Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kampus I


__ADS_3

Semilir angin bertiup sepoi,


kenari menyapa dengan merdu,


pagi ini langit begitu biru,


mungkin sedang merindu,


Pada surya yang bermegah,..


Begitu pula dengan perasaan seseorang, pagi ini Dania akan memulai aktifitas barunya sebagai seorang mahasiswi tentu saja di salah satu kampus terbaik di kota ini.


Kemeja katun, berwarna sebiru langit telah ia kenakan, dengan balutan rok jeans pendek dengan warna putih polos, dengan rambut di ikat kuncir kuda, dengan aksen poni tipis didepan, menjadi busananya dan gayanya dalam mengawali aktifitas pagi ini.


"Selamat pagi omma..., selamat pagi kak adit" ucapnya saat tiba dimeja makan.


"Cantik sekali" senyum omma sambil memberi pujian.


Adit hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada sarapannya.


"Aku akan berangkat sekarang omma" menyudahi sarapan dan memberi kode pada pak hans untuk bergegas.

__ADS_1


"Dania berangkatlah juga bersama adit" sambil bangun dari kursinya, dan berjalan ke arah dania.


"Tapi aku bisa berangkat dengan kendaraan umum omma" Ucap Dania mengelak karena dia tau akan secanggung apa berada didalam mobil yang sama dengan Adit.


"Tak apa, toh kalian juga searah, untuk apa berangkat terpisah, benarkan adit?"


Adit hanya menarik nafas panjang, Dia sangat paham apa yang sedang dilakukan oleh ommanya itu tidak lain dan tidak lebih adalah mendekatkan dirinya dan Dania, namun tetap saja Adit tak bisa menolak ucap omma itu.


"Ayo bergegaslah" ucap adit sambil menatap Dania.


Dengan berat hati Dania akhirnya berangkat bersama dengan Adit.


Didalam mobil, hanya terdengar suara bunyi lalu lalang kendaraan lain, tak ada satupun yang mengeluarkan suara tak juga pak Hans.


"Kak...eh tuan, maaf nanti sepulang kuliah bisakah saya pergi ke suatu tempat?" ucap Dania mencoba mencari bahan pembicaraan. Namun Adit hanya diam, hanya pak Hans yang sesekali melirik majikannya.


"Jika tidak bisakah tuan menem...." belum sempat Dania menyelesaikan ucapannya.


"Aku tak peduli kau pergi kemanapun, tapi sepertinya kau melupakan sesuatu gadis kecil, bukakah kau menjadi istriku untuk membayar hutangmu pada keluarga hermawan? jadi berlakonlah jadi istri yang baik, jangan bertingkah seolah kau menjadi nona muda di keluarga ini." ucap Adit dengan tegas.


Dania tertunduk, hatinya terasa dicabik cabik, benar jika pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan, tapi beberapa hari ini dania merasa Adit sedikit berubah padanya.

__ADS_1


"Apa hanya perasaanku saja? Apa hanya aku yang berusaha menyukainya" gumamnya dalam hati.


"Dan....


Setelah satu tahun pernikahan kita, aku akan menceraikanmu, aku tak akan menyentuhmu sedikitpun, kau tak akan rugi apapun, setelah pernikahan kita berakhir kaupun tak perlu kwatir, semua kebutuhanmu akan dicukupi, jadi kau hanya perlu melakukan tugasmu dengan baik". Ucap Adit tanpa menatap Dania sedikitpun.


Dania menoleh ke arah pria di sebelahnya.


"Aku tak berpikir akan berlakon menjadi seorang istri, karena aku memang telah menjadi seorang istri, meskipun pernikahan ini memang diawali dari sebuah kesepakatan, tapi aku tak pernah berniat menjadikan ini sebuah panggung drama" ujar dania lirih sambil menahan air matanya.


Adit menoleh pada gadis disampingnya, menatap Dania, mengangkat dagu Dania pelan.


"Sepertinya kau sangat serakah gadis kecil?, kau tak berpikiran kan kalau aku akan benar benar menganggapmu sebagai istriku, dan lagi kau benar benar bukan tipeku, apa kau tau gadis kecil, diluaran sana, ada ribuan perempuan cantik yang ingin dekat denganku, jadi sepertinya kau harus membuang angan anganmu menjadi seorang "cinderela", karena untuk menjadi "cinderela" pangeran harus mencintai "putri" itu, dan aku tak akan pernah bisa mencintaimu."


Mobil berhenti tepat didepan gerbang kampus Dania.


Dania turun dari mobil dengan lesu, matanya mulai berkaca kaca. Sesaat hendak menutup pintu mobil ia terhenti, ia berbalik dan menatap Adit.


"Apa tuan tau? pangeran lah yang lebih dulu mencintai cinderela, usaha pangeranlah yang membuat cinderela jatuh hati padanya, dan sama seperti cinderela, sebelum aku mencintai tuan, tuan lah yang akan jatuh hati lebih dulu untukku" ucap Dania, kemudian ia langsung menutup mobil dan berlari menuju ke dalam kampus.


Setelah berlari, ia menarik nafas, " yang kulakukan benar, sudah benar".

__ADS_1


Dimobil Adit belum juga beranjak dari depan kampus Dania.


"Hah, berani sekali gadis ingusan itu bicara seperti itu padaku, Ayo kita pergi!


__ADS_2