Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kencan


__ADS_3

Rahasia.....


Setiap orang menyimpan sebuah rahasia yang hanya di ketahui olehnya sendiri, tapi benarkah rahasia itu benar-benar ada? atau hanya sebuah kenyataan tertunda yang akan terkuak tanpa kau sadari sendiri, bahkan harta karun terpendam sekalipun pasti di temukan, entah itu hari ini, esok, lusa, atau entah kapanpun itu. Dan saat sebuah rahasia itu terkuak ke permukaan dengan sendirinya, mampukah kau menahan pandangan orang lain terhadapmu?


Rahasia....


Bukankah sebuah rahasia menjadi rahasia karena ia memberi luka, entah itu untukmu sendiri atau untuk orang-orang di sekitarmu, entah tujuannya untuk melindungi mereka dari kenyataan pahit atau melindungi dirimu sendiri dari luka yang akan kau berikan pada mereka. Namun apapun alasannya sebuah rahasia hanya akan memberi luka lebih dalam saat ia mencuat bukan dari pelaku rahasia tersebut.


Rahasia adalah sebuah kesempatan yang di berikan oleh waktu. Kesempatan untukmu memilih mengungkapkan atau menyembunyikannya sebagai sebuah kebohongan.


..........


Sore itu Dania duduk di sebuah taman di rumah itu, menikmati angin berhembus dan langit sore yang cerah sambil memandangi Hp yang tergeletak di meja kecil di taman , menunggu kabar dari sosok yang sudah ia tunggu-tunggu sejak tadi.


"Apa dia begitu sibuk? tapi diakan udah janji kalau bakal pulang lebih awal" ocehnya saat sosok tersebut tak juga tiba ataupun memberi kabar.


"Maria! " Teriaknya saat melihat pelayan yang ia kenali ada di taman itu.


"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?"


"Duduklah, temani aku ngobrol, aku bosan". Ungkap gadis itu sambil tersenyum pada pelayan yang ada di hadapannya. Pelayan itu pun duduk dengan sungkan namun ia tersenyum saat Dania tersenyum padanya.


"Apa anda menunggu Tuan Adit nona?"


'Hmm, iya tapi dia tak memberi kabar apapun, dia membuatku kesal"! Oceh Dania dengan nada kesal.


"Haha, maaf nona jika saat tertawa tanpa sadar" unggap pelayan itu.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Dania ragu.


"Tak apa nona, saya hanya senang melihat anda dan tuan Adit sudah lebih dekat."


"Memangnya sebelumnya hubungan kami seperti apa?"


"Ah itu, ah saya salah bicara nona, maksud saya dulu sudah dekat tapi sekarang lebih dekat lagi". Ucap pelayan tersebut dengan canggung karena ia tanpa sadar membahas masa lalu yang Dania yang di rahasiakan di rumah itu.


"Ah, begitu ya, tapi dia benar-benar menyebalkan dia bahkan tak mengabariku kalau dia terlambat." unggap Dania kesal sambil melirik ke HP nya.


"Sepertinya ada yang begitu kesal padaku" ucap sosok yang tiba-tiba sudah ada di belakang Dania yang membuat gadis itu terkejut juga senang melihat sosok tersebut.


"Paman..." panggilnya dengan nada kesal.

__ADS_1


"Kenapa? apa aku membuatmu kesal?" ucap Adit sambil memberi kode bagi maria untuk pergi dan pelayan itu pun membungkuk dan beranjak meninggalkan Dania dan Adit.


"Kenapa paman lama sekali?" oceh Dania masih dengan ekspresi kesal.


"Iya aku salah, maafkan aku nona kecil" ucap Adit lembut pada gadis di sebelahnya.


"Apa kerjaan paman banyak sekali?"


"Hmm, begitulah" ucap Adit seadanya lalu ia membaringkan diri di pangkuan Dania.


"A..aapa yang kau lakukan paman" ucap gadis itu terbata.


"Aku benar-benar lelah, biarkan aku berbaring sebentar" ucap Adit lembut. Mendengarnya Dania tak berkomentar apapun lagi dan membiarkan pria itu berbaring di pangkuannya


"Apa kalian mengobrol banyak tadi?" Tanya Adit sambil memejamkan matanya.


