
"Pernikahan harusnya adalah hari yang bahagia untuk kedua pengantin tapi sepertinya tak berlaku bagi kami tapi meskipun ia membenciku aku tak ingin membencinya aku tak pernah mencintai pria manapun tapi aku akan menjadikan suamiku sebagai cinta pertamaku "gumam Dania dalam hati dan berusaha menegakkan diri.
Sebentar lagi adalah waktu pemberkatan Dania dan Adit yang secara otomatis membuat Dania secara resmi menjadi bagian keluarga Hermawan secara resmi.
"Nona...waktunya sudah tiba ujar Tuti pelayan rumah itu.
"Baiklah...aku sudah siap". Ujar Diana sambil beranjak dari meja rias.
Mereka akan bersiap menuju Gereja tempat pemberkatan pernikahan.
Di mobil Adit sudah menunggu dengan jas putih polos dengan balutan dasi pita di sematkan di kerah kemejanya.
Acara pemberkatan pernikahan berlangsung hikmat, Adit dan Dania mengucapkan janji suci pernikahan dan di akhiri dengan sesi foto.
Setelah sesi foto berakhir mereka kembali ke kediaman Hermawan untuk melakukan pesta resepsi pernikahan. Para tamu sudah menantikan pasangan pengantin di pintu masuk sorak gembira langsung mewarnai tempat itu saat Adit dan Dania turun dari mobil.
Pesta berlangsung meriah dan berakhir hingga larut malam.
Setelah acara selesai Dania dan Adit kembali ke kamar mereka masing masing.
"Maaf Tuti, bisakah kau membantuku melepas gaun ini, ini sangat mengganggu" ucap Dania pada Tuti.
"Maaf nona...?? tanya pelayan itu pada Dania yang seolah tak percaya.
"Oh tidak aku akan melakukannya sendiri bisakah kau ambilkan saja aku air hangat" ujar Dania lagi" dan kembali ke kamar.
__ADS_1
"Baik nona"
Tuti merasa bingung. " Mengapa nona Dania kembali ke kamar itu lagi?bukankah harusnya berada dikamar tuan Adit " gumamnya dalam hati.
Saat di dapur Tuti masih terlihat bingung.
" Untuk apa air itu Tuti ujar Omma yang memasuki dapur.
"Ah iya nonya ini untuk Nona Dania" Ujarnya lagi.
"Oh iya dimana dia? ada yang perlu aku berikan padanya. tanya omma lagi.
" Sedang di kamar nyonya" ucap Tuti kembali.
Omma bergegas menaiki tangga ke kamar Adit.
Suara ketukan pintu terdengar.
" Siapa? Ucap Adit dari balik pintu.
"Adit ini omma"
"Omma? Ada apa omma kemari? bukannya omma harus beristirahat ujar Adit kembali.
"Omma ingin berbicara dengan Dania sebentar dimana dia? ujar Omma sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari cari Dania.
__ADS_1
" Dia ada di kamarnya omma" ucap Adit polos.
"Dikamarnya?? apa maksudmu Adit?? ucap Omma sedikit keras dengan nada tinggi yang membuat Adit baru tersadar.
Omma langsung beranjak keluar menghampiri kamar Dania.
" Dania! Dania! Buka pintunya ujar Omma sambil mengetok ngetok pintu dengan keras.
"Iya omma? ujar Dania sedikit panik.
Omma menatap Dania dengan perasaan kecewa.
" Apa yang kau lakukan disini? omma mulai bertanya tanya.
Adit yang mengikuti omma menatap Dania, dan Dania pun hanya tertunduk.
"Maaf omma aku belum membereskan barang barang ku jadi untuk beberapa waktu aku harus membereskannya dikamar ini Dania memberi penjelasan sambil menatap Adit dan kemudian terdunduk lagi.
"Barang barangmu akan di bereskan besok oleh para pelayan. Sekarang kau pergilah tidur dikamar Adit. " ucap Omma yang sedikit kesal.
"Tapi omma..." ucap Dania tertahan saat Adit memegang tangannya.
" Bawalah apa yang kau perlukan malam ini dan datanglah ke kamar" ucap Adit pada Dania.
Dania merasa gelisah. Ia memainkan jemarinya.
__ADS_1
" Omma istirahatlah" ucap Adit kemudian.