club itu hingga terjadi pukul-pukulan karena tiba-tiba ia menjadi sangat pemarah dan memukul seorang pria denga botol minuman, hingga akhirnya ia di pukuli oleh orang-orang di sana, dan syukurnya petugas keamanan melerai dan memisahkan mereka, hingga akhinya Kevin berakhir di kantor polisi.