"Maksud paman maria?"


"bukan tapi Kevin".


"Kak Kevin, iya kami ngobrol banyak" ucap gadis itu senang.


"Yah banyak hal, tentang masa lalu, kak Kevin juga tadi cerita kalau waktu kecil kita pernah nyasar waktu pergi kabur dari panti buat jalan-jalan, trus jadinya kita balik ke panti kemalaman, dan ketauan sama kepala panti, jadi kita berdua di hukum tidur di gudang". Cerita gadis itu dengan antusias, mendengar Dania bercerita dengan semangatnya Adit menjadi kesal dan ia pun bangun dari pangkuan gadis itu. melihat itupun Dania bingung.


"paman mau kemana?" tanyanya melihat Adit beranjak dari taman.


"Aku mau mandi, bukannya kau bilang ingin pergi ke panti" jawabnya seadanya.


"Tapi ini udah kemalaman untuk kesana, kalau sekarang kita ke panti bukannya malah mengganggu mereka? paman juga sepertinya lelah."


"Aku akan mandi sebentar, kau juga bersiap-siaplah".


"Memangnya kita mau kemana?"


"Kencan" ucap Adit datar dan berlalu pergi.


"Kencan??" gumam gadis itu pelan namun ia senang mendengarnya, wajahnya kembali merona saat menggumamkan ucapan adit "Kencan".


.......


"Permisi nona, Tuan sudah menunggu di depan" ucap pelayan saat mengetok kamar Dania.

__ADS_1


"Baiklah, aku udah siap". Ucapnya sambil beranjak pergi.


"Selamat malam nona" ucap Pak Hans saat menyadari sosok Dania muncul.


"Selamat malam pak Hans" ucap Gadis itu sambil tersenyum lembut.


"Sepertinya hari ini anda cantik sekali" ucap pak Hans lagi membuat Dania semakin malu dan wajahnyapun kembali merona. Pak Hans hanya tersenyum melihat sikap gadis kecil di hadapannya itu.


"Selamat bersenang-senang nona" ucap pak Hans kembali sambil membukakan pintu mobil untuk Dania.


Di mobil Adit sudah menunggu Dania.


"Paman yang menyetir sendiri?" tanya Dania melihat Adit yang sudah ada di posisi kemudi.


"Iya, memangnya kau mau kencan di ikuti oleh pria tua itu" sambil melirik ke arah pak Hans yang ada di luar. Dania yang mendengarnya pun tertawa lucu karena menyadari sosok yang Adit maksud.


"Kita akan kemana paman?"


"Ke tempat kita dulu gagal kencan".


"Tempat dulu gagal kencan?"


"Iya, dulu kau pernah menyiapkan kencan untukku, tapi aku terlambat jadi kita gagal buat kencan" ucap Adit lirih sambil menatap gadis di sampingnya.


"Hmm, ada ya cerita seperti itu, aku tak ingat."


"Kau sudah siap gadis kecil, kita berangkat" ucap Adit lagi.


Selama perjalanan mereka mengobrol tentang kencan yang mereka jalani, dan Aditpun menceritakan tentang beberapa kencan yang di siapkan oleh Dania dulu, namun dengan versi yang sedikit berbeda dari realita. Namun dalam benak Adit ia ingin membuat cerita itu menjadi realita, makanya ia ingin mengulang moment kencan tersebut bersama Dania.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah taman di kota itu.


"Kita sudah sampai" ucap Adit sambil menoleh pada Dania.


"Disini?" ucap gadis itu sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Iya, ayo turun" ucap Adit lagi.


Meski bingung namun gadis itu pun menuruti ke mauan Adit, merekapun berjalan menuju ke taman.


"Kenapa taman ini gelap sekali, tak ada lampu apapun yang menerangi, kau yakin kita mau kesini paman", Ucap gadis itu sambil menarik baju Adit karena sedikit takut gelap. Adit hanya tersenyum melihat ekspresi gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2