
Dania sedang berada di kamar merapikan pakaian pakaiannya.
"Bolehkah aku meletakan pakaianku di lemarinya" gumamnya dalam hati.
Akhirnya Dania hanya merapikan pakaiannya di koper karena Dania tak berani menyentuh lemari Adit.
Tak lama berselang Adit pulang dan langsung menuju kamar.
Adit membuka pintu dan ia melihat Dania yang sibuk menata kopernya.
"Apa yang sedang kau lakukan" tanya Adit yang membuat Dania kaget.
"Kapan tuan kembali? Dania malah balik bertanya.
"Kapan aku kembali itu bukan urusanmu tapi kau apa yang kau lakukan di sana?
"Saya sedang merapikan pakaian saya tuan".
Adit menghampiri Dania. Ia melihat baju baju yang ada di koper itu.
Dania kaget dan langsung buru buru menutup kopernya.
"Apa baju bajumu hanya ini?" ujar Adit kemudian.
"Iya tuan.
Adit membuka koper itu lalu tiba tiba Dania buru buru menepis tangan Adit dan menutupnya kembali.
"Apa yang kau lakukan" tanya Adit kemudian.
"Itu tuan itu...."
__ADS_1
"Itu apa? katakan yang jelas?! Berani sekali kau menepis tanganku! Adit sedikit kesal.
"Itu....Dania mengantuk ucapannya.
"Ah maksudmu karena di sana ada pakaian dalam mu ucap Adit sambil mengangkat dagu Dania.
"Bahkan tak ada yang bisa kulihat darimu! ucap Adit yang memandangi Dania dari atas sampai ujung kaki yang membuat Dania risih.
Kemudian Adit menendang koper Dania.
"Tuan, apa yang tuan lakukan? ujar Dania panik.
"Singkirkan pakaian pakaian jelek itu dari kamar ini, bagaimana kau bisa menggunakannya setiap hari ucap Adit sambil menarik lengan baju Dania kemudian melepaskannya lagi.
"Tapi tuan....Dania mencoba memelas.
"Hans...Hans kemarilah ucapnya lagi.
"Ada apa lagi ini gumam Dania dalam hati.
"Hans tolong singkirkan benda ini, jangan sampai aku melihatnya lagi!".
Hans menatap Dania dan membawa koper itu keluar.
Dania hanya menatap sedih saat Hans membawa pergi kopernya.
"Apa ini? apa kau mau menangis?? ucap Adit.
"Walaupun bagi tuan itu adalah hal yang murahan tapi itu semua adalah hasil jerih payah dan pemberian dari orang orang yang menyayangi saya" ucap Dania lirih sambil menahan air matanya.
"Sepertinya kau lupa aturan yang sudah kau tanda tangani!" dilarang keras untuk menentang ku! ucap Adit kesal.
__ADS_1
Mata Dania mulai berkaca kaca.
"Maafkan saya tuan...saya salah ucapnya lirih.
Adit yang melihat reaksi Dania merasa sedikit bersalah namun ia mengabaikannya.
"Ambil ini!
"Apa ini tuan?!
"Apa kau bodoh! Kau tak tau itu kartu kredit!?
"Maksud saya kenapa tuan berikan kartu ini pada saya" ucap Dania terbata bata.
"Belilah baju baru dengan kartu itu! besok aku harus melihat pakaianmu satu lemari penuh, jika tidak aku akan meminta omma untuk menghentikan pengobatan Arya" ucap Adit sedikit mengancam karena Adit yakin ancamannya akan berhasil.
"Jangan tuan..saya mohon jangan...Arya sangat butuh pengobatan tolong jangan sakiti adik saya" Dania mencoba memohon.
"Hei bodoh! Aku siapa yang akan menyakiti adikmu, semua itu adalah pilihanmu ucap Adit.
"Baik tuan, saya akan membeli baju baju baru besok"
"Oh iya kau harus membeli pakaian dengan harga minimal 2jt setiap potongnya dan berikan padaku kwitansinya."
"Apa 2juta tuan, tadi siang omma baru membelikan ku 20 potong baju tuan dengan semua harga diatas 2 juta. bagaimana bisa saya membeli pakaian lagi dengan harga itu.
"Kalau berapa harga potongan pakaian termahal?"
"Lima juta tuan ucap Dania lagi.
"Kalau begitu belilah baju dengan harga perpotong minimal 5juta." Kau sudah beli seharga itu tak mungkin aku menyuruhmu membeli baju dibawah harga yang omma berikan ucap Adit lagi.
__ADS_1
Dania kaget dengan ucapan Adit, dia enggan untuk melakukannya namun tak kuasa menolak permintaan Adit.
"Baik tuan" ucap Dania lirih.