Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kencan III


__ADS_3

"Hei! Apa kau bodoh! mengapa kau masih disini? Teriak Adit saat berhadapan dengan gadis itu.


Dania tersentak kaget dan langsung berdiri melihat sosok yang ia tunggu tunggu sedari tadi sudah muncul.


"Tuan Adit..."Senyum polosnya tersirat lembut sambil menatap pria itu.


"Apa kau bodoh! Harusnya kau pulang! Untuk apa kau hujan hujanan disini" Teriaknya lagi.


"Iya benar, harusnya aku pulang saja, tapi aku tak mendapat kabar apapun dari tuan, aku takut jika aku pulang dan tuan datang, tuan akan menungguku disini, apalagi ini kencan pertama kita"jelasnya lirih yang masih gemetar kedinginan.


"Siapa juga yang akan menunggumu disini, kau pikir aku kurang kerjaan ya! Dan tempat kencan macam apa ini?!Teriaknya lagi sambil menatap ke sekeliling dan ucapannya tergantung saat ia melihat tempat yang tadinya di siapkan Dania namun gagal. Adit terdiam dan menatap lirih pada gadis dihadapannya itu, ia melepas jasnya dan memberikannya pada Dania.


"Pakai ini bodoh! Sambil menyodorkan Jas yang tadi ia kenakan.


Dania menatap lembut Adit dan mengambil jasnya dan mengenakannya. Setelah Adit melihat Dania selesai mengenakan jasnya, ia menarik Dania kesisinya.

__ADS_1


"Ayo kita pulang" ucapnya lagi.


Dania hanya tersipu malu dan mengikuti langkah kaki Adit.


"Ini pertama kalinya, dia menarikku lebih dekat padanya, meski aku tau itu hanya karena saat ini sedang hujan, tapi ini pun membuatku senang" gumamnya.


Sampai di mobil pak Hans bergegas keluar mendapati Tuan dan Nonanya sudah kebasahan.


Didalam mobil.


"Terima kasih" Ucap gadis kecil itu. Namun bukannya menyeka tubuhnya yang basah, ia malah menyeka air yang ada di wajah Suaminya.


"Apa yang kau lakukan!"Teriak Adit kaget saat Dania Menyentuh wajahnya dengan handuk kecil tadi dan menggenggam tangan gadis itu reflek.


"Tuan juga kebasahan, saya hanya ingin membantu mengeringkannya"ucap Dania lagi.

__ADS_1


Adit kemudian melepaskan lengan gadis itu, dan menatap lirih pada Dania.


"Aku bisa menyekanya sendiri" ucapnya lagi.


"Maaf tuan" ucap Dania lirih, tubuhnya masih menggigil kedinginan meski pemanas di mobil sudah dinyalakan.


Ada perasaan iba di hati Adit saat melihat wanita disampingnya masih meringkuk kedinginan, tanpa sadar ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada gadis itu,


"jika ia tak menunda - nunda mungkin mereka tak akan ke hujanan seperti saat ini, tapi apa gadis ini benar benar bodoh bagaimana bisa disaat seperti inipun dia tak beranjak dan menungguku ditengah hujan dan bukannya kesal, ia malah mengkwatirkanku" gumam Adit dalam hatinya.


Adit menatap lekat Dania, kemudian menarik gadis itu kesisinya menyandarkan gadis itu dalam pelukannya.


"Tuan...."ucap Dania kaget namun ia tak melawan, wajahnya memerah karena belum pernah ia berada diposisi sedekat ini dengan seorang pria.


"Aku tak ingin ada gadis yang mati kedinginan di mobilku" ucapnya sambil mendekap Dania.

__ADS_1


Pak Hans hanya memperhatikan dari spion kaca mobil, perasaannya pun tak karu karuan, ada rasa bersalah saat ia tak membalas pesan dari Dania. Namun melihat tingkah dan reaksi Adit saat ini, membuat perasaan bersalah pada Dania seperti mulai memudar, karena Hans sangat memahami Adit majikannya itu, ia tau betul, betapa Adit tak bisa di usik oleh apapun tak peduli siapapun selain Nyonya besar, namun Hans melihat kepedulian Adit pada Dania, meski ucapannya selalu bertolak belakang.


__ADS_2