Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Seusai pesta penyambutan. Omma dan Adit kembali ke rumah bersama Dania. Mobil melaju sedang, Jalanan cukup padat, terjadi kemacetan disepanjang jalan.


"Apa kau menyukai pestanya dania? ucap omma yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Dania yang terlihat sendu.


"Ya.. aku sangat menyukai nya" ujar Dania sambil tersenyum.


"Lalu mengapa wajahmu terlihat murung?" omma mulai menerka nerka. Yang kemudian membuat Adit melirik ke Arah Dania.


"Tidak omma... aku sangat senang. Seumur hidupku aku tak pernah berada di pesta sebagus itu. Aku hanya sedikit Lelah omma. Ujar Dania menjelaskan , sesekali menoleh ke Arah Adit yang sesaat mata mereka bertemu Dania membuang pandangannya.


" Syukurlah kau menyukainya... " ucap omma tersenyum hangat sembari memegang pundak Dania lembut.


Pukul 22.30 Mereka Tiba di rumah Adit.


"Beristirahatlah... ucap omma sembari memeluk Dania dan beranjak ke kamar. Dania menaiki tangga menuju ke kamar nya, yang kemudian tanpa persiapan Adit menarik tangannya naik ke atas dengan cepat, hingga Dania meronta Karena kesakitan.


"Auu... sakit tuan" ucap Dania sambil berontak.


Adit menghempaskan tangan Dania saat Tiba dipintu kamar nya.


Dania memegang tangan nya yang sakit... sambil merintih.


"Lakukan peranmu dengan benar! Jika Aku mendapati omma mengkwatirkanmu lagi Karena tingkahmu Aku tak Akan segan segan menyakitimu! ucap Adit marah.


Dania menunduk sedih..

__ADS_1


"Dasar wanita tidak berguna" ujarnya sambil berlalu pergi.


Dania masuk kedalam kamarnya. Ia menarik nafas dalam dalam "semua akan baik baik saja gumamnya dalam hati menghibur dirinya sendiri.


Esoknya suasana rumah begitu riuh. Semua pelayan sibuk mempersiapkan keperluan untuk pernikahan Dania dan Adit, yang seminggu lagi akan digelar.


Pesta pernikahan diadakan dikediaman Adit, karena Adit tak ingin pernikahannya di publikasikan ke media sehingga pernikahannya akan berlangsung sederhana.


Hanya orang orang yang datang di pesta kemarin lah yang diundang. Hanya rekan bisnis yang katagori dekat dan keluarga besar.


Sedang Dania dan Adit sedang sibuk mempersiapkan foto prewedding mereka.


"Tuan bagaimana dengan busana yang ini" ujar salah satu pegawai.


Dania sedang didandani dengan gaun putih dengan atasan bahu terbuka, rambutnya di hias ikal ke sisi kanan bahunya yang dibiarkan tergerai.


"Tuan sesi foto akan dimulai calon mempelai wanita sudah siap" ujar pegawai kepada Adit.


"Baiklah lakukan dengan cepat aku tak punya banyak waktu" ucapnya datar.


Adit berjalan ke sebuah taman dimana bunga mawar berwarna warni tumbuh di sana.


Adit melihat Dania samar samar dari kejauhan berada di sebuah jembatan kecil dekat dengan air mancur.


Adit berjalan mendekat. Sesaat ia terpana pada Dania saat tersenyum memainkan air mancur. Ia menghentikan langkahnya sesaat, Kemudian dia menggelengkan kepalanya mengatakan dalam hati "Ayolah dia hanya anak kecil yang bisa dibeli dengan uang" menolak perasaan yang sesaat hadir.

__ADS_1


Melihat Adit yang datang Dania langsung merubah ekspresinya ia berjalan mendekati Adit.


Fotografer yang sudah menunggu pun bergegas menjalankan tugasnya.


"Baik tolong rileks saja, dan coba untuk tersenyum fotografer mencoba mengarahkan. Namun sesaat ia menggelengkan kepala.


"Maaf tuan dan Nona bisakah anda lebih mendekat satu sama lain ujarnya.


"Sepertinya Kau bukan fotografer profesional siapa yang membawamu kemari! ujar Adit kesal.


"maaf tuan saya hanya melakukan pekerjaan saya, jika tuan dan Nona berjauhan foto yang diambil tidak akan bagus ujarnya kembali menjelaskan.


"Bikin kesal aja" ujar Adit ketus kemudian menarik Dania ke sisinya.


Dania menjadi sedikit canggung.


" Baiklah Tuan bisakah anda memegang pinggang mempelai wanita sambil menatapnya" ucapnya lagi.


Adit kesal namun tetap ia lakukan agar sesi foto cepat selesai. Adit memengang pinggang Dania dan menatapnya. Mata mereka bertemu. Namun sesaat hati Adit goyah melihat mata Dania. Ada yang bergetar dihatinya. Dania canggung bertatapan dengan Adit kemudian ia mencoba membalikkan wajahnya namun dengan cepat Adit memegang wajah Dania dengan lembut hingga mereka kembali saling menatap. Adit menatap dalam Dania. Wajah Dania merona karena merasa canggung berdekatan dengan Adit.


" Bagus tuan...Fotonya sudah diambil dan hasilnya sangat bagus.


Adit melepaskan tangannya cepat "baguslah kalau sudah selesai ucapnya" sambil berlalu pergi meninggalkan Dania yang masih terpaku.


Dania masih berdiri sepertinya iya memikirkan sikap Adit tadi. "apakah tadi dia sedikit lembut?" gumamnya dalam hati Namun ia kembali menggeleng kepala dan kembali ke kamar ganti untuk berganti baju.

__ADS_1


__ADS_2